STAKN Kupang Lahirkan Lima Doktor – Timor Express

Timor Express

PENDIDIKAN

STAKN Kupang Lahirkan Lima Doktor

UJIAN.Dr.Kres Labobar, salah satu mahasiswa saat diuji para penguji pada ujian disertasi perdana yang dilaksanakan di ruang kuliah STAKN Kupang, Rabu (29/5)

INTHO HERISON TIHU/TIMEX

Ujian Perdana Pasca Akreditasi

KUPANG, TIMEX-Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri (STAKN) Kupang menggelar Ujian Disertasi kepada lima orang mahasiswa Program Pascasarjana Doktor Teologi. Ujian Disertasi ini merupakan yang perdana pasca terakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dengan nomor 2403/SK/BAN-PT/AKRED/D/VIII/2018.

Para mahasiswa yang diuji meruoakan mahasiswa angkatan pertama dan para mahasiswa S3 ini tidak hanya berasal dari NTT. Ada juga berasal dari Papua. Calon doktor tersebut diuji enam penguji di Kampus STAKN Kupang, Rabu (29/5).

Direktur Pascasarjana STAKN Kupang, Dr. Odita Hutabarat usai ujian disertasi dan yudisium perdana mengharapkan para lulusan bisa berguna bagi bangsa dan negara, gereja dan masyarakat. Terutaman dengan mengaplikasikan ilmu yang diperolehnya. “Hari ini sejarah mencatat, kelima doktor ini adalah yang sulung STAKN Kupang,” ujar Hutabarat.

Odita menjelaskan, karena kelima doktor adalah dosen, diharapkan juga tetap menjalankan tanggung jawab melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi. Selain mengajar, para doktor harus terus melakukan penelitian dan pengabdian terhadap masyarakat.

“Kami juga terus mendorong agar para doktor ini terus memperkaya wawasan melalui berbagai pendidikan dan latihan (diklat). Baik di dalam maupun luar negeri,” ungkapnya.

Ditambahkan, sejak dibuka program Strata 3 (S3) Teologi, justru para peminatnya interdominasi. Tercatat, ada tiga mahasiswa yang beragama Katolik. Selain itu, ada juga mahasiswa dari luar negeri, yakni Korea akan studi di STAKN pada tahun depan. “Prinsipnya kami membuka diri bagi siapa saja yang ingin studi di STAKN Kupang,” kata Odita.

Dikatakan, para mahasiswa ini sudah siap sejak empat tahun lalu, tapi pihaknya menunggu akreditasi baru dilaksanakan disertasi. Para mahasiswa calon doktor ini diuji enam penguji yang bergelar profesor yang berasal dari STAKN Kupang dan dari perguruan tinggi lain, yakni Sekolah Tinggi Teologia (STT) Jakarta dan Muhammadyah Kupang,” kata Odhita.

Diharapkan ke depan setelah memperoleh akreditasi dari BAN PT, mahasiswa bisa lebih banyak lagi. “Kami juga terus meningkatkan fasilitas serta meningkatkan mutu pendidikan agar pada akreditasi berikutnya bisa perolehan akreditasi yang lebih baik lagi,” ungkapnya.

Ketua STAKN Kupang, Dr.Harun Y. Natonis berterima kasih kepada pemerintah yang memberikan kepercayaan kepada STAKN Kupang menyelenggarakan program doktor.

Harun mengatakan, untuk membuka program doktor tidak mudah, apalagi harus mendapat akreditasi. Namun STAKN mampu dan diberikan kepercayaan seperti perguruan tinggi lain yang ada di NTT.

Meski baru, namun gelar doktor ini tidak diperoleh dengan mudah. Diyakini dengan proses pembelajaran yang sudah dilalui, para lulusan merupakan lulusan yang berkualitas dan mampu mempertanggungjawabkan kepada masyarakat.

“Kami yakin para lulusan merupakan lulusan yang sangat berkualitas karena dari tulisan dan penilitian yang dilakukan menunjukan kualitas dan konsistensi pada pendidikan agama Kristen dan keagamaan,” papar Harun.

Harun lanjutkan, sebagian besar kalangan yang mengambil program pascasarjana khusus doktoral adalah dosen, guru, pendeta dan juga mereka yang aktif di gereja. “Jika dikaitkan dengan bangsa masalah karakter dengan hadirnya banyak doktor, saya kira akan berdampak pada pembentukan karakter,” tambah Harun.

Kelima doktor yang dinyatakan lulus tersebut adalah Dr. Kresbinol Labobar, Dr. Alexander Mirino, Dr. Yoseph Kambu, Dr. Daud Saleh Ludji dan Dr. Jonathan Leobisa.

Dr. Kres Labobar, salah satu mahasiswa pascasarjana doktor STAKN Kupang, asal Papua kepada Timor Express mengaku sangat bersukur karena mampu menyelesaikan pendidikan S3-nya itu dengan baik. Dia meyakini keberhasilannya itu tidak terlepas dari campur tangan Tuhan.

Pendeta yang sering disapa Kres ini mengaku dirinya bersama dua temannya memilih melanjutkan pendidikan doktoralnya di STAKN Kupang karena legalitasnya sudah diakui pemerintah.

“STAKN Kupang sudah layak untuk program pascasarjana doktoral. Kami merupakan mahasiswa transfer dari STAKN Papua karena STAKN Papua belum terakreditasi,” jelas Kres yang didampinggi dua temannya.

Sebagai seorang ASN Kementrian Keagamaan Kres tambahkan, kemampuan dan pengetahuan saat ini perlu didorong agar terus mengimbangi akan kemajuan dan teknologi yang terus berkembang pesat saat ini.

“Harapan kami ke depan untuk para mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikannya ke jenjang S3, STAKN Kupang siap menampung dengan berbagai keunggulan yang ada,” tuturnya.(mg29/cel)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!