Kondisi Ekonomi NTT Menurun, Jumlah Penganggur Bertambah – Timor Express

Timor Express

EKONOMI

Kondisi Ekonomi NTT Menurun, Jumlah Penganggur Bertambah

JUMPA PERS. Kepala BPS Provinsi NTT, Maritje Patiwaellapia saat memaparkan perkembangan indeks harga konsumen April 2019, Kamis (2/5) lalu.

TOMMY AQUINODA/TIMEX

Triwulan I Tahun 2019

KUPANG, TIMEX – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (6/5) merilis pertumbuhan ekonomi triwulan I tahun 2019. Kepala BPS NTT, Maritje Pattiwaellapia menyebutkan, perekonomian NTT berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku triwulan I-2019 mencapai Rp 24,83 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 16,23 triliun.

“Ekonomi NTT triwulan I-2019 tumbuh sebesar 5,09 persen dibandingkan dengan triwulan yang sama pada tahun 2018 secara year on year (y-on-y,” ujarnya.

Menurut Maritje, dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi tertinggi dicapai oleh lapangan usaha perdagangan besar dan eceran; reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 9,58 persen. Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh komponen ekspor yang bertumbuh sebesar 19,89 persen. Jika dibandingkan dengan triwulan IV-2018 (q-to-q), maka perekonomian NTT triwulan I-2019 mengalami kontraksi sebesar -5,62 persen. Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha jasa keuangan sebesar 2,89 persen. Sedangkan dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi terjadi pada komponen lembaga non profit yang melayani rumah tangga sebesar 2,97 persen. Struktur ekonomi NTT pada triwulan pertama tahun 2019 didominasi oleh lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan dengan kontribusi sebesar 26,83 persen. Sedangkan dari sisi pengeluaran masih didominasi komponen pengeluaran rumah tangga yaitu sebesar 76,24 persen.

Selanjutnya mengenai Indeks Tendesi Konsumen (ITK), Maritje mengatakan, sebagian besar provinsi di Indonesia mengalami penurunan kondisi ekonomi dan optimisme konsumen. Provinsi yang memiliki nilai ITK tertinggi pada triwulan I-2019 adalah DI Yogyakarta dengan indeks sebesar 115,55. Sedangkan provinsi yang memiliki nilai ITK terendah adalah NTT dengan indeks sebesar 86,63. Itu artinya kondisi ekonomi dan tingkat optimisme konsumen menurun dibanding triwulan sebelumnya. Kondisi ini didorong oleh penurunan pendapatan rumah tangga (nilai indeks sebesar 83,44), adanya pengaruh inflasi terhadap tingkat konsumsi (nilai indeks sebesar 94,55) dan penurunan volume konsumsi (nilai indeks sebesar 84,17).

“Nilai ITK NTT pada triwulan II-2019 diperkirakan sebesar 128,13, artinya kondisi ekonomi konsumen diperkirakan akanmeningkat. Tingkat optimisme konsumen diperkirakan meningkat dibandingkan triwulan I-2019 dengan indeks sebesar 86,63,” sebut Maritje.
Selain kondisi ekonomi dan tingkat optimisme konsumen menurun, Maritje menjelaskan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Provinsi NTT pada Februari 2019 mencapai 3,10 persen atau naik 0,12 poin dari Februari 2018 sebesar 2,98 persen. Jumlah penganggur di NTT pada Februari 2019 sebesar 78,5 ribu orang, bertambah 2,2 ribu orang dibanding penganggur Februari 2018 sebesar 76,3 ribu orang.

Maritje menambahkan, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) NTT Februari 2019 sebesar 70,91 persen, turun 2,09 poin dibandingkan TPAK NTT Februari 2018 yang sebesar 73,00 persen. Angkatan kerja NTT pada Februari 2019 sebesar 2,54 juta orang, berkurang 0,02 juta orang dibanding angkatan kerja Februari 2018 sebesar 2,56 juta orang.

Penduduk yang bekerja di NTT pada Februari 2019, lanjut Maritje, mencapai 2,46 juta orang, berkurang 0,02 juta orang dibandingkan dengan keadaan pada Februari 2018 sebesar 2,48 juta orang. Distribusi penduduk yang bekerja pada Februari 2019 berdasarkan KBLUI (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia) tahun 2015 sebagian besar penduduk bekerja di kategori pertanian sebesar 1,40 juta orang (56,91 persen), iikuti kategori perdagangan sebesar 0,27 juta orang (11,03 persen) dan kategori industri sebesar 0,17 juta orang (6,72 persen).

IPM NTT Meningkat

BPS NTT juga merilis Indeks Pembangunan Manusia (IPM) NTT. Dari data yang ada, pembangunan manusia di NTT terus mengalami kemajuan yang ditandai dengan terus meningkatnya IPM. Pada tahun 2018, IPM NTT telah mencapai 64,39. Angka ini meningkat sebesar 0,66 poin dibandingkan dengan IPM NTT pada tahun 2017 sebesar 63,73. Sejak tahun 2011, status pembangunan manusia di NTT telah mencapai level “sedang”. IPM NTT pada tahun 2018 tumbuh sebesar 6,89 persen dibandingkan tahun 2011.
Selama periode 2017 hingga 2018, komponen pembentuk IPM juga mengalami peningkatan. Bayi yang baru lahir memiliki peluang untuk hidup hingga 66,38 tahun, angka ini meningkat 0,31 tahun dibandingkan tahun sebelumnya. Anak-anak usia 7 tahun memiliki peluang untuk bersekolah selama 13,10 tahun, meningkat 0,03 tahun dibandingkan dengan tahun 2017. Sementara itu, penduduk usia 25 tahun ke atas secara rata-rata telah menempuh pendidikan selama 7,30 tahun, meningkat 0,15 tahun dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran per kapita (harga konstan 2012) masyarakat telah mencapai Rp. 7,56 juta rupiah pada tahun 2018, meningkat Rp. 216 ribu rupiah dibandingkan tahun sebelumnya. (tom)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!