Titip Pesan Evaluasi Pemilu – Timor Express

Timor Express

SUKSESI

Titip Pesan Evaluasi Pemilu

Curhat Keluarga KPPS yang Meninggal

JAKARTA – TIMEX- “Saya berterima kasih atas perhatian Pak Arief (Budiman) selaku (ketua) KPU RI, meskipun itu tidak mengembalikan ayah saya.” Itulah penuturan Evi Erwiyati, putri pertama Ketua KPPS 68 Sukabumi Selatan, Jakarta Barat, Umar Madi, kemarin (3/5). Umar berpulang delapan hari setelah menyelesaikan pemungutan dan penghitungan suara di wilayahnya.

Beratnya menjadi petugas pemilu kali ini memang dirasakan seluruh lapisan penyelenggara. Termasuk Umar yang menjadi KPPS sejak Pemilu 2004. Di usianya yang sudah mencapai 65 tahun, dia masih harus menangani pemungutan dan penghitungan suara karena tidak ada lagi warga muda yang bersedia. ”Tapi beliau senang, karena pada dasarnya ayah saya suka dengan pekerjaan administrasi,” lanjutnya.

Kemarin Ketua KPU Arief Budiman melayat ke kediaman Umar. Kunjungan tersebut sekaligus menyampaikan santunan kepada keluarga pensiunan pegawai tata usaha sebuah sekolah Kristen di Jakarta itu. “Saya berharap pemilu yang akan datang tidak seperti ini lagi. Harus di-review dan diusut kenapa ini bisa terjadi,” tambahnya.

Sementara itu, Arief menyatakan bahwa KPU masih terus mendata para petugasnya yang meninggal dan sakit pada masa penyelenggaraan pemilu. “Kami perhatian, peduli, dan mengapresiasi atas kinerja yang sudah mereka tunjukkan pada saat pelaksanaan Pemilu 2019,” terangnya setelah melayat.

Menurut Arief, pihaknya memilih berhati-hati dalam mendata petugas yang meninggal dan sakit. KPU tidak ingin ada kesalahan yang bisa menimbulkan persoalan di kemudian hari. Bagi yang meninggal, tentu harus dicek betul siapa ahli warisnya agar tidak salah dalam menyampaikan apresiasi.

Pada kesempatan pertama kemarin, santunan Rp 36 juta diserahkan secara tunai. Selebihnya, para petugas diharapkan menyiapkan rekening bank untuk memudahkan penyampaian santunan. KPU bekerja sama dengan BRI untuk menyalurkan santunan kepada para petugas penyelenggara pemilu.

Hingga semalam, tercatat ada 516 penyelenggara pemilu yang meninggal. Terdiri atas 424 jajaran KPU dan 92 jajaran Bawaslu. Sementara itu, ada 5.658 lainnya yang sakit sehingga harus dirawat. Dengan perincian, dari jajaran KPU 3.668 orang dan dari jajaran Bawaslu 1.990 orang.(byu/c17/fat/jpg/cel)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!