Timor Express

HUKUM

Kejati Segera Gelar Perkara Kasus Tanah Jonas Salean

BERI KETERANGAN. Kasi Penkum Kejati NTT Abdul Hakim memberikan keterangan kepada wartawan di kantornya, belum lama ini.

OBED GERIMU/TIMEX

KUPANG, TIMEX – Penyidik Kejati NTT segera melakukan gelar perkara dugaan korupsi terkait penyerobotan lahan milik Pemkab Kupang di Jl. Veteran, Kelurahan Fatululi, Kota Kupang, oleh mantan Wali Kota Kupang Jonas Salean.

Kasi Penkum Kejati NTT Abdul Hakim kepada Timor Express di ruang kerjanya, Jumat (10/5), mengatakan, gelar perkara tersebut dimaksudkan untuk mengevaluasi hasil penyelidikan yang dilakukan tim penyelidik Bidang Tipidsus Kejati NTT.

“Jadi gelar perkara ini untuk mengevaluasi hasil penyelidikan. Nanti dilihat, apakah sudah bisa ditingkatkan ke tahap penyidikan, atau perlu dilengkapi lagi,” kata Abdul.

Dia menjelaskan, sebelumnya penyelidikan dilakukan oleh Bidang Intelijen, kemudian dilimpahkan ke Bidang Tipidsus untuk ditindaklanjuti.

Penyelidikan kasus ini sebelumnya dilakukan oleh Bidang Intelijen, dan dalam gelar perkara, diputuskan penyelidikan dialihkan ke Bidang Pidsus.

“Sebelumnya penyelidikan oleh Bidang Intelijen, tapi bukan penyelidikan standar KUHAP. Ada data dan diover ke Pidsus. Kalau dalam tataran lidik pasti kita masih rahasiakan, tapi pasti ada ujungnya. Naik penyidikan atau dihentikan. Akan diuji proses kepemilikan, apakah sudah sesuai prosedur atau tidak,” kata dia.

Dalam penyelidikan perkara ini, telah diperiksa belasan orang saksi. Para saksi termasuk mantan Wali Kota Kupang Jonas Salean yang telah memiliki Sertifikat Hak Milik (SHM) atas lahan tersebut.

Selain itu adalah Christin Antonius dan Moris Patty yang juga telah memiliki SHM atas lahan tersebut.

Pihak lain yang dimintai keterangan adalah Kasat Pol PP Kota Kupang Thomas Dagang, Soleman Benu dari BPN Kota Kupang, Kabag Tatapem Kota Kupang Yanuard Dally, termasuk Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (PKAD) Kota Kupang dan Kepala Dinas PKAD Kabupaten Kupang.

Selain meminta keterangan dari para saksi tersebut, penyelidik juga mengumpulkan sejumlah barang bukti berupa dokumen SHM atas lahan dimaksud, dimana sesuai versi Pemkab Kupang lahan tersebut seluas 1.225 m2 dan berdasarkan versi Jonas Salean seluas 1.170 m2.

Lahan tersebut juga, dari awalnya memiliki 1 SHM, kemudian telah dipecah-pecah menjadi 5 bagian dan semuanya telah bersertifikat, dimana Jonas Salean sendiri memiliki 2 SHM.

Jonas Salean sebelumnya kepada koran ini membenarkan dirinya telah dimintai keterangan oleh pihak Kejati NTT.

“Itu ada laporan tidak tahu dari siapa bahwa beta (saya) ada serobot tanah kaplingnya Pemkab Kupang di Kelurahan Fatululi situ, sehingga Kejati dari Intel panggil untuk kasih keterangan dan bawa bukti kepemilikan. Jadi beta bawa dengan sertifikat, karena tanah kapling,” kata Jonas.

Dia menegaskan, lahan yang dipersoalkan telah menjadi miliknya yang dibuktikan dengan Sertifikat Hak Milik (SHM) atas nama dirinya tahun 2006, saat dirinya menjabat Sekda Kota Kupang.

Jonas mengaku mendapat lahan kapling tersebut dari Pemkot Kupang tahun 2004 dengan luas 1.000 meter persegi lebih. “Jadi saya hanya ditanya soal kepemilikan dan tunjukan bukti sertifikat,” kata Jonas.

“Tinggal kabupaten (Pemkab Kupang), kalau dia ada sertifikat tinggal digugat beta di Pengadilan saja,” pungkas sosok yang juga Ketua Golkar Kota Kupang itu. (joo)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!