Mulai Panaskan Mesin – Timor Express

Timor Express

NASIONAL

Mulai Panaskan Mesin

Pilkada 2020

Golkar Listing 86 Nama
PDIP Tunggu Rakernas

KUPANG, TIMEX-Pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah (Pilkada) serentak kembali digelar tahun 2020 mendatang. Namun, tahapannya sudah dimulai tahun ini. Tak pelak, publik mulai ‘panas’ dengan isu pilkada.

Sejumlah nama mulai disebut-sebut bakal ikut bertarung dalam pilkada 2020 nanti. Setidaknya terdapat sembilan kabupaten di NTT yang akan menghelat pilkada tahun depan. Kesembilan daerah itu, yakni Manggarai Barat, Manggarai, Ngada, Sumba Timur, Sumba Barat, Sabu Raijua, TTU, Belu dan Malaka.

Partai politik pun mulai ancang-ancang untuk menentukan siapa yang bakal dijagokan di pilkada. masing-masing dengan mekanismenya. Di partai Golkar misalnya, sebelum pemilu legisltif 2019, sejumlah nama sudah dilaunching. Ketua DPD Golkar NTT, Melki Laka Lena yang diwawancara Timor Express, Rabu (12/6) menjelaskan, Golkar menerapkan mekanisme tersendiri dalam menentukan bakal calon kepala daerah.

“Rapat terakhir tim pilkada se-NTT 23-24 Mei lalu, jumlah totalnya 86 bakal calon bupati dan wakil bupati di sembilan kabupaten. Semua bakal calon dipersilakan sosialisasi ke masyarakat. Bulan Agustus atau September proses survei mulai jalan,” kata Melki.

Sebelumnya pada Minggu 10 Februari 2019 lalu, Melki Laka Lena mengumumkan dimulainya proses seleksi balon kada. Melki bahkan menebar ancaman. Kandidat bakal calon (Balon) bupati dan wakil bupati yang melamar ke partainya tidak boleh menyetor mahar. Jika ketahuan, tidak ada toleransi. Melki akan mencoret. Bahkan kader Golkar yang menerima pun akan diproses dan dipecat.
“Tidak memungut apapun dari para balon,” kata Melki.

Melki mengatakan, selama dua bulan penjaringan, sudah ada 86 nama yang mendaftar. Mereka masing-masing 32 balon bupati dan 55 balon wakil bupati. Nama-nama itu diusulkan oleh DPD II ke DPD I untuk diteruskan ke DPP Golkar.

Sejumlah kepala daerah, mantan kepala daerah bahkan mantan calon kepala daerah ikut mendaftar. Ada pula anggota DPRD yang namanya disebut. Bahkan ada pula aparatur sipil negara (ASN). Beberapa kandidat, berasal dari partai lain.

Meski demikian, Melki tegaskan, Partai Golkar menentukan calon berdasarkan survei. Tidak ada jalan lain, apalagi menggunakan mahar. Karena menurut dia, rakyat yang menentukan, bukan mahar. Sehingga, nama-nama yang sudah mendaftar tersebut dipersilakan untuk mulai bersosialisasi ke masyarakat. Bahkan sudah bisa menggunakan atribut Partai Golkar.

Beberapa nama calon bupati yang dilisting oleh Golkar misalnya Nikodemus Rihi Heke. Di Kabupaten Timor Tengah Utara ada nama Gabriel Manek, Yohanes Usfunan dan Wilhelmus Foni. Selanjutnya di Belu ada nama Wilibrodus Lay dan Ose Luan. Willy Lay sendiri merupakan Ketua DPC Partai Demokrat. Sementara Ose Luan adalah kader Partai Gerindra. Selain itu, Zakarias Moruk yang kini menjabat Kepala Biro Umum Setda NTT pun ikut mendaftar.

Di Manggarai Barat, ada nama Matheus Hamsi yang juga mantan Ketua DPRD Manggarai Barat dan Ketua DPD II Golkar Manggarai Barat. Termasuk wakil bupati saat ini, Maria Geong. Menariknya, putra Matheus Hamsi yang kini menjabat anggota Komisi V DPRD NTT, Maximilianus Adipati Pari juga mendaftar sebagai balon wabup. Politikus PKB, Thobias Wanus mendaftar sebagai balon wabup. Thobias adalah mantan anggota DPRD NTT yang pernah menjadi cabup.

Untuk Kabupaten Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali yang kini wakil bupati mendaftar sebagai balon bupati. Ada pula Rambu Asana Marisi. Sementara di Manggarai ada nama politikus Partai Demokrat Pius Rengka, Heribertus Gerardus Nabit dan Kamelus Deno melamar sebagai balon bupati.

Stefanus Bria Seran yang kini menjabat Bupati Malaka mendaftar sebagai balon bupati. Salah satu pesaingnya, adalah Louise Lucky Taolin yang juga mendaftar. Louise adalah putra mantan wakil bupati Belu, Ludovikus Taolin yang menjadi penantang Stef Bria Seran pada pilkada lalu. Louise baru saja dilantik menjadi anggota DPRD NTT pergantian antarwaktu pada Januari 2019 lalu. Sementara Ventje Jacobus Roman Abanit mendaftar sebagai balon wabup. Ventje adalah calon bupati Belu pada pilkada 2015.

Sementara itu, Sekretaris DPD PDI Perjuangan NTT, Nelson Matara yang dikonfirmasi terpisah mengatakan, hingga saat ini partainya belum melakukan proses perekrutan balon kada. “Rakernas baru ada petunjuk soal pilkada 2020. Belum mendesak soal pilkada,” kata Nelson.
Terpisah, Ketua DPD Partai Demokrat NTT, Jefri Riwu Kore menjelaskan Partai Demokrat biasa menjaring bakal calon melalui mekanisme survei. Oleh karena itu, nama-nama yang disebut-sebut akan bertarung akan disurvei sebelum ditetapkan. “Kita pake survei jadi tidak asal menentukan siapa calonnya,” ujar Jeriko-sapaan karib Wali Kota Kupang ini.

Menurutnya, Partai Demokrat mempunyai beberapa kader potensial yang akan bertarung di pilkada 2020. Oleh karena itu, DPP Partai Demokrat akan melakukan survei. Jika mendapat dukungan yang cukup, maka pasti diusung di pilkada. “Tapi kalau survei tidak memungkinkan, maka kita mengusung kader lain yang lebih potensial menang. Sampai saat ini masih menunggu petunjuk dari DPP,” kata Jeriko.

Selain nama-nama yang dilisting oleh Golkar, masih ada sejumlah nama yang disebut-sebut akan bertarung pada 2020 nanti. Di Sabu Raijua misalnya selain Nikodemus Rihi Heke, beberapa figur yang disebut bakal menjadi calon bupati adalah Orient Riwu Kore, Thobias Uly, Bernard Tanya, Piet Djami Rebo dan Takem Radja Pono. Selain itu, calon wakil bupati ada nama Paulus Rabe Tuka, Herman Hegy Radja Haba dan Dominggus Lado.

Selanjutnya di Kabupaten Belu, beberapa nama yang disebut sebagai calon bupati, selain Willybrodus Lay dan Ose Luan, ada nama Arnaldo Da Silva Tavares, Agus Taolin, Jonisius Mali, Apolinario da Silva dan Anton Suri. Selanjutnya, di kabupaten TTU mulai beredar beberapa nama yakni Gabriel Manek, Amandus Nahas, Welem Foni, Agustinus Tulasi dan Yohanes Usfunan. Selanjutnya untuk Kabupaten Sumba Barat ada nama Agustinus Niga Dapawole yang merupakan bupati saat ini. Ada juga nama Marthen Tony, wabup sekarang dan mantan bupati Julianus Poteleba. (cel/sam)

KPU Segera Bahas Anggaran

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi NTT meminta KPU di sembilan kabupaten untuk segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat tentang pembiayaan pilkada 2020.

Kesembilan kabupaten tersebut, yakni Manggarai Barat, Manggarai, Ngada, Sumba Timur, Sumba Barat, Sabu Raijua, TTU, Belu dan Malaka. Ketua KPU NTT, Thomas Dohu katakan, persiapan pembahasan anggaran harus segera dilaksanakan antara KPU dan pemda.
“Karena target kita, September itu sudah siap dan tanda tangan MoU antara KPU dan pemda terkait DIPA,” kata Thomas kepada Timor Express, Rabu (12/6).

Menurut dia KPU dan pemda sudah bisa membahas anggaran tersebut sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 44 dan juga 51. Pasalnya, tahapan pilkada akan dimulai dengan kesepakatan tentang penganggaran.

Meski demikian, Thomas katakan, hingga saat ini KPU RI belum memberikan kepastian tentang jadwal dan tahapan pilkada 2020. Meski sudah sempat disinggung bahwa tahapan akan dimulai pada September 2019 nanti.

“Biasanya KPU RI akan mengeluarkan Peraturan KPU (PKPU) yang berisi tentang tahapan dan prosesnya. Nanti juga KPU RI mengatur tentang petunjuk teknisnya. Tidak beda jauh dengan pilkada sebelumnya,” terang dia. (cel/sam)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!