BPKP Hitung Kerugian, Periksa Tambahan Sekda – Timor Express

Timor Express

HUKUM

BPKP Hitung Kerugian, Periksa Tambahan Sekda

SAKSI. Tampak salah satu saksi perkara NTT Fair memasuki ruang Bidang Pidsus untuk menjalani pemeriksaan, Rabu (15/5).

OBED GERIMU/TIMEX

Kejati Rampungkan Penyidikan Kasus NTT Fair 

KUPANG, TIMEX – Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan NTT diminta penyidik Kejati NTT untuk melakukan penghitungan kerugian negara (PKN) terkait perkara dugaan korupsi proyek NTT Fair.

Asisten Bidang Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejati NTT Sugiyanta yang diwawancarai di ruang kerjanya, Rabu (15/5) sore, mengatakan, ekspos oleh tim penyidik ke BPKP dalam rangka permintaan PKN sudah dilakukan sejak seminggu yang lalu.

“Kita sudah ekspos ke BPKP untuk menghitung kerugian negara,” kata Sugiyanta.

Mantan Kajari Manggarai Barat itu melanjutkan, tim penyidik juga terus memeriksa tambahan para saksi.

Saksi yang diperiksa tambahan termasuk Sekda NTT Ben Polomaing, beserta PPK dan Pokja.

“Pemeriksaan tambahan terhadap saksi-saksi terus dilakukan, disesuaikan dengan kebutuhan penyidik. Semuanya untuk merampungkan berkas perkara,” jelas dia.

Mengenai pemeriksaan tambahan terhadap mantan Gubernur NTT Frans Lebu Raya, Sugiyanta sampaikan pihaknya masih melakukan perampungan, sehingga apabila dibutuhkan tambahan keterangan, maka yang bersangkutan bisa dipanggil kembali untuk menjalani pemeriksaan.

Terkait dengan agenda gelar perkara untuk penetapan tersangka perkara ini, Sugiyanta katakan pihaknya masih menunggu kepulangan Kajati NTT.

“Kita masih tunggu pak Kajati pulang dulu baru melakukan gelar perkara,” imbuh Sugiyanta.

Sebelumnya, Kasi Penkum Abdul Hakim, mengatakan, perkembangan penyidikan terus mengerucut kepada para pihak yang dinilai paling bertanggung jawab dalam perkara dimaksud.

“Semua saksi berpotensi menjadi tersangka, untuk itu masih didalami dalam tahap penyidikan. Akan kita gelar perkara hasil penyidikan untuk melihat peran dan keterlibatan para pihak terkait, sehingga dapat disimpulkan dan ditetapkan pihak yang paling bertanggung jawab dalam perkara ini,” kata Abdul Hakim.

Terkait perkara dugaan korupsi proyek NTT Fair, tim penyidik Kejati NTT yang ditunjuk telah memeriksa 25 saksi.

Para saksi adalah mantan Gubernur NTT Frans Lebu Raya, Sekda NTT Ben Polomaing, kontraktor pelaksana Linda Liudianto selaku kuasa direktur, konsultan pengawas, PPK Dona Toh, peneliti kontrak, saksi ahli dan mantan Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi NTT Yuli Arfa beserta sejumlah stafnya.

Turut diperiksa saksi Aryanto Rondak selaku ajudan mantan Gubernur NTT Frans Lebu Raya.

Tim penyidik juga melakukan pemeriksaan fisik proyek tersebut melibatkan tim ahli, PPK, konsultan manajemen konstruksi dan project manager.

Pemeriksaan lapangan ini untuk mencocokan keterangan saksi dengan kondisi riil fisik proyek, baik kualitas maupun volume. Hasil pemeriksaan lapangan tersebut kemudian dihitung oleh tim ahli.

Sebelumnya, tim penyidik Kejati NTT juga melakukan penyitaan uang senilai Rp 686.140.900 sebagai barang bukti dalam perkara dugaan korupsi proyek pembangunan gedung pusat pameran NTT Fair.

Uang tunai ratusan juta tersebut disita dari pihak konsultan pengawas proyek dimaksud.

Proyek yang berlokasi di wilayah Bimoku, Kelurahan Lasiana, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang tersebut, dianggarkan melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi NTT Tahun Anggaran (TA) 2018 senilai Rp 29.919.130.500 dan dikerjakan oleh PT. Cipta Eka Puri.

Pada tanggal 31 Desember 2018 telah dilakukan kelebihan pembayaran 100 persen kepada rekanan walau faktanya progres pekerjaan belum rampung. Pembayaran secara penuh kepada rekanan pelaksana dilakukan PPK pada 14 Desember 2018. (joo)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!