Enam ASN Terlibat Politik Praktis – Timor Express

Timor Express

RAKYAT TIMOR

Enam ASN Terlibat Politik Praktis

KEFAMENANU, TIMEX – Sebanyak enam orang aparatur sipil negara (ASN) lingkup Pemerintah Kabupaten TTU terancam diberhentikan tidak dengan hormat dari jabatannya sekaligus statusnya sebagai ASN, lantaran diduga kuat terlibat politik praktis dalam pelaksanaan Pemilu 2019.

Keenam ASN tersebut terlibat politik praktis dengan mengarahkan masyarakat untuk mendukung salah satu figur sekaligus partai politik tertentu. Bahkan, ada ASN yang menggunakan jabatannya untuk menekan masyarakat mendukung caleg tertentu.

Informasi yang berhasil dihimpun Timor Express, keenam ASN yang terlibat politik praktis diantaranya, Plt Kadis Dukcapil, Robertus Nahas, Camat Naibenu, Laurentio Kolo, Camat Biboki Utara, Edmundus Aluman, Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Yoanetha Kono, Kabid Penagihan pada Dinas Pendapatan Daerah, Paula Ola Kono dan bendahara Dinas Sosial, Yuven Anapah.

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kabupaten TTU, Fransiskus Tilis kepada Timor Express, Rabu (8/5) menuturkan, pihaknya telah membentuk tim khusus untuk melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah ASN di Kabupaten TTU yang terlibat politik praktis pada Pemilu 2019.

Sesuai dengan laporan, terdapat enam ASN yang terlibat politik praktis. Mayoritas ASN yang terlibat politik itu menduduki jabatan eselon II dan juga eselon III lingkup Pemerintah Kabupaten TTU.

“Ada enam ASN yang kita sementara periksa karena terlibat politik praktis. Mayoritas pejabat eselon II dan eselon III,” tuturnya.

Menurut Fransiskus, keenam ASN itu mengarahkan dukungan kepada calon legislatif tertentu pada Pemilu, 17 April lalu. Bahkan, ada ASN yang menggunakan jabatannya untuk mempengaruhi masyarakat mendukung caleg tertentu.

Ia menambahkan, apabila terbukti bersalah, maka keenam ASN tersebut akan diberikan sanksi berat sesuai dengan ketentuan hukum yang diatur dalam Undang-undang Nomor 5/2014 tentang ASN, PP Nomor 11/2017 tentang Manajemen ASN dan PP Nomor 53 tentang Disiplin PNS.

“Sanksinya itu hukuman berat. Turun pangkat selama tiga tahun, bisa diberhentikan dari ASN. Bisa juga dinonjobkan bagi pejabat struktural,” jelasnya. (mg26/ays)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!