Timor Express

POLITIK

Come Back Para Mantan

Incumbent Berguguran
Di Dapil NTT VIII

KUPANG, TIMEX – Hasil mengejutkan datang dari daerah pemilihan (Dapil) VIII meliputi Kabupaten TTS. Caleg-caleg incumbent DPRD Provinsi NTT berguguran.

Berdasarkan hasil pleno KPU Kabupaten TTS, Partai Golkar berhasil menjadi pemenang. Golkar meraih 34.609 suara. Unggul jauh atas PDIP yang berada di peringkat kedua dengan 24.548 suara. Caleg Golkar yang meraih kursi DPRD NTT adalah Inche Sayuna. Dari PDIP, yang menjadi peraih suara terbanyak adalah Emelia Nomleni. Kursi ketiga direbut Partai Hanura dengan 21.335 suara.

Caleg terpilih adalah Eduard Lioe. Kemudian kursi keempat menjadi milik Partai Nasdem yang meraih 21.094 suara dan caleg terpilih adalah mantan Wakil Bupati TTS Obed Naitboho. Selanjutnya, kursi kelima direbut PKB dengan total 19.333 suara. Johanis Lakapu merupakan peraih suara terbanyak. Sedangkan kursi terakhir menjadi jatah Partai Demokrat yang meraih 18.843 suara. Caleg yang meraih suara terbanyak adalah Reny Marlina Un.

Dari enam caleg terpilih tersebut, hanya satu incumbent, yakni Reny Marleni Un. Reny merupakan anggota DPRD yang menggantikan Ampera Seke Selan pada 2018 lalu ketika mengikuti Pilkada TTS. Dalam Pemilu 2019, keduanya kembali mencalonkan diri. Namun Reny-lah yang beruntung.

Sementara itu, dari Partai Nasdem yang meraih suara terbanyak adalah Obed Naitboho yang merupakan mantan Wakil Bupati TTS. Sedangkan caleg incumbentnya Johanis Raintuka yang juga menggantikan anggota DPRD Army Konay yang bertarung di Pilkada TTS.

Selanjutnya, PKB juga mempertahankan satu kursi, yang pada periode lalu menjadi jatah Aleta Baun. Pada pemilu kali ini, Aleta memilih bertarung untuk merebut kursi Senayan. Jatah kursi PKB pun direbut Johanis Lakapu yang meraih suara terbanyak.
Satu-satunya partai yang baru pernah mendapat kursi dari dapil VIII adalah Partai Hanura. Caleg yang beruntung tersebut adalah Eduard Lioe. Eduard sendiri pernah menjabat anggota DPRD Kabupaten TTS selama dua periode dari Partai Damai Sejahtera (PDS). Pada Pemilu kali ini, partai yang kehilangan kursi adalah PKPI. Padahal, pada pemilu sebelumnya, PKPI mendapat suara signifikan. Tak pelak, sang incumbent, Jefri Unbanunaek pun gagal kembali ke Gedung El Tari.

Yang menarik adalah kembalinya para mantan anggota DPRD NTT. Tercatat dua nama yang kini terpilih, sudah pernah menjadi anggota DPRD NTT. Dari Partai Golkar ada Inche Sayuna. Dia pernah menjadi anggota DPRD NTT pada periode 2004-2009 dari Partai Golkar. Kali ini ia kembali terpilih setelah mengalahkan caleg incumbent Eldat Nenabu.
Selain itu, ada Emelia J. Nomleni dari PDIP. Pada Pemilu 2014 lalu, Emi-sapaan karibnya gagal terpilih. Pasalnya, PDIP kala itu tidak mendapat suara signifikan sehingga gagal merebut kursi. Ini akibat didiskualifikasinya PDIP Kabupaten TTS dalam Pemilu 2014. Hal ini berimbas pada suara para calon DPRD provinsi.

Setelah itu, pada 2018 lalu, Emi bertarung di Pilgub NTT. Ia menjadi calon wakil gubernur mendampingi calin gubernur Marianus Sae. Sayangnya, keduanya kalah dari pasangan Viktor Laiskodat-Josef Nae Soi yang kini sedang menjabat.
Karir Emi tak langsung mati. Setelah menjabat Ketua DPC PDIP TTS, ia kembali bertarung di Pemilu 2019. Dan, kini ia meraih suara terbanyak dan berhasil merebut satu kursi untuk PDIP.

Hingga Selasa (7/5) kemarin, hasil pileg Kabupaten TTS belum diplenokan oleh KPU Provinsi NTT. KPU baru menggelar pleno untuk empat kabupaten, yakni Rote Ndao, Sabu Raijua, Sumba Tengah dan Manggarai Timur.

Pleno Rote Ndao Ditunda

KPU Provinsi NTT menunda penetapan hasil pemilu untuk Kabupaten Rote Ndao. Dalam Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara Pemilu 2019 tingkat Provinsi NTT di Sahid T-More Hotel Kupang, Selasa (7/5), Badan Ppengawas Pemilu (Bawaslu) NTT mengajukan keberatan. Pasalnya, Bawaslu Kabupaten Rote Ndao sebelumnya merekomendasikan pemungutan suara ulang (PSU) di sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS). Namun KPU Rote Ndao tidak melaksanakan rekomendasi tersebut.

Hal ini dikatakan Anggota Bawaslu NTT, Baharudin Hamzah. Karena keterbatasan waktu untuk memberikan penjelasan dan klarifikasi, Ketua KPU NTT, Thomas Dohu memutuskan untuk menunda penetapan hasil pemilu di Rote Ndao. “Hasilnya sudah dibacakan semua. Sementara masih pending penetapannya,” kata Thomas.

Hari pertama rapat pleno tersebut, KPU menjadwalkan pleno untuk enam kabupaten. Namun hingga batas waktu pukul 18.00, baru terealisasi empat kabupaten, yakni Manggarai Timur, Sabu Raijua, Sumba Tengah dan Rote Ndao.

“Besok (hari ini, Red) itu kita lanjut delapan kabupaten. Yang jelas setelah Rote Ndao, Belu, Sumba Barat, Nagekeo, Malaka, Ngada, Manggarai Barat dan Lembata atau TTU, karena pesawat dari Lembata siang,” terang Thomas yang didampingi empat komisioner lain.

Kepada Timor Express, Thomas jelaskan, hingga dimulainya pleno tingkat provinsi, ada sejumlah kabupaten yang belum selesai pleno tingkat kabupaten, termasuk Kota Kupang. “Ende, Sikka, Flores Timur, Alor, Manggarai dan beberapa lagi. Mereka kita sudah perpanjang, maksimal sampai 9 Mei harus selesai,” tandasnya. (cel/sam)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!