Timor Express

NASIONAL

Dua Calon Direksi Bank NTT Gugur

KUPANG, TIMEX – Dari enam calon pengurus Bank NTT, dua calon yang tidak dipanggil oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mengikuti tahapan klarifikasi (bagian dari proses fit and proper test) di Jakarta, Senin (29/4) lalu. Dua calon tersebut yakni Billy Tjoanda (calon Dirut) dan Renal Kandijo (calon Dirum).

Pemegang saham seri B Bank NTT, Amos Corputty mengatakan, OJK hanya mengundang empat calon untuk mengikuti tahapan klarifikasi, karena mereka telah memenuhi kriteria klarifikasi sebagaimana ketentuan Pasal 18 ayat 2 Peraturan OJK Bagi Pihak Utama Lembaga Jasa Keuangan (POJK PKK). Sedangkan yang tidak dipanggil memang tidak memenuhi kriteria klarifikasi. Dengan demikian, keduanya jelas dinyatakan gugur. Sebab tahapan penelitian syarat administratif merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses penilaian kemampuan dan kepatutan (fit and proper test).

“Tidak dipanggil berarti tidak memenuhi persyaratan administratif. Jadi jelas mereka gugur,” sebut mantan Direktur Utama (Dirut) Bank NTT itu.

Menurut Amos, jika dua calon itu sampai lolos, besar kemungkinan keduanya sulit diterima secara internal dan tidak bisa bekerja sama dengan baik. Pasalnya, level kedua calon itu hanya sebagai kepala atau pimpinan cabang. Sedangkan dua calon direksi dari internal Bank NTT, levelnya lebih tinggi karena saat ini sedang menjabat sebagai kepala divisi (Kadiv). “Masa sekelas kepala cabang mau memimpin Bank NTT yang jaringan kantornya sangat banyak dan tersebar di seluruh daerah di NTT,” terang Amos.

Amos berharap, dalam waktu dekat sudah ada pengumuman dari OJK sehingga Bank NTT bisa segera dipimpin oleh pejabat defenitif, yakni Dirut dan Dirum.

Sementara Direktur Kepatutan (Dirkep) Bank NTT, Hilarius Minggu saat dikonfirmasi terkait hal ini, mengaku belum tahu secara pasti apakah dua calon tersebut sudah dinyatakan gugur atau sebaliknya diminta untuk melengkapi berkas. Dan untuk memastikan hal ini, pihaknya masih menunggu surat OJK terkait kedua calon yang belum dipanggil OJK. “Kami belum tahu. Kami masih tungg surat OJK,” sebut mantan Pimpinan Bank NTT Cabang Maumere itu.

Hal senada juga disampaikan Komisaris Independen Bank NTT, Samuel Djoh Despantianus. Dia mengaku tidak bisa mengintepretasi lebih jauh tentang surat OJK. “Kami tidak bisa mengintepretasi lebih jauh tentang kenapa mereka tidak dipanggil. Apakah pencalonannya tidak memenuhi syarat dan tidak berlanjut (gugur, red) atau masih harus melengkapi dokumen lagi,” jelas pria yang lama meniti karir di Bank Indonesia sejak tahun 1985-2014 itu.

Untuk diketahui, empat calon yang telah melewati tahapan klarifikasi di OJK yakni Izhak Eduard Rihi (calon Direktur Utama), Lazarus Orapau (calon Direktur Umum), Juvenille Jodjana (calon Komisaris Utama) dan Frans Gana (calon Komisaris Independen).

Keempat calon tersebut mengikuti tahapan klarifikasi pada hari yang bersamaan di OJK, tepatnya di Kompleks Perkantoran Bank Indonesia, menara Radius Prawiro Lantai 11, Jalan Thamrin Nomor 2 Jakarta Pusat. Namun masing-masing calon menjalani tahapan klarifikasi selama dua jam secara terpisah sesuai jadwal yang telah ditentukan. (tom/sam)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!