Timor Express

RAKYAT TIMOR

Oknum Polisi Diduga Aniaya ODGJ

KORBAN. ODGJ yang diduga dianiaya oleh oknum polisi saat ditemui Timor Express di rumahnya di pasar lama Kelurahan Kefamenanu Tengah, Senin (13/5).

PETRUS USBOKO/TIMEX

Keluarga Desak Ungkap Pelaku

KEFAMENANU, TIMEX – Orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Kabupaten TTU diduga dianiaya oknum aparat Polres TTU hingga babak belur di ruas jalan El Tari Kelurahan Benpasi Kecamatan Kota Kefamenanu, Sabtu (11/5) lalu.

Korban yang diketahui bernama Gilman, warga Tanah Putih Kelurahan Kefamenanu Tengah Kecamatan Kota Kefamenanu itu dianiaya oknum polisi akibat tidak tertib berlalu lintas dengan menerobos lampu merah.

Informasi yang berhasil dihimpun Timor Express dari sejumlah sumber mengatakan, kejadian awal bermula saat oknum anggota polisi bernama Brigpol Rustam menjemput anaknya menggunakan sepeda motor di SD Nurul Fallah. Dari arah jalan El Tari berpapasan dengan Gilman yang datang dari arah terminal dan menerobos lampu merah, sehingga oknum anggota polisi itu berbalik arah dan mengejar ODGJ untuk memberikan teguran. Namun yang terjadi, oknum polisi itu memukul ODGJ di bagian tengkuk.

Tidak terima perlakuan oknum polisi itu, ODGJ langsung mencabut dua buah sangkur dan mengajak oknum polisi untuk berduel, namun ajakan dari ODGJ itu tidak diladeni oleh oknum polisi. Sehingga, pihaknya meminta bantuan kepada SPKT Polres TTU untuk mengamankan ODGJ itu.

Namun sayangnya, kehadiran polisi di TKP bukannya memberikan kenyamanan terhadap ODGJ, bahkan membiarkan masyarakat menganiaya ODGJ menggunakan batu dan tangan hingga babak belur. Ironisnya, ada juga oknum anggota polisi yang mengarahkan pukulan menggunakan tangan kepada OGDJ hingga tulang hidung patah.

Burhanuddin, perwakilan keluarga korban ketika ditemui Timor Express di kediaman korban, Senin (13/5) menuturkan, pihaknya selaku keluarga korban telah membuat laporan polisi atas dugaan tindak pidana penganiayaan berat terhadap ODGJ yang diduga kuat dilakukan oleh beberapa pelaku termasuk adanya keterlibatan oknum anggota polisi.

Dikatakan, upaya lapor polisi yang dilakukan keluarga terhadap beberapa pelaku lantaran korban setelah mendapat tindakan penganiayaan hingga babak belur, para pelaku terkesan lepas tangan dan tidak mau bertanggung jawab.

“Kita ambil langkah hukum dengan membuat laporan polisi atas kasus dugaan tindak pidana penganiayaan berat yang dilakukan oleh para pelaku,” tutur Burhanuddin.

Menurut Burhanuddin, pihak keluarga menyerahkan sepenuhnya proses hukum yang telah dilaporkan kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas para pelaku yang terlibat dalam kasus tidak pidana penganiayaan berat terhadap ODGJ.

Keluarga berharap, pihak kepolisian dapat mengungkap para pelaku yang terlibat menganiaya korban hingga babak belur. Pelaku yang menganiaya korban dapat diberikan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya.

“Kita menyerahkan sepenuhnya proses hukum ini kepada pihak kepolisian. Kita berharap para pelaku dapat dijatuhi hukuman yang setimpal dengan perbuatanya,” pungkasnya.

Sementara, Abdul Muis, perwakilan keluarga korban lainnya mengaku sangat prihatin dengan kondisi korban pasca dianiaya oleh beberapa pelaku, termasuk adanya keterlibatan oknum anggota polisi yang bertugas di Polres TTU.

Menurut Abdul, apabila oknum polisi yang saat kejadian berada di TKP dan tidak memprovokasi anggota polisi lainnya, tentu korban tidak akan mendapat perlakuan yang sangat memprihatikan seperti saat ini.

“Kalau tidak ada provokasi dari anggota polisi yang ada di TKP, tidak mungkin ada tindakan penganiayan terhadap korban seperti ini,” tuturnya.

Ia menambahkan, pihak keluarga mengharapkan proses hukum yang sudah ditempuh oleh keluarga dengan membuat laporan polisi dapat berjalan dengan jernih tanpa adanya kepentingan pihak manapun yang mengganggu jalanya proses hukum itu.

“Saya hanya menginginkan proses hukum ini berjalan aman dan lancar tanpa adanya kepentingan apapun,” pungkasnya.

Sementara itu, Kapolres TTU, AKBP Rishian Krisna Budhiaswanto ketika akan dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya, Rabu (15/5) tidak berada di tempat. Dikabarkan, Kapolres TTU sementara berada di luar daerah. Namun, ketika dihubungi Timor Express melalui telepon selular, tidak merespon. (mg26/ays)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!