Timor Express

KUPANG METRO

Siap Bersihkan Pantai Lasiana dan Senam Bersama

BERSAMA. Sekretaris Komda NTT Sentianus Medi Sera pose bersama peserta rapat di Balai Diklat Dinas Sosial NTT, Kamis (9/5).

INTHO HERISON TIHU/TIMEX

Persiapan Peringatan HUT Ke-23 Kelompok Lanjut Usia 

ANEKA kegiatan akan digelar secara nasional untuk memperingati HUT ke-23 kelompok Lansia. Kegiatan kebersihan dan senam sehat akan dipusatkan di Pantai Lasiana.

INTHO HERISON TIHU, Kupang

KEGIATAN yang diselenggarakan secara serentak ini menurut Komisi Daerah (Komda) Lanjut Usia lebih menghemat anggaran, sederhana dan efisien serta tidak ingin perayaan secara seremonial tetapi memberikan dampak nyata kepada masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Komda NTT, Sentianus Medi Sera usai rapat bersama yang digelar di Balai Diklat Dinas Sosial NTT, Kamis (9/5).

Sentianus sampaikan bahwa dalam kegiatan itu akan dihadiri 200 lebih anggota Komda yang terdiri dari unsur organisasi pimpinan daerah (OPD) di NTT.

“Senam selesai dilanjutkan pungut sampah, lalu berkreasi. Kita mau rayakan HUT Lansia yang murah meria, afektif dan sederhana” ujar Sentianus.

Menurutnya, sesuai hasil dalam rapat tersebut, HUT Lansia akan dimulai pada pukul 06.00 dengan kegiatan senam sehat, kemudian dilanjutkan dengan aksi memungut sampah dan terakhir para Lansia dapat refreshing yang dipusatkan di Pantai Lasiana Kupang pada Jumat (24/5).

Dia menjelaskan bahwa HUT Lansia pada tahun 2019 ini berbeda dengan tahun 2018 lalu.

Jika yang lalu kegiatannya hanya dilakukan secara serimonial di dalam ruangan, maka kali ini lebih fokus kegiatan outdoor antara lain senam sehat dan gerakan bersih memungut sampah.

Lanjutnya, senam memiliki manfaat bagi kesehatan lansia yang potensial. Sehingga jika sehat maka lansia bisa produktif meski di usia senja.

Sedangkan gerakan bersih memungut sampah untuk mengatasi masalah sampah sekaligus mendukung gerakan Gubernur NTT memerangi sampah yang telah menobatkan Kota Kupang, ibu kota NTT, sebagai salah satu kota terkotor di Indonesia.

Terkait jumlah lansia, dia mengatakan secara nasional saat ini berkisar 18 jutaan jiwa dari 240 juta penduduk Indonesia dan diperkirakan akan naik pada angka 28 juta jiwa pada tahun 2020 nanti.

Sedangkan di NTT mencapai 361 ribu lebih dari 5 jutaan penduduk NTT.

Berdasarkan data ini, dia katakan bahwa Indonesia sudah rawan lansia karena sudah bertumbuh di atas 7 persen

Dia juga meminta agar seluruh Lansia tidak menjadi beban keluarga dan negara, tetapi harus keluar menjadi contoh dan panutan di masyarakat secara umum dan mengurangi beban keluarga dengan potensi yang dimiliki.

“Makanya ke depan ini rencana Lansia cukup bagus. Jadi tidak sekadar bentuk sebab kahadiran Komda berdasarkan UU, PP, dan Kepres yang memiliki visi-misi memajukan para Lansia potensial,” tambahnya.

Komda NTT menurut Sentianus, merupakan wadah bagi para Lansia  potensial untuk mengembangkan diri sehingga tidak menjadi beban bagi kelurga dan negara.

Komda NTT juga akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar membentuknya hingga kecamatan bahkan kelurahan, agar dapat menjangkau seluruh Lansia potensial di mana saja berada.

“Komda hanya mengurus Lansia yang produktif, seperti bisa jalan, naik sepeda motor dan bisa beraktivitas secara normal,” imbuhnya

Sementara itu, Stephen Detaq, dari Divisi Pemberdayaan Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) Kupang, dalam sambutannya mengatakan, bahwa sekitar 70 persen pensiunan di NTT masih memiliki mindset bahwa pensiun adalah berhenti beraktivitas, padahal pihaknya memiliki fokus untuk memberdayakan mereka melalui dana pemberdayaan.

“Untuk sementara memang kita sering kewalahan memotivasi dan merubah pola pikir purna bakti kita. Yang ada dalam pikiran mereka, pensiun itu berhenti beraktivitas menikmati masa pensiun dan tidak menghitung bagaimana mengelolah waktu hingga akhir hayat, itu yang kita rubah,” ujar Stephen.

Dia pun menjelaskan bahwa pihaknya pada 2014-2016 lalu fokus untuk merubah mindset. Dan awal 2017 pemberdayaan Lansia mulai jalan melalui materi masa depan yang produktif.

Sehingga jika ada yang ingin membuka usaha, maka mereka akan membantu dalam bentuk keuangan dan pemberian materi pembekalan atau pemgembangan usaha setiap dua bulan sekali.

Menurut dia, menjadi tanggung jawab Divisi Pemberdayaan BTPN untuk mengubah, paling tidak dapat mengurangi pola pikir pensiun berhenti beraktivitas agar bisa tetap produktif, meski telah Lansia. Tentunya Lansia yang potensial.

Mengenai target, Stephen tidak memasang dengan angka tinggi. Menurutnya meski yang ada hanya dua atau tiga orang, tetapi fokus dan punya niat dalam usaha, maka akan menjadi perhatian khusus dari BTPN.

“Misalnya target kita 50 orang. Kita target 2 atau 3 orang yang betul-betul mau usaha karena banyak yang ikut-ikut saja. Kita fokus ke mereka yang ingin betul-betul berusaha,” ujar pria berdarah Rote Ndao itu.

Disinggung berapa jumlah Lansia potensial yang sudah dicover BTPN, secara gamblang dia mengatakan belum ada data valid tetapi hampir semua cabang BTPN itu ada Lansia yang mendapat dana pemberdayaan untuk melakukan usaha.

“Data valid memang saya belum punya, tetapi setiap kita punya cabang BTPN di NTT, hampir setiap cabang itu ada,” paparnya

Dia juga mencontohkan salah satu Lansia di Kota Kupang yang sukses dengan usaha tenun ikat yakni seorang ibu mantan kepala salah satu SD di Kota Kupang, yang setiap tahun sering diundang mengelilingi Indonesia itu pernah menjadi nasabah dan dibina oleh divisinya.

Bank BTPN akan menjadi sponsor utama HUT Lansia berkolaborasi dengan lembaga OPD lain di NTT, dalam menyukseskan event yang sedianya dilaksanakan Pantai Lasiana pada 24 Mei 2019 mendatang. (*/joo)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!