Luapan Danau Batur Lebih Parah – Timor Express

Timor Express

NUSANTARA

Luapan Danau Batur Lebih Parah

TENGGELAM LAGI. Air Datur Batur meluap setinggi 2 meter, Minggu (5/5). Warga Terunyan pun resah.

IST

BANGLI, TIMEX-Danau Batur di Kecamatan Kintamani, Bangli, meluap lagi. Jika tahun lalu ketinggian air mencapai 1,5 meter, tahun ini ketinggian air mencapai 2 meter. Kondisi ini terbilang makin parah karena dalam kurun waktu beberapa minggu, air danau tak kunjung surut.

Meluapnya air danau sudah sering terjadi. Tahun lalu, luapan air danau hampir menenggelamkan seluruh pemukiman warga di Desa Terunyan, Kintamani. Luapan air danau tahun ini terbilang lebih parah dari tahun lalu.

Menanggapi kondisi ini, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Kawasan Pemukiman (PUPRKim) Bangli belum bisa bicara banyak. Sebab rencana pembangunan tanggul setinggi satu meter dengan panjang 70 meter tak kunjung terealisasi. Wacana pembangunan tanggul sejatinya sudah berembus setahun lalu, saat air danau meluap. Namun hingga kini pembangunannya tak kunjung jadi.

“Untuk pembangunan tanggul memang ada rencana itu. Kami akan usulkan kembali tahun ini melalui APBD perubahan,” sebut Sekretaris Dinas PUPRKim Bangli I Made Soma, Minggu (5/5).

Kata Soma, rencana itu diperkirakan menghabiskan dana Rp 300 juta. Kegiatan lain seperti peninggian jalan menggunakan batu kapur juga sempat digodok-godok dilakukan tahun ini. Bahkan disebutnya, peninggian jalan dilakukan di Desa Buahan dan Dusun Cemara Landung, Desa Terunyan. “Untuk tanggul itu di Desa Buahan,” ketusnya.

Kepada Bali Express (Grup Timex), salah seorang warga I Ketut Jaksa mengaku, kondisi ini membuat warganya tak nyaman. Sebab luapan air tak kunjung surut. “Kalau surut itu lambat sekali. Tidak cepat karena tidak ada resapan,” ungkap Jaksa.

Jaksa sempat lega karena saat dipantau, air danau sempat surut. Itu kerena intensitas hujan mulai berkurang. Namun pekan ini air kembali meluap. Dia khawatir berbagai penyakit mendera akibat banjir air danau menerjang rumahnya dan warga lain.
Menurutnya, meluapnya air danau bukan karena hujan saja. Pendangkalan danau yang kian parah akibat limbah juga jadi penyebabnya. Dia memprediksi kondisi serupa juga akan lebih parah di masa mendatang. Apalagi wilayah Kintamani yang sering diguyur hujan, membuat peluapan air danau cepat terjadi.

Disinggung terkait pembangunan tanggul, serta peninggian jalan, Jaksa ogah menjawab. “Sampai saat ini belum ada (kelanjutannya). Kami gak tahu apa penyebabnya. Harapan masyarakat pada pemerintah supaya ini (luapan) bisa ditangani maksimal lah,” pungkasnya. (aka/aim/jpg/ito)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!