Bawa Sempira, Sopir Mikrolet jadi Tersangka – Timor Express

Timor Express

KUPANG METRO

Bawa Sempira, Sopir Mikrolet jadi Tersangka

PAPAR KASUS. Kasat Reskrim Polres Kupang Iptu Bobby Jacob Mooynafi didampingi Kanit Pidum Ipda Yance Kadiaman dan Kasubnit III Bripka Anthonius Hutahean, saat jumpa pers di Mapolres Kupang Kota, Selasa (11/6).

INTHO HERISON TIHU/TIMEX

Terancam 15 Tahun Penjara

KUPANG, TIMEX – Ferianus Helle (33), salah satu warga Kelurahan Naikoten 2 Kota Kupang harus berurusan dengan polisi setelah diketahui membawa senjata api rakitan (senpira).

Ferianus yang berprofesi sebagai seorang sopir mikrolet di Kota Kupang tersebut diamankan polisi bersama 4 orang rekannya sekitar pukul 00.00 di lokasi Ketapang Satu, Kelurahan Todekisar, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang, Senin (10/6) malam.

Kasat Reskrim Polres Kupang Kota Iptu Bobby Jacob Mooynafi, SH.,MH., saat jumpa pers di Mapolres Kupang Kota, Selasa (11/6),  menjelaskan kelima warga tersebut diamankan saat tengah nonkrong di pinggir jalan seputaran Ketapang Satu, sambil meneguk minuman keras (miras).

Pada saat bersamaan, tim operasi gabungan Turjawali melakukan patroli dan melihat kelompok warga yang berjumlah lima orang tersebut, lalu polisi mendatangi mereka dan mengimbau agar membubarkan diri.

Sebelum membubarkan diri, terlebih dahulu polisi melakukan pemeriksaan atau penggeledahan badan maupun barang bawaan dan menemukan senpira dan senjata tajam di tas milik Ferianus Helle.

“Ferianus Helle saat itu menggunakan tas samping warna coklat dan di dalamnya terdapat satu pucuk senpi jenis laras pendek dan satu sejam jenis pisau. Di dalam sempi tersebut terdapat satu buah peluru ujung karet,” ujarnya.

Terhadap hasil penggeladahan tersebut, tim gabungan Polres Kupang Kota lalu melakukan pengamanan terhadap lima orang tersebut untuk dimintai keterangannya di Mapolres Kupang Kota.

“Kita amankan mereka lalu membuat laporan polisi model A di SPKT lalu melakukan pemeriksaan,” ungkap Kasat Reskrim.

Setelah dilakukan pemeriksaan, Ferianus Helle ditetapkan sebagai tersangka dan 4 orang rekannya berstatus sebagai saksi.

Keempat orang rekan tersangka diketahui atas nama Gerson Fanggi (45), Marten Lopo (32), Yapi Bailao (31), dan Resa Pou (31).

Terhadap indikasi penggunaan sempi tersebut oleh tersangka, menurut Kasat Reskrim, masih dilakukan pendalaman oleh penyidik.  Namun dari pengakuan sementara tersangka hanya mengambil tanpa sepengetahuan pemiliknya.

“Tersangka mengaku baru diambil dari pemiliknya dan dibawa satu hari sedangkan pemiliknya masih didalami,” imbuh Kasat.

Terhadap tersangka dijerat dengan Pasal 1 Ayat 1 jo 2 Ayat 1 Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang Kepemilikan Senjata Api dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. (mg29/joo)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!