Mediasi Gagal, Segera Sidang Pokok Perkara – Timor Express

Timor Express

HUKUM

Mediasi Gagal, Segera Sidang Pokok Perkara

SIDANG. Sidang gugatan terhadap Bank NTT di ruang sidang Pengadilan Negeri Kelas 1A Kupang, belum lama ini.

INTHO HERISON TIHU/TIMEX

Gugatan PT. Rimba Mas Terhadap Bank NTT 

Tidak Ada Kesepakatan Soal Ganti Rugi 

KUPANG, TIMEX – Upaya mediasi gugatan Direktur PT. Rimba Mas Indah (RMI) Bobi Hartono Tandoyo yang diblokir sejak tahun 2018 lalu oleh Bank NTT dinyatakan gagal dan akan berlanjut tahap persidangan pokok perkara.

Padahal sebelumnya dalam mediasi terakhir, manajemen Bank NTT bersedia membuka blokir yang dilakukan terhadap rekening giro atas nama Direktur PT. RMI, Bobi Hartono Tandoyo yang diblokir  agar dapat kembali diakses.

Bank NTT juga bersedia mencairkan dana dari rekening giro tersebut sebesar Rp 750 juta, dan kedua belah pihak bersedia mengambil jalan damai.

Kesediaan untuk memenuhi tuntutan penggugat itu disampaikan tim kuasa hukum tergugat dalam surat penawaran perdamaian pihak tergugat yang ditandatangani tim kuasa hukum tergugat Virgiawan Manu, Vinsensius Stefanus Mensi, Jhon Y.Y. Saban, Semronaldo Jushard Bulan, dan Sonni Pellokila.

Dimana dalam surat tersebut, manajemen Bank NTT menyatakan bersedia untuk membuka blokir rekening giro penggugat dan berharap penggugat juga bersedia untuk gugatan ini diselesaikan dengan jalan damai.

Karena apa yang dilakukan manajemen Bank NTT Sabu Raijua yang memutuskan memblokir rekening giro penggugat hanya untuk kepentingan kelancaran pembayaran kredit penggugat dan tidak memiliki niat untuk merugikan penggugat, apalagi harus sampai menjadi masalah hukum.

Namun kesediaan tersebut sampai waktu mediasi selesai, penggugat tidak mendapat kepastian, sehingga dinyatakan gagal dan segera dilanjutkan pada materi gugatan pada persidangan.

Hal tersebut disampaikan Ketua Tim Kuasa Hukum Penggugat Lesly Anderson Lay kepada Timor Express, belum lama ini.

Saat dihubungi, Lesly membenarkan upaya mediasi yang gagal itu.

Dia mengatakan waktu yang diberikan majelis hakim untuk dimediasi itu, disepakati untuk membuka blokir rekening giro tersebut. Namun kedua belah pihak tidak sepakat dengan ganti rugi.

“Ya mediasi gagal. Blokir sudah dibuka tetapi penggugat dan tergugat tidak sepakat soal ganti rugi maka mediasi dinyatakan gagal dan akan dilanjutkan ke pokok perkara,” katanya.

Terhadap waktu proses persidangan, dijelaskan pihaknya akan menunggu waktu dari Pengadilan Negeri Kelas 1A Kupang untuk menentukan majelis hakim.

“Kita sebagai penggugat pada prinsipnya siap melanjutkan pada pembuktian karena klien kami sudah dirugikan oleh Bank NTT,” paparnya.

Sebelumnya, Direktur PT. Rimba Mas Indah Bobi Hartono Tantoyo dalam kesimpulan mediasi yang ditandatanganinya sendiri, menegaskan dirinya meminta rekening giro miliknya dibuka, karena rekening giro sebesar Rp 1,5 miliar tersebut tidak menjadi jaminan dari kredit yang dilakukan dengan Bank NTT Sabu Raijua.

Selanjutnya, Bobi juga meminta Bank NTT Cabang Sabu Raijua untuk membayar kerugian materil dari tindakan pemblokiran rekening giro nya sebesar Rp 1,5 miliar, serta kerugian imateril sebesar Rp 1 miliar.

Karena pemblokiran sepihak yang sudah dilakukan manajemen Bank NTT Sabu Raijua, sehingga telah mengakibatkan kerugian materil dan juga imateril. (mg29/joo)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!