Timor Express

SUROSA

Sumba Kekurangan Hiburan

Windy Suwarno

WAINGAPU, TIMEX – Fakultas Ilmu-ilmu Sosial (FIS) Unkriswina Sumba yang berumur tiga tahun pada 2 Maret 2019 lalu, merayakan HUT ke-3 dengan menggelar FIS Festival. Kegiatan tersebut berlangsung pada 8-10 Mei, bertempat di aula Unkriswina Sumba.

Kegiatan baru terselenggara, karena terkendala padatnya jadwal di bulan Maret. Festival dibuka untuk umum dan diberikan kesempatan untuk membuka stan secara gratis.

Ketua panitia FIS Festival Unkriswina, Windy Paskawati Suwarno kepada Timor Express, Jumat (10/5) menjelaskan, ada 53 stan yang ikut serta dalam festival. Baik dari Unkriswina, Rambu Art, SMA dan SMK di Waingapu. Stan dibagi dua yakni seni dan sains. Sedangkan bagian lainnya yakni kuliner olahan mahasiswa dan peserta dari luar.

“Kita ingin mengajarkan entrepreuner hingga ketingkat praktik, sehingga ini adalah ruang dan wadah agar kreativitas dapat dipamerkan karena kreativitas tanpa wadah, maka tidak akan menjadi apa-apa,” ungkapnya.

Windy menegaskan, Sumba memiliki potensi untuk membuat bazar besar dan melihat bahwa Sumba kekurangan hiburan dari segi bazar dan pameran kreativitas.

“Harapannya mahasiswa bisa melihat potensi bahwa bazar kreativitas ke depannya memiliki potensi besar, sehingga bisa melakukan bazar yang lebih besar lagi. Saya juga melihat ide awalnya kegiatan ini karena Sumba kekurangan hiburan dilihat dari sangat jarangnya ada bazar besar di Waingapu. Sehingga, ini sebagai inkubator untuk melaksanakan kegiatan yang lebih besar baik di taman Sandlewood atau kerja sama dengan pemerintah,” tegasnya.

Dijelaskan, tujuan utama mewadahi kreativitas, supaya kreativitas dapat dimaksimalkan dengan praktik langsung entrepreunersip sekaligus sebagai promosi Unkriswina dalam waktu dekat yang akan melaksanakan penerimaan nahasiswa baru, sehigga melakukan kerja sama dengan semua SMA dan SMK se-Kota Waingapu.

Salah seorang mahasiswa Unkriswina, Susan, mengapresiasi kegiatan festival, karena menambah pengalaman baru dan bisa mengembangkan olahan mahasiswa. “Sehingga tidak perlu jajan diluar dan sebagai mahasiswa IT kita bisa membantu promosi produk di internet dan harapannya dengan banyaknya produk olahan mahasiswa di kampus bisa membuat kantin di kampus dari prduk olahan mahasiswa sendiri,” katanya. (mg31/ays)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!