PDIP-Golkar Rebutan Kursi Ketua – Timor Express

Timor Express

NASIONAL

PDIP-Golkar Rebutan Kursi Ketua

DPRD NTT
PDIP Menang 4 Dapil, Golkar 2

KUPANG, TIMEX – Hasil pleno sementara Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi NTT menunjukkan dua partai politik bersaing merebut kursi Ketua DPRD NTT Periode 2019-2024.

Keduanya, yakni Partai Golkar dan PDI Perjuangan yang sama-sama meraih 10 kursi dari delapan daerah pemilihan di NTT. Kedua partai tersebut juga mengumpulkan suara di atas 300 ribu.

Di urutan ketiga, Partai Nasdem dengan sembilan kursi, dan urutan keempat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan tujuh kursi. PKB berhasil menggeser Partai Gerindra yang sebelumnya menjabat wakil ketua DPRD NTT.

Untuk penentuan partai pemenang di DPRD NTT, masih menunggu pleno dari Daerah Pemilihan VI yang meliputi Alor, Lembata dan Flores Timur, serta dapil I yang meliputi Kota Kupang.

Data sementara Timor Express menunjukkan, PDIP menang atau unggul atas Golkar di lima dapil. Sisanya tiga dapil dimenangkan Golkar. Karena perolehan kursi sama, penentuan pemenang akan dilihat melalui perolehan suara terbanyak.

Sekretaris DPD PDIP Provinsi NTT, Nelson Matara yang diwawancara koran ini menjelaskan, data internal PDIP menyebutkan, PDIP meraih suara terbanyak. Ditanya terkait mekanisme penentuan kursi pimpinan di internal PDIP, Nelson katakan ada sejumlah kriteria. “Yang pertama pengurus, mulai dari ketua, sekretaris lalu bendahara. Kemudian perolehan suara terbanyak. Satu lagi, pengalaman,” terang Nelson yang juga mantan Wakil Ketua DPRD NTT itu.

Sementara Ketua DPD Golkar NTT, Melkiades Laka Lena yang diwawancara terpisah mengatakan, untuk kepastian siapa pemegang palu, pihaknya tetap menunggu final pleno KPU NTT.

Ditanya terkait mekanisme penentuan kursi pimpinan DPRD di internal Golkar, Melki katakan, ada mekanisme dan peraturan yang harus dilalui. “Dibahas di internal DPD Golkar provinsi, diajukan ke DPP partai Golkar untuk dibahas dan diputuskan,” terangnya.

Selama ini, Partai Golkar tidak pernah terkalahkan dalam perebutan kursi Ketua DPRD NTT. Periode 2014-2019 saat ini pun masih dipegang Golkar dengan wakilnya dari PDIP, Nasdem dan Gerindra.

Terdapat delapan dapil yang hampir selesai melakukan pleno. Dari delapan dapil itu, PDIP menang di empat dapil, yakni dapil II, dapil III, dapil V dan dapil VI. Selanjutnya, Golkar menang di dua dapil, yakni dapil I dan dapil VIII. Kemudian, Nasdem menang di dapil VII dan PAN menang di dapil IV.

Sementara itu Ketua Harian DPD I Golkar NTT, Mohamad Ansor memastikan, sesuai hasil pleno tingkat kecamatan di Kota Kupang, perolehan suara Partai Golkar mencapai 39.152 suara.

Perolehan ini jika dibandingkan dengan partai lain menggunakan metode penghitungan yang baru yakni Sainte Lague maka, lanjut Ansor yang juga Caleg DPRD NTT Dapil 1 ini, Golkar akan memperoleh dua kursi. “Kami tidak mendahului hasil pleno penetapan, namun berdasarkan perolehan suara Golkar dan partai lain maka Dapil 1 Golkar akan memperoleh dua kursi,” jelas Ansor.

Bahkan anggota DPRD NTT ini mengatakan, ada dua Dapil Golkar mengutus dua wakilnya yakni Dapil 1 (Kota Kupang) dan Dapil 5 (Sikka, Ende, Ngada, Nakegeo). Dengan demikian, lanjut Ansor, Golkar diprediksi akan memperoleh 10 kursi di DPRD NTT. (cel/sam)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!