Empat Srikandi Lolos ke DPRD SBD – Timor Express

Timor Express

SUROSA

Empat Srikandi Lolos ke DPRD SBD

Carolina Louro

TAMBOLAKA, TIMEX – Setelah sekian lama menjadi kabupaten sendiri, akhirnya perempuan Sumba Barat Daya (SBD) mampu merebut tempat di DPRD.

Keempat perempuan tersebut diantaranya Carolina Louro dari Partai Nasdem yang lolos di dapil SBD II dengan perolehan suara sebanyak 1.656, Elisabeth Kallu dari Partai Amanat Nasional (PAN) yang lolos di dapil SBD II dengan perolehan suara sebanyak 1.296, Dorkas Pati Galu yang lolos dari Partai Gerindra di dapil SBD IV dengan perolehan suara 955 dan Yustina Tena Bolo dari Perindo yang lolos di dapil IV dengan perolehan suara sebanyak 836.

Carolina Louro, salah seorang srikandi yang lolos di dapil SBD II dari Partai Nasdem kepada Timor Express mengatakan, pencapaian yang diperoleh saat ini adalah sesuatu yang luar biasa dan merupakan bukti campur tangan Tuhan dan dukungan masyarakat. Karena itu, ia bersyukur kepada Tuhan dan memberikan apresiasi terhadap masyarakat yang telah mendukung dirinya dan para perempuan lain untuk mendapat posisi pengambil kebijakan.

“Syukur kepada Tuhan karena tanpa campur tangan Tuhan semua tidak akan terjadi. Saya juga berbangga kepada masyarakat tiga kecamatan yang mendukung saya. Waktu yang diberikan Tuhan ini menjadi awal bagi saya dan juga teman-teman untuk berbuat yang lebih banyak untuk masyarakat SBD,” katanya.

Ia mengatakan, secara kuantitas,  jumlah perempuan sesungguhnya lebih besar dari jumlah laki-laki. Sementara itu undang-undang juga memberikan ruang untuk perempuan menduduki posisi pengambilan kebijakan, baik di lembaga eksekutif maupun legislatif. Namun demikian, kenyataannya di Sumba Barat Daya sampai dengan saat ini belum ada perempuan yang mengambil posisi di legislatif. Hal ini menurutnya, perlu direfleksikan oleh perempuan sendiri. Bahkan, ia berpandangan bahwa kenyataan ini terjadi karena perempuan sendiri tidak menunjukkan kemampuannya untuk terlibat dalam pengambilan kebijakan umum.

“Kenyataannya jumlah perempuan lebih banyak.  Tetapi kenapa selama ini kami tidak mendapat dan menggunakan kesempatan itu. Lalu salahnya di mana. Mungkin kami sendiri tidak menunjukkan bahwa kami mampu melakukan sesuatu, mengambil keputusan yang lebih luas dan besar,” katanya.

Dirinya mengaku, dukungan masyarakat terhadap perempuan mengalir deras ketika perempuan menunjukkan kualitasnya di hadapan mereka. “Dalam pengalaman selama perjuangan kami tidak dipandang sebagai perempuan yang butuh pengasihan atau harus dikhususkan karena perempuan. Saya sangat merasakan bahwa masyarakat SBD tahu bahwa kami mampu membawa aspirasi mereka. Kami mencoba untuk bertarung secara profesional. Masyarakat tidak lagi memandang perempuan sebagai kaum yang lemah. Bahwa perempuan dianggap mampu dan itu sangat saya syukuri. Itulah bukti bahwa ketika kami tunjukkan bahwa kami mampu berjuang, ternyata  mendapat dukungan yang sangat luar biasa dari masyarakat umumnya,” katanya.

Kondisi ini menurut Carolina, menunjukkan bahwa pandangan terhadap perempuan dan penempatan perempuan dalam posisi pengambil kebijakan di Sumba Barat Daya sudah jauh lebih baik dari sebelumnya. Dirinya berharap agar di masa yang akan datang semakin banyak perempuan yang menunjukkan kualitasnya dan mengambil bagian dalam pengambilan kebijakan di daerah.

Carolina berjanji akan memanfaatkan mandat dan kepercayaan masyarakat secara sebaik-baiknya demi kemajuan Sumba Barat Daya. “Saya sangat menghargai seluruh kaum saya yang diberi kesempatan seluas-luasnya oleh negara untuk berkarya dan berjuang sebagai wakil rakyat. Oleh karena itu saya dengan penuh semangat dan  bekerja keras berjuang untuk sukses demi menghargai kesempatan tersebut. Saya berharap dengan adanya keterwakilan gender di parlemen, maka akan membuka kesempatan besar bagi kaum perempuan untuk berkarya dalam politik maupun bidang-bidang lainnya pada masa yang akan dating,” ujarnya. (mg28/ays)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!