Dilaporkan Dugaan Korupsi, Malah Raih Suara Terbanyak – Timor Express

Timor Express

NUSANTARA

Dilaporkan Dugaan Korupsi, Malah Raih Suara Terbanyak

SEMARAPURA, TIMEX-KPU Klungkung telah menggelar rapat pleno rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara di Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Klungkung, Minggu (5/5). Berdasar hasil pleno itu, calon legislatif (caleg) untuk DPRD Klungkung I Wayan Baru tercatat memperoleh suara terbanyak, yakni 7.162 suara.

Dugaan penyelewengan dana hibah dilaporkan oleh warga Nusa Penida I Wayan Muka Udiana tak membuat suara caleg daerah pemilihan (dapil) 3 (Kecamatan Nusa Penida) itu jeblok. Malah naik dibandingkan lima tahun lalu. Pada Pileg 2014, ketua DPC Partai Gerindra Klungkung tersebut meraup sekitar 6.000 lebih suara. “Suara saya naik dari lima tahun lalu,” ujar Baru, Minggu (5/5).
Kepada Bali Express (Grup Timex), Ketua DPRD Klungkung itu menegaskan, laporan dugaan penyelewengan dana hibah yang kini bergulir di Polda Bali tak membuat masyarakat Nusa Penida antipati terhadapnya. Kata Baru, masyarakat Nusa Penida sudah merasakan apa yang diperjuangkannya selama 10 tahun (dua periode) di DPRD Klungkung. “Pada intinya, saya terima kasih kepada masyarakat karena sudah memberikan kepercayaan. Saya akan kawal kepercayaan masyarakat itu,” tegas Baru.
Masih berdasarkan data hasil pleno kemarin, sejumlah caleg DPRD Klungkung mendapat satu suara. Tercatat ada enam caleg. Lima di antaranya ada di dapil 3, masing-masing I Gede Arnawa (Nasdem), Ida Bagus Made Oka (Nasdem), I Wayan Satra (Hanura), Dewa Gede Bima Udayana (Perindo) dan Komang Agus Putra Dana (Demokrat). Satu lagi caleg Demokrat dapil 4 (Kecamatan Banjarangkan) Ni Luh Sari Alani yang mendapat satu suara. Selain itu, ada seorang caleg yang tidak memperoleh suara alias nol, yakni Ni Komang Miasih dari Partai Perindo dapil 3.

Ketua KPU Klungkung I Gusti Lanang Mega Saskara mengatakan, pleno kemarin tidak langsung pada pembagian kursi DPRD Klungkung. Pleno sebatas rekapitulasi perolehan suara calon presiden, DPD RI, DPR RI, DPRD provinsi dan DPRD kabupaten.

Protes Kotak Suara Tak Digembok

Sementara itu, Pelaksanaan rapat pleno rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara oleh KPU Klungkung yang digelar di Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Klungkung, Minggu (5/5) kemarin, diwarnai protes dari Bawaslu Klungkung. Bawaslu protes karena melihat tiga kotak suara tak digembok. Hanya disegel saja. Yakni kotak suara Kecamatan Klungkung, Dawan dan Banjarangkan. “Dari empat kecamatan, satu saja disegel dan dikunci gembok, yakni Kecamatan Nusa Penida. Sisanya hanya disegel,” ujar Artawan.

Ditemui di sela-sela pleno, Artawan menegaskan kotak suara itu harus dalam kondisi tersegel dan terkunci. Hal itu diatur dalam Perbawaslu Nomor 2 Tahun 2019 tentang Pengawasan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara. Pada pasal 21 ayat (1) huruf b, disebutkan bahwa Bawaslu kabupaten/kota melakukan pengawasan penyerahan kotak suara yang disampaikan oleh PPK kepada KPU dengan cara memastikan kotak suara dalam kondisi terkunci dan tersegel. “Di perbawaslu itu jelas harus disegel dan terkunci. Saya yakin di PKPU juga diatur,” tegas Artawan. Ia menilai, tidak tersegelnya kotak suara itu akibat ketidakcermatan KPU, termasuk Pengawas Kecamatan (Panwascam) yang mengawasi rekapitulasi di tingkat PPK. Syukurnya tidak ada berubah dari isi kotak tersebut.

Ketua KPU Klungkung I Gusti Lanang Mega Saskara mengakui, tidak semua kotak suara terkunci. Namun sudah menggunakan kabel ties dan disegel. Fungsi kabel ties hampir sama dengan kunci gembok. Katanya secara aturan sudah diperbolehkan. “Kabel ties sudah diikat dengan benar dan disegel, sudah sama dengan gembok. Tidak mungkin surat suara bisa dibuka,” tegas Lanang Mega.

Sementara itu, di luar ruang pleno, polisi mengamankan tiga pisau milik saksi partai politik (parpol). Sedangkan pemiliknya tetap diizinkan mengikuti jalannya pleno. Kepada polisi, pemilik pisau itu mengaku tidak sengaja dalam tasnya terdapat pisau. “Ada itu, satu pemilik pisau temutik mengaku habis metulung (gotong royong) langsung ikut pleno. Lupa naruh pisaunya,” terang Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polres Klungkung Kompol I Nyoman Suarsika. Selain mengamankan tiga pisau, polisi juga mengamankan sejumlah korek api yang dilarang dibawa ke dalam ruangan pleno. (wan/aim/jpg/ito)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!