Wagub NTT segera Jemput Wilfrida Soik – Timor Express

Timor Express

NASIONAL

Wagub NTT segera Jemput Wilfrida Soik

Sejak 2015 Masih Tinggal di Malaysia

JAKARTA, TIMEX– Pasca dinyatakan bebas dari tuntuan hukuman mati berdasarkan putusan Mahkamah Rayuan Putrajaya, Malaysia, sejak 2015 lalu, hingga kini Wilfrida Soik masih berada di Malaysia.
Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Desa Faturika, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, Provinsi NTT ini masih berada di Malaysia untuk pengurusan dokumennya sebelum kembali ke NTT.

Karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT memastikan akan segera mejemput Wilfrida Soik di Malaysia. “Bulan depan, saya akan berangkat ke Malaysia untuk menjemput Wilfrida Soik. Dia sudah dinyatakan bebas dan tidak terbukti melakukan pembunuhan terhadap majikannya sesuai putusan Mahkamah Rayuan Putrajaya, Malaysia,” kata Wagub NTT Josef Nae Soi kepada Timor Express di Jakarta, belum lama ini.

Ditanya mengenai sikap Pemprov NTT terhadap proses hukum terhadap majikan dari salah satu korban PMI yakni Adelina Sau (M. A. S. Ambika), Wagub NTT mengaku bahwa sebelumnya ia sudah bertemu langsung dengan Sultan Klatan di Johor Bharu ketika melakukan kunjungan beberapa bulan lalu ke Malaysia. Dalam pertemuan itu, masalah yang dibahas yakni soal PMI dari NTT termasuk kasus yang dialami olehp Wilfrida Soik dan Adelina Sau.

“Saya sudah bertemu dengan beliau (Sultan Klatan) dan salah satu pembicaraan kami yakni soal kepulangan Wilfrida Soik dan juga proses hukum terhadap majikan dari korban Adelina Sau. Menaker juga sudah melakukan kunjungan ke Malaysia dan bertemu langsung dengan Jaksa Agung Malaysia. Pada dasarnya, kita bersama Kemnaker mendukung keputusan dari Jaksa Agung Malaysia yang ingin mengajukan novum baru (banding) untuk perkara meninggalnya Adelina Sau. Kita tidak ingin mencampuri hukum di Malaysia tetapi kita hanya mendukung upaya yang dilakukan oleh Jaksa Agung Malaysia,” kata Josef.

Karena itu, katanya, salah satu agenda kunjungannya ke Jakarta yakni ingin bertemu dengab Menkumham guna membahas legalitas PMI asal NTT yang saat ini bekerja di Malaysia. Solusi yang ditawarkan oleh Pemprov NTT yakni soal pemberian pasport dan juga rencana pemberian KTP-el untuk para PMI asal NTT. “Saat ini ada sekira 7.000 PMI asal NTT yang tinggal di Malaysia. Yang berhasil kita data baru 3.000 orang. Sementara sisanya belum terdata. Kita akan berikan mereka pasport sehingga mereka bisa bekerja dengan tenang di Malaysia. Bagi yang belum punya KTP-el, masih akan didiskusikan lagi dengan pemerintah daerah bagaimana mekanismenya,” pungkas Wagub NTT. (gat/sam)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!