Timor Express

EKONOMI

Masih Mahal, Distribusi Bawang Putih Dipercepat.

PANTAU HARGA PANGAN. Staf Ahli Menteri Perdagangan Bidang Hubungan Internasional, Dody Edward saat memantau ketersediaan stok dan harga bahan pokok di salah satu retail Kota Kupang.

LINTAS NTT

KUPANG, TIMEX – Staf Ahli Menteri Perdagangan Bidang Hubungan Internasional, Dody Edward bersama staf dari Kemendag, Rabu (8/5) lalu memantau ketersediaan stok dan harga bahan pokok di Kota Kupang. Tak hanya di pasar tradisional seperti Pasar Kasih Naikoten dan Pasar Oeba, Dody yang didampingi pejabat dari Dinas Perdagangan Provinsi NTT juga mengunjungi supermarket yang ada di Kota Kupang. Seperti Hypermart, Transmart dan Ramayana.

Kepada wartawan, Dody mengatakan, dari ketiga retail yang dikunjungi, harga beras, gula, minyak goreng dan komoditas lain masih stabil atau masih sesia dengan harga eceran. Bahkan ada yang di bawah harga pasaran.

Yang mengalami lonjakan harga di bulan Ramadan, menurut Dody, hanya bahan pokok dari produk hortikultura. Lonjakan harga berkisar 10 hingga 15 persen dari harga sebelum Ramadan. Namun khusus untuk komoditi bawang putih, lonjakan harganya cukup signifikan karena ada kendala dari sisi stok/ketersediaan. Dari hasil pantauan, diketahui harga komoditi bawang putih di pasaran masih cukup tinggi dengan kisaran mencapai Rp 60 ribu sampai Rp 70 ribu per kilogram.

Untuk itu, dia meminta agar pendistribusian bawang putih dari Surabaya ke Provinsi NTT dipercepat, sehingga harga yang masih tinggi saat ini bisa dikendalikan.

“Kami minta agar pemerintah provinsi lewat arahan Pak Gubernur bisa mempercepat distribusi bawang putih masuk ke NTT, supaya harganya kembali normal,” katanya.

Oleh karena bawang putih sedang dalam proses pendistribusian dari Surabaya, Dody mengaku optimis harganya akan kembali normal dalam waktu dekat. Jika sudah masuk ke Kupang, dia berharap Pemda untuk sama-sama membantu percepatan distribusi ke daerah-daerah.

Selain berharap adanya percepatan dalam distribusi, Dody juga meminta agar aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Tenau selama bulan Ramadan hingga hari Lebaran lebih memprioritaskan bahan kebutuhan pokok. Sehingga tidak terjadi kelangkaan bahan pokok di pasaran dan harga bahan pokok bisa stabil.

“Bahan-bahan yang sifatnya kebutuhan pokok harus diprioritaskan saat bongkar muat,” katanya.

Untuk diketahui, selama berada di Kota Kupang, Dody beserta staf dari kemendag juga meninjau gudang distributor untuk memastikan ketersediaan stok bahan pokok, serta meninjau dari dekat aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Tenau Kupang.

Usai memantau harga pasar dan ketersediaan stok, dilanjutkan dengan rapat koordinasi daerah (Rakorda) bersama pemerintah daerah terkait harga dan stok barang selama Ramadan hingga Lebaran. (tom)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!