Mantan Camat Hawu Mehara Dihukum 4 Tahun Penjara – Timor Express

Timor Express

HUKUM

Mantan Camat Hawu Mehara Dihukum 4 Tahun Penjara

SIDANG PUTUSAN. Marianus Martinus Raja Thalo tampak tenang di kursi terdakwa mendengar amar putusan di ruang sidang Pengadilan Tipikor Kupang, Kamis (16/5).

INTHO HERISON TIHU/TIMEX

Korupsi Dana Pemberdayaan 

KUPANG, TIMEX – Marianus Martinus Raja Thalo, mantan Camat Hawu Mehara sekaligus menjabat sebagai Plt. Kepala Dinas dan merangkap Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sabu Raijua, ditetapkan terbukti melakukan tindakan pidana korupsi dana pengadaan bibit ayam buras.

Akibat perbuatan terdakwa yang mengakibatkan kerugian negara Rp 309.872.000 yang bersumber dari Dana Pemberdayaan Kabupaten Sarai Tahun Anggaran 2014.

Kegiatan pengadaan bibit ayam buras, pengadaan pakan, dan pengadaan vaksin untuk Kecamatan Hawu Mehara di lima desa di antaranya Desa Gurimonearu, Desa Daieko, Desa Molie, Desa Tanajawa dan Desa Lobohede tersebut, telah memperkaya terdakwa dan saksi Alfret Willy Saunu, yang berperan untuk pengadaan ternak ayam buras.

Dari fakta persidangan, terdakwa terbukti melanggar dakwaan primair Pasal 2 Ayat (1) Jo. Pasal 18 Undang-Undang (UU) RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan Subsidair Pasal 3 Jo Pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sehingga majelis hakim yang dipimpin Y. Teddi Windiartono, SH.,M.Hum, didampingi Ikrarniekha Elmayawati Fau, S.H.,M.H., dan Ibnu Kholik, S.H.,M.H., selaku anggota hakim, menjatuhkan hukuman kurungan penjara selama 4 tahun kepada terdakwa.

Putusan tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntut agar hakim menghukum terdakwa selama 6 tahun 6 bulan.

Terdakwa juga dibebani membayar uang pengganti sebesar Rp 246. 400.000.

Namun terdakwa telah mengembalikan uang sebesar Rp 20.000.000 sehingga uang pengganti yang harus dibayar sebanyak Rp 224.400.000.

“Jika tidak dibayar maka akan dilakukan penyitaan terhadap harta benda terdakwa dan jika tidak maka akan diganti dengan hukuman penjara selama 1 tahun,” ungkap Teddi Windiartono saat membacakan putusan di ruang sidang Pengadilan Tipikor Kupang, Kamis (16/5).

Selain uang pengganti, dalam amar putusan tersebut juga terdakwa didenda sebesar Rp 200.000.000 subsidear 3 bulan penjara. Terdakwa juga dibebani membayar uang persidangan Rp 5.000.

Kepada terdakwa diperintahkan untuk tetap ditahan serta masa hukum dikurangi dari masa tahanan yang sudah dijalaninya.

Atas putusan kasus korupsi tersebut, terdakwa menyatakan menerima putusan. Namun JPU masih pikir-pikir.

Sidang pembacaan putusan tersebut juga dihadiri oleh JPU Ida Made Oka Wijaya, S.H. (mg29/joo)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!