168 Kepala SMA Ikut Diseminasi Program Kerja – Timor Express

Timor Express

PENDIDIKAN

168 Kepala SMA Ikut Diseminasi Program Kerja

SALAMAN.Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Benyamin Lola, menyalami para kepala sekolah usai membuka kegiatan diseminasi program kerja SMA tingkat Provinsi NTT di Ballroom Hotel Sylvia Kupang, Selasa (11/6)

INTHO HERISON TIHU/TIMEX

KUPANG, TIMEX – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT menggelar kegiatan diseminasi program kerja SMA tingkat Provinsi NTT, Selasa (11/6). Kegiatan tersebut menghadirkan seluruh kepala SMA di NTT.

Untuk tahap pertama hadir 168 kepala sekolah dari empat kota/kabupaten di daratan Timor. Kegiatan dibuka Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT. Tujuannya, sosialisasi kebijakan dan koordinasi program strategis Direktorat Pembinaan SMA tahun 2019.

Program strategis seperti program Indonesia Pintar, program pemenuhan sarana dan prasarana SMA, program peningkatan kualitas pembelajaran SMA dan program pembinaan peserta didik SMA.

Ada pula sosialisasi kebijakan dan koordinasi program prioritas nasional melalui DAK fisik dan non fisik SMA tahun 2019. Sosialisasi kebijakan dan koordinasi program Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT terkait pembangunan pendidikan SMA tahun 2019 dan sosialisasi kebijakan pengelolaan penatausahaan dengan pertanggungjawaban keuangan bantuan pemerintah di sekolah serta identifikasi dan percepatan pencairan PIP SMA tahun 2019.

Hal ini disampaikan Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Pius Rasi yang diwawancara Timor Express usai acara pembukaan di Ballroom Hotel Sylvia Kupang, Selasa (11/6).

Kegiatan itu juga menhadirkan narasumber dari pemerintah pusat, lima orang dari pengawas sekolah, lima orang unsur Pelayanan Pajak, lima orang dari badan keuangan daerah, lima orang dari badan pendapatan dan aset daerah, lima orang dari inspektorat daerah dan unsur Dinas Pendidikan Provinsi NTT sebanyak 5 orang. “Para narasumber dibagi masing-masing instansi sebanyak satu orang di setiap tahap kegiatan, mulai dari tahap 1-5,” ujar Pius.

Peserta yang mengikuti kegiatan tahap pertama itu, yakni Kota Kupang, Kabupaten Kupang, TTS dan TTU sebanyak 168 orang. Tahap kedua untuk Kabupaten Lembata, Flores Timur, Sikka, Ende, Nagekeo dan Ngada sebanyak 109 orang. Dilangsungkan di Sylvia Maumere pada 17-19 Juni. Tahap ketiga untuk Kabupaten Belu, Malaka, Alor, Sabu Raijua dan Rote Ndao sebanyak 109 orang di Sylvia Kupang, 21-23 Juni.

Untuk tahap empat akan berlangsung tanggal 24-26 Juni di Hotel La Prima Labuan Bajo. Melibatkan peserta dari Kabupaten Manggarai Timur, Manggarai dan Manggarai Barat sebanyak 100 orang. Tahap terakhir pada tanggal 28-30, bertempat di Hotel Padadita Beach Waingapu untuk daratan Sumba sebanyak 56 orang. “Kegiatan ini dilakukan selama lima tahap. Setelah SMA, dilanjutkan untuk SMK dalam waktu dekat,” tandasnya.

Benyamin Lola dalam sambutan pembukaan kegiatan itu mengatakan, diseminasi program kerja SMA saat ini merupakan momentum yang sangat strategis untuk menyampaikan berbagai program Direktorat Pembinaan SMA yang harus disinkronkan dengan program kerja Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi dan juga program kerja sekolah.

Namun seharusnya sosialisasi dan sinkronisasi kegiatan diseminasi ini dilaksanakan pada awal tahun, sehingga pihak sekolah tidak terlambat menyesuaikan program dan kebijakan yang telah direncanakan. “Mudah-mudahan ke depan kita bisa lebih awal melaksanakan kegiatan dimaksud,” ujarnya.

Dikatakan, banyak persoalan di bidang pendidikan yang dialami dari tahun ke tahun dan persoalannya hampir sama, baik keterlambatan penyaluran dana atau anggaran. Keterlambatan pelaporan dan pertanggungjawaban keuangan, baik fisik maupun non fisik, keterlambatan informasi kegiatan, masalah kependidikan dan berbagai persoalan lainnya. Sehingga dia berharap semuanya disampaikan secara transparan, dibahas secara bersama dan selanjutnya dicarikan solusi yang terbaik secara bersama pula.

Momentum ini tidak boleh dijadikan wahana untuk saling menyalahkan tetapi dijadikan sarana untuk saling sharing, guna mendapat solusi terbaik untuk memecahkan persoalan yang dialami. Banyak waktu dan sesi yang dipersiapkan untuk berdiskusi. “Mari kita secara bersama memikirkan strategi yang tepat demi mengembangkan pendidikan di provinsi NTT,” harapnya.

Total Sekolah Menengah Atas (SMA) di NTT, baik negeri maupun swasta sebanyak 537 buah dan terbmsebar di 22 kota/kabupaten. “Untuk itu, kegiatan diseminasi program kerja SMA ini kami bagi dalam lima tahap dengan mempertimbangkan letak wilayah, ketersediaan sarana jarak yang ditempuh dan efisiensi anggaran,” sebutnya.

Benyamin secara jujur mengatakan, masih banyak sekolah yang terbatas sarana prasarana, tenaga pendidik dan kependidikan, lokasi sekolah yang jauh dengan sarana jalan yang sangat sulit, keterbatasan air bersih, listrik dan penerangan yang belum ada jaringan komunikasi yang masih tersendat dan masih banyak lagi persoalan lain yang dihadapi.

Keterbatasan tersebut menurut dia tidak boleh melemahkan semangat untuk melaksanakan tugas dan keterpanggilan sebagai pendidik, untuk memberikan hal yang terbaik bagi anak didik.

Kegiatan ini akan dilanjutkan dengan penandatanganan dokumen perjanjian kinerja kepala sekolah. Dengan perjanjian kinerja tersebut dapat terwujud komitmen dan kesepakatan antara pemberi amanah dan penerima amanah atas kinerja terukur tertuntun berdasarkan tugas, fungsi dan kewenangan serta sumber daya yang tersedia.

Dokumen perjanjian kinerja ini sangat penting sebagai tolak ukur pencapaian kinerja kepala sekolah. “Mari kita mengikuti kegiatan ini dengan konsentrasi dan disiplin yang tinggi agar apa yang kita peroleh di kegiatan ini dapat diimplementasikan di sekolah kita masing-masing,” tutupnya.(mg29/cel)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!