Timor Express

POLITIK

Sengit di Empat Dapil

Perebutan Kursi DPRD NTT
PDIP Tempel Ketat Golkar

KUPANG, TIMEX – Perebutan kursi di delapan daerah pemilihan (Dapil) DPRD Provinsi NTT kian ketat. Tiga partai yang paling menonjol dalam perolehan suara adalah Golkar, PDIP dan Nasdem.

Berdasarkan hasil rekapitulasi suara sementara dari website KPU RI, Jumat (3/5) malam tadi, pukul 21.30, Partai Golkar masih berada di peringkat teratas dengan meraih 168.127 suara atau bertambah 3.420 suara dari sehari sebelumnya. Partai Golkar untuk sementara merebut sembilan kursi dari tujuh dapil.
Sementara itu, berada di peringkat kedua adalah PDIP. Hingga tadi malam partai berlambang kepala banteng ini sudah mengumpulkan 158.622 suara atau bertambah 2.864 suara dengan meraih delapan kursi dari tujuh dapil. Sementara di posisi ketiga adalah Partai Nasdem. Saat ini Nasdem sudah mengumpulkan 133.201 suara atau bertambah 3.757 suara dari sehari sebelumnya. Nasdem sendiri sudah mengumpulkan tujuh kursi dari tujuh dapil. Partai ini meraih kursi di setiap dapil.

Hingga malam tadi, data sementara dari dapil III meliputi daratan Sumba belum mencapai 10 persen. Sementara itu, dapil VI baru mencapai 19 persen. Persaingan ketat terjadi di empat dapil, yakni dapil I (Kota Kupang), dapil IV (Manggarai, Manggarai Barat dan Manggarai Timur), dapil VI (Flotim, Alor, Lembata) dan dapil VII (TTU, Belu dan Malaka). Pasalnya, perolehan suara parpol berselisih tipis.

Di dapil I suara yang masuk sudah mencapai 63,4 persen. Di dapil ini terdapat jatah enam kursi. Untuk sementara yang memimpin adalah partai Golkar dengan meraih 25.259 suara. Golkar pun untuk sementara meraih dua kursi. Namun, komposisi perolehan kursi masih sangat bisa terjadi, khususnya di kursi keenam. Kursi terakhir ini menjadi perebutan antara Golkar dan PAN. Pembagian ketiga suara Golkar sebesar 8.419 sedangkan PAN sudah mengumpulkan 8.064 suara atau hanya berselisih 355 suara.

Persaingan ketat juga terjadi di dapil IV antara Partai Berkarya dan PDIP yang memperebutkan kursi ke-10 atau kursi terakhir. Saat ini kursi terakhir masih ada di genggaman Partai Berkarya dengan total 7.344 suara. Namun ancaman datang dari PDIP. Pasalnya, pembagian ketiga suara PDIP adalah 7.035. PDIP secara total meraih 21.205 suara di dapil ini. Masih kalah dari PAN yang berada di peringkat pertama yang meraih 24.363 suara dan meraih dua kursi. Oleh karena itu, perubahan komposisi kursi masih sangat mungkin terjadi. Apalagi suara masuk baru mencapai 41 persen.

Sedangkan untuk dapil VI, suara masuk baru 19,6 persen. Dengan posisi Partai Golkar masih di peringkat pertama. Golkar meraih 11.135 suara. Di dapil ini, Partai Golkar berpeluang meraih dua kursi. Pasalnya, suara sisa pada pembagian ketiga masih terdapat 3.711 suara. Hanya selisih 983 suara dari Partai Demokrat yang untuk sementara mendapat jatah kursi keenam atau kursi terakhir.

Yang menarik adalah di dapil VII. Tiga partai sedang bersaing merebut dua kursi terakhir. Di dapil ini terdapat delapan kursi. Untuk sementara PAN meraih dua kursi. Kursi pertama dan kedelapan. Kursi ketujuh diamankan Partai Golkar sedangkan kursi kedelapan untuk sementara milik PAN. Namun ancaman datang dari Partai Perindo. Kursi terakhir yang menjadi milik PAN untuk sementara bernilai 5.194 suara. Sedangkan Perindo hingga malam tadi sudah mengumpulkan 4.987 atau hanya berselisih 207 suara. Selanjutnya, PAN juga mengancam Golkar dalam perebutan kursi ketujuh. Pasalnya, Golkar untuk sementara mengumpulkan 6.058 suara dan mengamankan kursi ketujuh. Sedangkan PAN yang berada di peringkat delapan mempunyai 5.194 suara atau hanya berselisih 864 suara. Oleh karena itu, PAN berpotensi merebut kursi ketujuh, sedangkan Golkar bisa turun ke kursi kedelapan atau kursi terakhir. Apalagi suara masuk baru sebesar 31,8 persen.

Terkait perebutan kursi, Sekretaris DPW PAN Provinsi NTT, Marthen Lenggu, Jumat (3/5) di Kupang menjelaskan suara PAN di semua dapil terus meningkat sesuai real count di situng KPU. Ini sesuai dengan rekapitulasi internal DPW PAN NTT.

Bahkan, menurut Marthen, untuk sementara PAN meraih dua kursi sekaligus di dapil IV dan VII. Bahkan, sesuai rekapitulasi internal, PAN berpeluang meraih tiga kursi di dapil IV. “Suara masuk sangat signifikan dan bisa mencapai 50 ribu lebih suara. Jadi bisa saja tiga kursi dari dua kursi yang kita targetkan,” jelas Marthen.

Demikian juga di dapil NTT VII yang saat ini berhak atas dua kursi. Dia optimistis PAN tetap meraih dua kursi sampai penghitungan final. Apalagi dapil VII adalah salah satu basis suara PAN. Sementara di dapil lain, PAN masih bersaing dengan partai-partai lain. “Kami masih bisa mendapat kursi di dapil-dapil lain, baik dapil I, III, V maupun dapil VI. Masih banyak suara belum masuk sehingga kami tetap yakin bisa rebut kursi,” jelas Marthen.

Terpisah, Ketua DPD Partai Demokrat NTT, Jefri Riwu Kore mengatakan Partai Demokrat optimistis meraih kursi di setiap dapil. Oleh karena itu, minimal meraih delapan kursi atau mempertahankan jumlah kursi yang sudah ada. “Penghitungan suara belum selesai, jadi kami tetap yakin memenuhi target delapan kursi,” kata Jeriko-sapaan karib Wali Kota Kupang ini. (mg25/sam)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!