Timor Express

RAKYAT TIMOR

Pemkab TTS Tipu Pemerintah Pusat

JELASKAN. Bupati TTS, Egusem Tahun saat menjelaskan soal mutasi CPNS pada sidang paripurna II DPRD Kabupaten TTS, Jumat (24/5).

YOPI TAPENU/TIMEX

DPRD Minta Bupati Kembalikan CPNS yang Dimutasi

SOE, TIMEX – DPRD TTS menyoroti soal mutasi sejumlah dokter yang masih berstatus calon pegawai negeri sipil (CPNS) di lingkup Pemkab TTS. Ketua Fraksi PKB, Relygius Usfunan menegaskan, khusus Fraksi PKB akan meminta Pemkab TTS untuk mengembalikan CPNS dokter.

Jika Pemkab TTS bertahan dengan sikap yang dilakukan, maka pihaknya akan bersikap. “Bupati tidak bisa alasan memutasi sejumlah dokter yang statusnya CPNS masuk ke Kota SoE. Karena tentu mereka lulus sebagai CPNS karena dibutuhkan masyarakat di lokasi yang mereka lamar. Jadi, kalau lulus CPNS lalu langsung pindah, itu berarti pejabat di Pemkab TTS hanya menjadikan lokasi yang jauh dari kota untuk anak-anak mereka lulus CPNS, lalu pindahkan ke ibu kota Kabupaten TTS. Kalau begini, sama saja Pemkab TTS tipu pemerintah pusat,” tegas Relygius.

Dikatakan, Bupati TTS tidak bisa beralasan urgensi karena tentu pengadaan penambahan CPNS berdasarkan analisis jabatan (Anjab) dan analisa beban kerja (ABK). Karena itu, kalau pengadaan tenaga kerja dilakukan atas analisa secara teknis, maka Pemkab TTS tidak serta merta memutasi CPNS yang baru saja lulus. Untuk itu, tidak ada alasan Pemkab TTS untuk memutasi CPNS.

“Tidak ada alasan, jadi Bupati TTS harus segera mengembalikan CPNS di tempat mereka melamar,” ujar Relygus.

Pendapat Ketua Fraksi PKB didukung anggota Fraksi PKPI, Uksam Selan. Uksam mengatakan, jika Bupati TTS tidak mengembalikan CPNS dokter yang dimutasi meski baru menerima SK 80 persen, tentu sikap itu akan menimbulkan kecemburuan sosial antara CPNS yang lulus bersamaan. Karena akan terkesan perlakuan anak emas dan anak tiri. Karena itu, Bupati TTS harus secara menarik kembali SK mutasi yang diterbitkan, karena jika Bupati TTS tetap bertahan, maka akan menimbulkan suasana tidak kondusif di daerah.

“Kalau sudah begini, maka dikhawatirkan akan berdampak pada kinerja CPNS karena akibat sikap kecemburuan antara CPNS maupun PNS di lingkup Kabupaten TTS,” ungkap Uksam.

Sementara, Bupati TTS, Egusem Tahun mengatakan, sejumlah dokter CPNS di lingkup Pemkab TTS dimutasi karena pertimbangan pelayanan di sejumlah fasilitas kesehatan yang lebih urgen pelayanannya. Mutasi yang dilakukan itu juga terlebih dahulu dikonsultasikan ke Menpan dan disetujui. Sehingga jika pernyataan DPRD TTS bahwa mutasi tersebut dilakukan serta merta itu tidak benar, karena mutasi itu dilakukan berdasarkan persetujuan pemerintah pusat atas pertimbangan yang disampaikan oleh Pemkab TTS.

“Jadi mutasi ini dilakukan atas kebutuhan, bukan karena anak pejabat sehingga dimutasi,” katanya.

Untuk diketahui, keenam dokter berstatus CPNS yang dipindahkan lokasi penempatan yaitu, Leny Tahun yang adalah anak Bupati TTS, Egusem Tahun. Saat melamar CPNS dan dinyatakan lulus, Leny ditempat di Puskesmas Fatukopa, tetapi dipindahkan ke RSUD SoE.

Yusri Selan yang merupakan anak Sekda TTS, Marthen Selan. Yusri awalnya lulus CPNS dengan penempatan di Puskesmas Fatumnutu, namun pindahkan ke Puskesmas Nulle dengan status kepala Puskesmas Nulle. Juanita Karla Taneo yang merupakan anak Kadis Perhubungan, Julius Taneo. Awalnya, Juanita Karla lulus CPNS dan ditempatkan di Puskesmas Nunukniti, namun dipindahkan ke Puskesmas Noebeba.

Vinolina Sanam, awalnya ditempatkan di Puskesmas Oe’Ekam, namun dipindahkan ke Puskesmas Panite. Deedee Norma Yanti Henukh, lokasi awal Puskesmas Oenino, dipindahkan ke Puskesmas Kapan dan Astryana Saragih lokasi awal Puskesmas Kie dipindahkan ke Puskesmas Kota. (yop/ays)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!