Ajak Selesaikan Sengketa Pemilu di MK – Timor Express

Timor Express

SUKSESI

Ajak Selesaikan Sengketa Pemilu di MK

JAKARTA, TIMEX–Seruan agar sengketa pemilu diselesaikan lewat jalur hukum terus digaungkan. Gerakan Suluh Kebangsaan yang dipimpin Mahfud MD mengajak para kontestan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 untuk menyelesaikan persoalan pesta demokrasi melalui Mahkamah Konstitusi (MK).

Pernyataan itu disampaikan Mahfud seusai bertemu dengan Presiden Ke-5 RI Megawati Soekarnoputri di kediamannya, Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, kemarin. Mahfud hadir bersama sejumlah tokoh lain. Di antaranya, Franz Magnis-Suseno, Romo Benny Sutrisno, mantan Wakil Ketua KPK Erry Riyana Hardjapamakes, cendekiawan muslim Amin Abdullah, serta Alissa Wahid.
Mahfud menyatakan, pihaknya berdiskusi dengan Megawati mengenai situasi politik terkini menjelang penetapan hasil pemilu pada 22 Mei mendatang. Gerakan Suluh Kebangsaan bersama Megawati sepakat bahwa persoalan hasil pemilu harus diselesaikan lewat jalur hukum. “Bu Mega sangat optimistis semua pihak punya bekal kejiwaan dan semangat untuk tetap bersatu,” terang dia.

Mantan ketua MK itu mengungkapkan, jika salah satu pihak tidak puas dengan hasil pemilu, mereka bisa membawa persoalan tersebut ke MK. Setelah hasil pemilu ditetapkan pada 22 Mei, mereka mempunyai waktu tiga hari untuk mengajukan gugatan. Berarti, mereka hanya punya waktu sampai 25 Mei pukul 24.00.

Jika sampai 25 Mei tidak ada yang mengajukan gugatan, pada 26 Mei sudah ada presiden baru yang siap dilantik kembali pada Oktober mendatang. “Kami tetap optimistis semua akan mengikuti mekanisme yang sudah ditetapkan,” kata guru besar Universitas Islam Indonesia (UII) itu.

Pria asal Madura tersebut menuturkan, memang di bawah ada riak-riak. Namun, kebanyakan masyarakat menerima tahapan pemilu yang telah berjalan. Menurut hasil survei yang dia peroleh, 92 persen masyarakat menganggap pemilu sudah selesai, sedangkan 8 persen lainnya beranggapan masih ada tahapan-tahapan kecil yang harus diselesaikan. “Di medsos memang tegang, padahal nggak apa-apa,” ungkapnya.

Terkait dengan rencana people power, Mahfud menyatakan bahwa semua pihak harus menyadari bahwa Indonesia mempunyai konstitusi. Jika semua kembali ke konstitusi dan mekanisme yang sudah disepakati, semua akan berakhir dengan baik. Dia menegaskan, penyelenggaraan negara dilakukan secara gotong royong. Jadi, yang menang tidak bisa mengambil seluruhnya, sedangkan yang kalah tidak bisa disingkirkan seluruhnya.

Di tempat terpisah, cawapres Ma’ruf Amin menyatakan, people power pada 22 Mei mendatang tidak perlu dilakukan. Menjaga persatuan dan kesatuan harus lebih diutamakan daripada kepentingan pribadi dan kelompok. Kepentingan negara harus dinomorsatukan sehingga kondisi negara tetap aman.

Dia mengajak para elite politik untuk menahan diri dan mengikuti semua aturan main yang sudah disepakati. Kepada tokoh agama dan negarawan, Ma’ruf mengajak mereka untuk mengawal pemilu dan meredam situasi. “Sehingga tidak ada gejolak di masyarakat,” ucapnya.(lum/c5/fat/jpg/cel)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!