PLN NTT Bersiap Terapkan Jaringan Kabel Laut Antarpulau – Timor Express

Timor Express

EKONOMI

PLN NTT Bersiap Terapkan Jaringan Kabel Laut Antarpulau

PENGOPERASIAN KABEL LAUT. Sejumlah pejabat dan pegawai PLN UIW NTT pose bersama dengan Prof. Ngapuli Irmea Sinisuka di sela-sela kegiatan ‘Pelatihan Perencanaan, Pengoperasian, Pemeliharaan Kabel Tanah dan Kabel Laut’ di Aula Flobamora Kantor PLN UIW NTT belum lama ini.

IST

 Interkoneksi Kelistrikan Antarpulau

KUPANG – Untuk memperkuat interkoneksi kelistrikan antarpulau, terlebih di pulau-pulau kecil yang berpenghuni, PT PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai mempersiapkan diri untuk menggunakan kabel laut (submarine cable). Bentuk persiapan ini ditandai dengan digelarnya pelatihan bagi pegawai PLN UIW NTT untuk mengetahui seputar perencanaan, pengoperasian, serta pemeliharaan kabel tanah dan kabel laut. Kegiatan ini menghadirkan Prof. Ngapuli Irmea Sinisuka yang memiliki keahlian dan pengalaman tentang teknologi kabel laut.

General Manager PLN UIW NTT, Ignatius Rendroyoko, mengatakan, kondisi geografis Provinsi NTT yang terdiri dari ribuan pulau menjadi suatu tantangan dalam pelayanan kelistrikan. Adanya pulau-pulau kecil yang letaknya cukup dekat dengan pulau besar (Pulau Timor, Flores dan Sumba) dapat dipertimbangkan untuk menggunakan teknologi kabel bawah laut sehingga bisa mensuplai kebutuhan listrik antar-pulau.

“Sesuai arahan Direktur Regional PLN Jawa Bagian Timur, Bali dan Nusa Tenggara (JBTBN), kita diminta untuk mempelajari dan merencanakan pembangunan interkoneksi kelistrikan antar pulau dengan menggunakan jaringan transmisi udara dan kabel laut untuk,” jelas Rendroyoko saat membuka kegiatan ‘Pelatihan Perencanaan, Pengoperasian, Pemeliharaan Kabel Tanah dan Kabel Laut’ di Aula Flobamora Kantor PLN UIW NTT belum lama ini.

“Ini bertujuan untuk menyediakan pasokan listrik, memperkuat sistem. Sekaligus mengembangkan market tenaga listrik dan menghubungkan sistem tenaga listrik mikrogrid pulau yang memiliki pembangkit hybrid (diesel dan energi baru terbarukan),” sambung Rendroyoko.

Pulau-pulau kecil yang mesti dibangun interkoneksi kelistrikan dengan menggunakan jaringan kabel diantaranya Pulau Bajo yang berjarak sekitar 300-400 meter dari Labuan Bajo (Pulau Flores), Pulau Seraya Kecil di Kabupaten Manggarai Barat, Pulau Semau yang berjarak sekitar 3-4 kilometer dari Kota Kupang, dan Pulau Rote.

“Jadi pegawai PLN NTT harus punya pemahaman tentang teknologi kabel tanah dan kabel laut, serta bagaimana cara pengoperasian dan pemeliharaannya,” kata Rendroyoko.

Terpisah, Senior Manager Perencanaan, Atmoko Basuki mengatakan, cepat atau lambat pelayanan kelistrikan di NTT harus juga memanfaatkan teknologi kabel bawah laut untuk mendukung kehandalan suplai dan efisiensi. Oleh karena itu, pegawai PLN hendaknya mendapatkan pengetahuan tentang teknologi kabel tanah dan kabel laut serta sistem pengoperasian dan pemeliharaannya.

Saat ini, lanjut Atmoko, instalasi pembangkit dan sistem tenaga listrik mikrogrid milik PLN tersebar di pulau-pulau yang terisolir. Ada pulau yang kelistrikannya disuplai oleh pembangkit diesel yg berbahan bakar minyak. Ada juga pulau yang menggunakan energi baru terbarukan berupa pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), tetapi masih terbatas kapasitas daya suplainya.

“Jika pakai kabel laut, maka cukup satu pembangkit kapasitas besar di satu pulau besar, kemudian disalurkan ke pulau lainnya menggunakan kabel laut. Ini akan lebih efisien dan meningkatkan keandalan pasokan listrik. Penghematan juga akan lebih besar, jika pulau tertentu, seperti Pulau Flores memiliki bauran energi yang lebih baik,” tambah Atmoko.

Menurut Atmoko, pemanfaatan teknologi kabel laut akan diprioritas di Pulau Bajo, Kabupaten Manggarai Barat yang memiliki potensi pelanggan sebesar 5 MVA (Mega Volt Ampere). Untuk itu, PLN NTT melakukan perjanjian jasa konsultasi studi interkoneksi dari sistem Labuan Bajo ke Pulau Bajo bekerja sama dengan PT. Prima Layanan Nasional Enjiniring pada hari ini, Rabu (12/6) di kantor PLN Pusat antara GM PLN UIW NTT Ignatius Rendroyoko dengan Direktur Utama PLN Enjiniring Hernadi Buhron. (jpg/tom)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!