STAKN Kupang Butuh Dukungan Pemerintah – Timor Express

Timor Express

PENDIDIKAN

STAKN Kupang Butuh Dukungan Pemerintah

POSE.Ketua STAKN Kupang Dr. Harun Natonis bersama jajaran direksi Harian Timor Express di ruang kerjanya, Jumat (31/5)

INTHO HERISON TIHU/TIMEX

Beralih Status

KUPANG, TIMEX-Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri (STAKN) Kupang tengah diupayakan untuk beralih status menjadi Institut Agama Kristen Negeri Kupang. Upaya tersebut sudah dinyatakan lolos dari Kementerian Agama dan selanjutnya akan dibahas lagi bersama Kementerian PAN-RB.

Meski sudah hampir menemukan titik terang terkait peralihan status, STAKN Kupang terus meminta dukungan dari semua pihak agar rencana perubahan status ini bisa terwujud.

Hal ini disampaikan Ketua STAKN Kupang Dr. Harun Natonis di ruang kerjanya usai pertemuan bersama jajaran direksi Timor Express, Jumat (31/5).

Harun mengatakan sudah ada pengajuan ke Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Republik Indonesia dengan skor 370. Sehingga STAKN sangat diprioritaskan beralih dari sekolah tinggi menjadi institut.

Ditambahkan, latar belakang beralih dari Sekolah Tinggi ke institut dikarenakan kebutuhan peserta didik terhadap ilmu teologi sangat meningkat dan saat ini jumlah mahasiswa STAKN Kupang sudah mencapai 4.024 mahasiswa.

“Sekolah tinggi hanya mampu berjalan dengan enam prodi dan sangat sempit ruang lingkup dalam pemilihan prodi. Sehingga perlu penambahan tiga fakultas, enam jurusan dan dua belas prodi. Melihat pada kondisi ketertarikan orangtua menyekolahkan anak ke STAKN Kupang, maka perlu ditingkatkan menjadi institut,” jelasnya.

Dirinya juga menuturkan terkait sumbangan pembiayaan pendidikan (SPP), dimana masyarakat NTT masih sangat mampu pada biaya persemester Rp 600.000 sampai Rp 1.500.000.

“Kita tetap pada SPP yang disanggupi masyarakat sesuai kategori keluarga ekonomi rendah, yakni Rp 600.000, dimana masyarakat sangat tertarik dengan pembiayaan yang tentunya tidak terlalu membebankan ini,” katanya.

Dijelaskan, urusan peralihan status sudah mulai ada titik terang, sehingga pihaknya berharap dalam waktu yang tidak lama, STAKN Kupang bisa berubah menjadi Institut.

Karena dengan merubah status menjadi institut maka bisa memiliki program studi yang lebih banyak lagi maka masyarakat NTT bisa memilih program studi yang diinginkan.

Untuk sementara ini STAKN Kupang memiliki enam jurusan namun upaya perubahan status ini tercapai maka jumlah jurusan akan bertambah menjadi 12, dengan prodi yang lebih banyak.

Upaya ini tidak mudah, sehingga pihaknya mengharapkan dukungan dari pemerintah Provinsi NTT melalui gubernur dan juga para perwakilan masyarakat yang ada di DPRD NTT, DPR RI agar bisa meningkatkan kualitas pendidikan di NTT.

“Tujuan kita tidak lain, yakni ingin meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan di NTT, sehingga kami sangat membutuhkan dukungan dari semua stakeholder karena biaya kuliah di STAKN Kupang sangat murah dan diyakini bisa membantu masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikannya namun terkendala biaya,” sebutnya.

Dikatakan, untuk menjadi institut ini membutuhkan lebih banyak lagi dosen serta fasilitas penunjang karena secara otomatis jika sudah sah menjadi institut maka ada penambahan prodi, mahasiswa, dosen serta fasilitas penunjang.

“Dengan adanya peningkatan status ini, dengan sendirinya kita menciptakan lapangan kerja bagi para S2 dan mendorong S1 saat ini menlanjutkan pendidikan yang lebih tinggi,” katanya.

Lebih lanjut dikatakan, untuk pertama pihaknya masih menerima dosen dan pegawai tidak tetap. Namun untuk pertama kali tahun 2019 sebanyak 43 orang dosen CPNS.(mg29/cel)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!