Timor Express

KUPANG METRO

Pemkot Kupang Dapat 50 Kapal Ikan

ILUSTRASI; NET

KUPANG, TIMEX – Dalam rangka pemberdayaan ekonomi masyarakat,  Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Kupang fokus pada program kerja tahun 2019, yaitu memberikan bantuan sarana tangkap ikan bagi masyarakat nelayan atau masyarakat pesisir, dan masyarakat yang membudidayakan ikan air tawar.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Kupang, Orson Nawa, saat diwawancarai di Balai Kota Kupang,  Jumat (10/5).

Orson mengatakan,  ntuk membantu pemerintah Kota Kupang dalam program pemberdayaan ekonomi masyarakat, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI juga turut memberikan bantuan, berupa kapal ikan dan sarana tangkap lainnya.

Orson menjelaskan, bantuan yang diberikan pemerintah pusat yaitu 50 buah kapal ikan kapasitas 10 GT beserta semua peralatannya.

Bantuan ini merupakan peralihan bantuan, yang awalnya kapal-kapal ini akan diberikan ke Kabupaten Rote Ndao, namun karena ada beberapa kendala, maka dialihkan ke Kota Kupang.

“Kami akan menerima bantuan kapal ikan dengan kapasitas 10 GT dan peralatannya. Minggu depan kami sudah berangkat untuk menerima bantuan ini, dan setelah itu akan langsung dibagikan ke masyarakat pesisir yang dalam klasifikasinya berhak dan layak menerima bantuan ini untuk menunjang profesinya sebagai nelayan,” terangnya.

Sementara bantuan dari pemerintah daerah sendiri, kata Orson,  Pemkot Kupang mengalokasikan anggaran Rp 2 miliar untuk memberikan bantuan pemberdayaan ekonomi kepada masyarakat nelayan dan masyarakat budidaya ikan air tawar.

“Jadi anggaran sebesar Rp 2 miliar ini merupakan anggaran tahun 2019 yang dialokasikan khusus untuk memberikan bantuan kepada masyarakat nelayan dan budidaya ikan air tawar seperti Nila dan Lele,” katanya.

Menurut Orson, bantuan yang diberikan hanya berupa bantuan alat tangkap, atau sarana pendukung, agar masyarakat nelayan dapat menjalankan profesinya secara baik.

Sementara untuk masyarakat yang membudidayakan ikan air tawar,  maka diberikan bantuan benih ikan Lele dan Nila.

“Sama seperti tahun sebelumnya, kita memberikan bantuan benih ikan Lele dan Nila kepada masyarakat yang mau membudidayakannya untuk peningkatan ekonomi. Sekarang juga pasar untuk Nila dan Lele sudah terbuka lebar, sehingga masyarakat bisa untung dengan menjual ikan Lele dan Nila,” terangnya.

Selain itu kata Orson, dalam tahun 2019 ini, Dinas Kelautan dan Perikanan menargetkan untuk bisa mengelola Tempat Pemotongan Ikan (TPI) Oeba, dan masih dalam rancangan untuk kemudian diusulkan.

“Jadi kami mau mengelola TPI Oeba agar semuanya jelas. Kami juga dapat lebih leluasa mengontrol peredaran ikan dan perkembangannya, tetapi semua masih dalam proses. Diupayakan agar dalam tahun ini bisa dialihkan ke DKP,” terangnya. (mg25/joo)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!