Timor Express

PENDIDIKAN

SMKN 3 Kupang Lepas 321 Siswa

HASIL UN.Kepala SMK Negeri 3 Kota Kupang, Jeni Bhasarie. SE. MPar menyerahkan hasil UN kepada siswayang lulus, Senin (13/5)

INTHO HERISON TIHU/TIMEX

KUPANG, TIMEX – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 3 Kota upang punya cara tersendiri untuk melepas siswanya yang tamat. Mereka menggelar acara syukuran dan melepas anak didiknya yang segera melepas seragam putih abu-abu.

Sebanyak 321 siswa secara resmi dilepas setelah menerima hasil ujian Nasional (UN), Senin (13/5). Para siswa baru mendengar hasil sekaligus syukuran dan buka puasa bersama, Senin (13/5) sore.

Pengumuman serta pelepasan siswa kelas XII tersebut diawali dengan tarian yang mengiringi para siswa masuk ke tenda wisuda dilanjutkan dengan ucapan terima kasih oleh para siswa kepada orangtua serta para guru.

Suasana di halaman sekolah pun tampak tidak seperti biasanya. Para siswa, orangtua dan guru serta undangan yang hadir, menggunakan busana adat dari berbagai etnik.

Gabriel, Siswa Jurusan TKJ mendapat kesempatan menyampaikan kesan dan pesan mewakili siswa lain. Dia menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu mereka sejak menjadi siswa SMK sampai menerima hasil UN.

“Kami tidak bisa membalas kebaikan bapak/ibu guru yang sudah berusaha mendidik kami. Kami juga selalu melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. Kami menyampaikan permohonan maaf dan ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada semua pihak yang terus membantu kami,” ungkapnya.

Wakil Ketua Komite, Adi Ledo juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh orangtua yang telah menitipkan anak-anaknya untuk mengikuti proses belajar di SMKN 3 Kupang sampai menerima hasil.

Dikatakan, momentum yang mengharukan dan membahagiakan ini tidak bisadihasilkan tanpa sebuah pengorbanan dan kerja keras dari siswa, orangtua dan guru di sekolah.

“Untuk menghasilkan sesuatu, tentu ada proses dan proses ini dilakukan oleh siswa, orangtua dan guru dengan memperoleh hasil pada hari ini. Sebuah keberhasilan tidak terlepas dari sebuah perjuangan dan tentu siapa yang tidak berjuang, tidak mendapatkan hasil,” katanya.

Lanjut Adi, bagi yang lulus dengan hasil yang memuaskan dapat digunakan sebaiknya untuk menentukan masa depan. Para lulusan dipastikan tidak akan menganggur. Dipastikan akan mendapatkan kerja atau diserap pada dunia kerja. “Kepada orangtua, setelah menerima kembali para siswa, terus membimbingnya agar menjadi orang yang takut akan Tuhan,” ujarnya.

Sementara Kepala SMK Negeri 3 Kupang, Jeni JP Bhasarie menuturkan, dalam proses belajara mengajar banyak hal yang terjadi. Dari hasil yang diperoleh, lanjutnya akan menjadi dasar untuk melakukan evaluasi agar bisa menghasilkan lulusan dengan nilai yang lebih tinggi lagi.

“Sering kali orang melihat hasil akhir dari sebuah kegiatan, namun harus diketahui bahwa baik buruknya pendidikan bergantung dari input atau keberadaan siswa sebagai peserta didik, proses yakni lembaga, kurikulum dan guru serta output atau hasil yang diperoleh dari para siswa,” katanya.

Sekolah sebagai lembaga terus melakukan evaluasi diri untuk menghasilkan lulusan yang memiliki integritas dan daya juang yang tinggi, serta kompentensi yang dibutuhkan dunia usaha. “Semuanya ini membutuhkan kerja sama dari semua komponen masyarakat, sehingga mampu meningkatkan mutu pendidikan di NTT,” ujarnya.

UN SMKN 3 hasilnya hanya 99,6 persen yang lulus, karena sebanyak 3 siswa tidak mengikuti ujian. Siswa kelas XII yang mengikuti UN sebanyak 321 orang, tersebar di lima jurusan, yakni TKJ 87 orang, Akomodasi Perhotelan 99, Tata Boga 47, Kecantikan Kulit 13 orang, Kecantikan Rambut 12 orang dan Tata Busana 63 orang.

Sebanyak 10 siswa mendapat nilai tertinggi, di antaranya Gatry Reskya Klau dari Jurusan Akomodasi Perhotelan dengan nilai 286, Natalia Crismas dari Jurusan Akomodasi Perhotelan dengan nilai 274,5, Reinaldi Nale dari Jurusan Teknik Komputer dengan nilai 273.

Ada juga Anjelina Susana dari Jurusan Tata Boga dengan nilai 254,5, Rifan Pratama Chandra dari Jurusan Tata Boga dengan nilai 253, Febri Maleifani dari Jurusan Tata Busana dengan nilai 249, Fransiska Nensi dari Jurusan Akomodasi Perhotelan dengan nilai 247,5.

Urutan kedelapan, yakni Tri Aprilia Wasia dari Jurusan Tata Boga dengan nilai 246, Refita dari Jurusan Akomodasi Perhotel dengan nilai 245,5 dan Foni Ndaumanu dari Tata Busana dengan nilai 240.(mg29/cel)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!