Air Macet, BLUD SPAM Tetap Pungut Uang – Timor Express

Timor Express

FLORES RAYA

Air Macet, BLUD SPAM Tetap Pungut Uang

AMBIL AIR. Warga Kota Borong memanfaatkan kali Wae Laku untuk keperluan minum, mandi dan cuci. Foto diambil, Sabtu (8/6).

FANSI RUNGGAT/TIMEX

BORONG, TIMEX – Meski air milik BLUD SPAM sudah lama tidak mengalir, namun warga yang tercatat sebagai pelanggan, tetap wajib membayar uang beban sebesar Rp 10.000 tiap bulan.

“Kami sebagai warga mau tanya, apa pungutan seperti ini dari BLUD SPAM tidak masuk kategori pungutan liar (Pungli). Karena sudah lama air tidak jalan, tapi kami sebagai pelanggan tetap wajib bayar beban setiap bulan,” ungkap Emirensian dan Salestinus, warga Kota Borong kepada Timor Express, Sabtu (8/6).

Kata mereka, warga tidak persoalkan untuk biaya beban sebesar Rp 10.000 per bulan. Tapi yang jadi soal, sudah hampir lima bulan dan bahkan ada yang sudah satu tahun, air BLUD SPAM tidak mengalir. Namun pelanggan tetap wajib membayar biaya beban. Anehnya, jika terlambat bayar, maka dikenakan denda keterlambatan.

“Anehkan ini namanya. Air berbulan-bulan tidak mengalir dan bahkan ada jalur pipa yang sudah satu tahun air tidak pernah mengalir, tapi BLUD SPAM tetap hitung biaya beban meteran setiap bulan. Juga anehnya, kalau terlambat bayar untuk satu bulan, maka kena denda karena terlambat bayar,” tutur Emirensian.

Dikatakan, jika saja air mengalir sekali dalam sebulan, tidak ada persoalan kalau pelanggan wajib membayar biaya beban. Sesuai pengalaman, besar denda keterlambatan pembayaran uang beban yang dikeluarkan BLUD SPAM Matim, sebesar Rp 2.000 per hari.

“Besar denda biaya beban per hari sama dengan biaya denda keterlambatan pembayaran pemakaian air yang tertera di meteran. Kalau untuk denda karena terlambat pembayaran pemakaian air, itu tidak soal. Kalau lima bulan kita tidak pergi bayar beban, maka tinggal hitung saja denda per hari Rp 2.000 selama lima bulan,” katanya.

Karena itu, warga meminta Pemkab Matim untuk mempertimbangkan hal tersebut. Khususnya biaya beban meteran per bulan. Jika dalam sebulan air tidak mengalir, maka tidak perlu ada biaya beban. Apalagi air macetnya berbulan-bulan dan bahkan satu tahun. Juga denda keterlambatan pembayaran beban.

“Kami minta pemerintah harus revisi aturan ini. Khususnya pembayaran beban meteran air. Juga sangat tidak benar ada denda keterlambatan pembayaran beban meteran. Pelanggan tidak pergi bayar uang meteran air, termasuk di dalamnya beban meteran, itu karena berbulan-bulan air tidak mengalir. Kami menilai ini sejenis pungli. Untuk itu polisi diminta usut hal ini,” pinta Emirensian.

Sementara tokoh muda Matim, Ardianus Damal kepada Timor Express, Sabtu (8/6) mengatakan, mestinya BLUD SPAM menghapus biaya beban meteran bagi pelanggan, di mana meteran air milik pelanggan dalam sebulan tidak pernah mengalir. Apalagi air tidak mengalir berbulan-bulan.

Fatalnya, ada denda keterlambatan pembayaran beban meteran. Kata dia, pungutan beban dan denda keterlambatan beban tidak masuk akal. Bupati dan DPRD harus merevisi kembali aturan yang ada. Selain itu, kata Ardianus, dalam Kota Borong, masih banyak warga yang belum menikmati air minum bersih.

“Aturan di BLUD SPAM Matim aneh-aneh. Terlambat bayar beban meteran air, maka dikenakan denda per hari Rp 2.000. Sementara air berbulan-bulan tidak mengalir masuk meteran. Belum lagi masih banyak warga Kota Borong yang belum menikmati air minum bersih. Sedih, terpaksa timba air kali yang kotor,” bilang Ardianus. (krf3/ays)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!