DPRD NTT Beri Dukungan Penuh – Timor Express

Timor Express

SPORTIVO

DPRD NTT Beri Dukungan Penuh

FOTO BERSAMA. Ketua DPRD NTT, Anwar Pua Geno, Wakil Ketua DPRD Alex Ofong beserta Ketua Komisi V dan para anggota Komisi serta Ketua Umum KONI NTT Andre Kore dan jajarannya usai audiens di ruang rapat pimpinan DPRD NTT, Rabu (12/6).

RUDY MANDALLING/TIMEX

Penuhi Kekurangan Anggaran KONI NTT Hadapi Pra PON XX/2020

KUPANG,TIMEX – DPRD NTT memberikan dukungan penuh kepada KONI NTT, agar kekurangan alokasi anggaran KONI NTT Rp 18 miliar lebih guna persiapan 14 cabang Olahraga mengikuti Pra PON XX 2020 yang berlangsung sepanjang tahun 2019 ini bisa dipenuhi.

Untuk itu, DPRD NTT akan membangun komunikasi dengan pemerintah provinsi, agar kekurangan anggaran untuk KONI NTT dapat dialokasikan dengan mekanisme penggunaan anggaran mendahului perubahan, mengingat pelaksanaan Pra PON sudah sangat semakin dekat.
Hal ini terungkap dalam audiens antara KONI NTT dan DPRD NTT yang berlangsung di ruang rapat pimpinan DPRD NTT, Rabu kemarin (12/6).

Ketua Umum KONI NTT, Andre Koreh yang didampingi Sekretaris Umum, Umbu Saga Anakaka, Wakil sekretaris Eduard setty serta sejumlah pengurus lainnya seperti dr, Christian Widodo, Dr. Jhony Kiuk, Rambu P. Wasak, serta Marthen Bana, diterima langsung Ketua DPRD NTT, Anwar Pua Geno yang didampingi Wakil Ketua DPRD NTT. Alex Ofong hadir juga Ketua Komisi V DPRD NTT, Jimmi Sianto dengan sejumlah anggota komisi lainnya seperti Wisnton Rondo, Kristin Samiaty Paty, Aurora Modok, Veronika Bantang, Alex Ena, Maxi Adipati Pari, Yohanes Rumat.

Audiens ini digelar atas permintaan KONI NTT, guna meminta dukungan DPRD NTT, terkait alokasi anggaran Pra PON yang sangat minim.
Ketua Umum KONI NTT, Andre Koreh dalam penjelasaanya mengatakan dalam rapat anggota KONI NTT tahun 2018, telah ditetapkan 14 cabang olahraga yang dipertandingkan di Porprov NTT tanggal 10-16 September 2018 di Kupang untuk mengikuti babak Pra PON, dimama babak Pra PON ini akan berlangsung sepanjang tahun 2019, dan setiap cabang olahraga menggelar Pra PON di tempat yang berbeda-beda.
Target KONI sendiri, adalah meloloskan atlet sebanyak mungkin ke PON XX/2020 Papua, dan mempertahankan prestasi di PON XIX/2016 Jawa Barat dimana NTT meraih 7 emas, 7 perak dan 9 perunggu.

Untuk membiaya keikutsertaan NTT di ajang Pra PON tersebut, sejak bulan Oktober 2018, KONI NTT
telah mengajukan proposal anggaran sebesar Rp 30.330.000.000, dimana dana ini akan digunakan untuk pembiayaan Pra PON XX/2020 sebesar Rp 23.502.500.000, Kegiatan rutin KONI dan pembinaan organisasi/prestasi Rp 4.227.500.000 dan rehab gedung KONI NTT Rp 2.600.000.000.

Dari proposal yang diajukan KONI tersebut, yang disetujui hanya Rp 5.000.000.000, dan setelah NHPD ditandatangani oleh wakil Gubernur dan Ketua Umum KONI, dana tersebut ditransfer ke rekening KONI di Bank NTT.

“Dengan alokasi anggaran tersebut, maka untuk mengirimkan atlet dari 14 cabang olahraga mengikuti Pra PON, maka masih dibutuhkan dana sebesar Rp 18.502.500.000. Dan tentunya KONI akan merasionalisasi sesuai kebutuhan dan yang tersedia dalam APBD perubahan tahun 2019,” jelasnya.

Dijelaskannya, juga, tanggal 16-17 Mei 2019 lalu, KONI NTT melaksanakan rapat anggota tahunan, dan dalam rapat anggota ini diputuskan beberapa hal. antara lain, mengusulkan kepada pemerintah Provinsi NTT untuk membantu kekurangan dana Pra PON XX/2020 melalui APBD perubahan tahun anggaran 2019. Dan karena Pra PON 14 cabang olahraga dilaksanakan sepanjang tahun 2019, maka jadwal serta tempat pelaksanaan berbeda-beda. dan terdekat cabang Olahraga basket sudah akan mengikuti Pra PON akhir bulan Juni ini di Banten.
“Karena itu kami memohon, persetujuan penggunaanya mendahului pembahasan anggaran perubahan tahun 2019,” kata Andre.

Menanggapi penjelasan tersebut, Anggota DPRD NTT dari Komisi V yang hadir, termasuk Ketua dan wakil ketua DPRD, setelah memberikan tanggapan masing-masing, semuanya menyatakan memberikan dukungan penuh usulan yang disampaikan KONI NTT, terutama terkait dengan kekurangan dana Rp 18.502.500.000 melalui penggunaan anggaran mendahului pembahasan anggaran perubahan 2019, mengingat waktu yang sudah mepet, sehingga para atlet tetap bisa mengikuti Pra PON.

Para anggota DPRD NTT juga menyarankan, agar hal ini di komunikasikan juga dengan pemerintah daerah, demikian juga DPRD NTT juga nantinya akan mengkomunikasikannya dengan Pemerintah.

“2020 tidak lama lagi, dan perlu persiapan atlet dari sekarang. Jangan sampai karena tidak ada biaya, atlet tidak ikut bertanding,” kata anggota Komisi V, Kristin Samiati Party.

“Daerah lain sudah siap sejak lama menghadapi Pra PON, bahkan sejak tahun 2018. Tapi kita masih sibuk karena tidak punya uang.” ungkap Jimmi Sianto.
“Kalau mau lebih baik dari daerah lain, maka kita harus bisa berbuat lebih dari daerah lain,” imbuh Jimmi.

“KONI adalah mitra Komisi V, sehingga keputusan anggaran untuk KONI, harus jadi keputusan bersama, dan harus dikawal bersama,” kata Alex Ena menambahkan.

Ketua DPRD NTT, Anwar Pua Geno sebelum menutup audiens tersebut memastikan bahwa dari diskusi yang berkembang, semua anggota DPRD yang hadir memberikan dukungan penuh, dan dari sisi mekanisme anggaran di dewan, satu-satunya jalan adalah penggunaan anggaran mendahului pembahasan perubahan anggaran.
“Segera bersurat ke gubernur, dan tembusannya ke dewan, sehingga bisa dijadikan dasar oleh DPRD NTT untuk memberikan rekomendasi ke pemerintah,” tutupnya.(rum)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!