Temukan 6 Persen Kesalahan Situng – Timor Express

Timor Express

SUKSESI

Temukan 6 Persen Kesalahan Situng

Klaim Kubu Prabowo, KPU Sebut Bisa Dikoreksi

JAKARTA, TIMEX – Pasangan calon Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno kembali menyoroti kualitas data dari sistem penghitungan (situng) real count Komisi Pemilihan Umum (KPU). Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi menilai kesalahan input data C1 real count pilpres melebihi klaim KPU. BPN menyebut ada 6 persen kesalahan input dalam real count pilpres KPU.

Data terkait dengan kesalahan input real count pilpres disampaikan Direktur Relawan BPN Prabowo-Sandi Mustofa Nahrawardaya di media center BPN Prabowo-Sandi kemarin (29/4).

Tofa, sapaan akrabnya, mengaku melakukan riset sejak 18 hingga 29 April terkait dengan data real count KPU. Ditemukan banyak kejanggalan dari data situng real count yang diunggah KPU. “Dari 404.290 data TPS yang masuk, kami meneliti 172.174 TPS,” kata Tofa didampingi sejumlah juru bicara dan koordinator BPN lainnya.

Menurut Tofa, dari sekitar 172 ribu data TPS yang diteliti, ada sekitar 9.440 kesalahan input yang dilakukan jajaran KPU. Kesalahan itu meliputi selisih angka C1, jumlah pemilih melebihi DPT, hingga jumlah suara sah yang tidak cocok dengan hasil perolehan suara. “Jadi, kalau dibilang kesalahan cuma nol koma sekian, itu omong kosong,” kata Tofa.

Tofa menyatakan, kesalahan data yang diinput cenderung menguntungkan pasangan 01. Dia menilai ada pola input yang konsisten untuk memenangkan 01. Dari sekitar sembilan hari penelusuran, rata-rata ada sekitar seribu temuan kesalahan.

Koordinator Relawan BPN Prabowo-Sandi Ferry Mursyidan Baldan menambahkan, kesalahan entri hasil real count juga menunjukkan lemahnya kinerja KPU. Memasuki hari ke-12 pascapilpres, proses situng KPU baru menyentuh 50 persen data TPS. “Sudah lama, salah pula. Ini yang salah (bagian) IT-nya atau siapa,” ujar Ferry.

Menurut Ferry, dirinya pernah mencoba mengirimkan C1 untuk internal. Hasilnya, satu C1 membutuhkan waktu 10 detik untuk dikirim. Dengan waktu yang dimiliki KPU, seharusnya input C1 seluruh TPS bisa diselesaikan KPU hanya dalam waktu empat sampai lima hari. “Sadarkah kita jadi tertawaan,” kata Ferry.

Koordinator Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, BPN memahami bahwa hasil real count bukanlah rujukan KPU. Sebab, penghitungan manual yang akan menjadi landasan pengambilan keputusan pada 22 Mei nanti. Meski begitu, Dahnil menilai proses pemilu memunculkan kecurangan sejak masa kampanye, pencoblosan, dan pasca pencoblosan. “Karena itulah, kami menyebut kecurangan pemilu saat ini adalah terstruktur, sistematis, masif, dan brutal,” kata Dahnil.

Menurut Dahnil, dalam sistem situng KPU, tampaknya tidak ada sistem yang bisa mencegah kesalahan input. Apalagi, angkanya dinilai BPN cukup masif. Jika angka maksimal per satu TPS adalah 300 suara, seharusnya sistem bisa menolak jika ada input satu TPS tertulis 1.000 suara. “Makanya, kita bentuk dong TPF (tim pencari fakta, Red). Kita ungkap bersama-sama,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua KPU Arief Budiman menjelaskan, secara resmi BPN belum berkomunikasi lebih lanjut dengan KPU perihal klaim temuan tersebut. Dia menyatakan, dalam situng terdapat banyak elemen. Bukan hanya perolehan suara. “Jadi, kesalahannya ada di mana?” tanya Arief saat ditemui di KPU kemarin.

Selama ini, tutur Arief, tim di KPU kabupaten/kota menginput data berdasar scan formulir C1 yang dimiliki kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS). Tidak ada perubahan apa pun yang dilakukan. “Apa adanya ditampilkan dan dientri,” lanjutnya. Karena itu, apabila ada hal yang dianggap keliru, koreksinya adalah saat rekapitulasi manual.

Hasil rekap manual itulah yang menjadi dasar untuk penetapan hasil Pemilu 2019. Sementara itu, situng hanya menjadi bahan untuk publikasi lebih cepat. ’’Kalau Anda menemukan (kesalahan) sekarang, itu bisa menjadi alat kontrol siapa pun sehingga bisa langsung mengingatkan bila ada yang salah,’’ tambahnya. (bay/byu/c19/agm/jpg/sam)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!