Orangtua Dipidana jika Anaknya Celaka – Timor Express

Timor Express

HUKUM

Orangtua Dipidana jika Anaknya Celaka

BERI KETERANGAN. Waka Polda NTT Brigjen Pol. Johny Asadoma dan Dirlantas Polda NTT Kombes Pol. Pringadhi Supardjan memberikan keterangan kepada wartawan di Mapolda NTT, Kamis (13/6).

ERIK SELLY/TIMEX

KUPANG, TIMEX – Anak di bawah umur yang diizinkan orangtuanya untuk mengendarai kendaraan roda dua maupun roda empat dan mengalami kecelakaan, maka orangtua harus bertanggung jawab.

Tanggung jawab bukan berarti mengganti kerugian yang dialami orang lain, namun jika kecelakaan mengakibatkan korban jiwa, maka orangtua akan dikenakan pasal ikut serta dan harus dipidanakan.

Hal tersebut disampaikan Waka Polda NTT Brigjen Pol Johny Asadoma, usai menggelar Apel Konsolidasi Pasca Operasi Ketupat Turangga 2019 di Mako Polda NTT, Kamis (13/6).

Dikatakan upaya tersebut akan dilakukan karena angka kecelakaan di jalan rentan dialami oleh anak di bawah umur di NTT, pasca ia bertugas selama 7 bulan ini sangat tinggi.

Ini menunjukan bahwa orangtua terlibat menyumbangkan angka kecelakaan tersebut, karena mengizinkan anak mengendarai kendaraan belum tepat umur dan tanpa surat izin mengemudi (SIM) dan tidak ada kelengkapan kendaraan yang lengkap.

“Ini sayang anak atau tidak sayang anak, padahal sikap orangtua tersebut sangat membahayakan anak sendiri,” katanya.

Dinilai, bahwa angka keamanan berlalulintas saat ini perlu dibenahi bagi pengendara untuk melengkapi seluruh administrasi karena di semua sekolah banyak siswa yang menggunakan kendaraan bermotor ke sekolah.

Di halaman sekolah tampak banyak sekali kendaraan roda dua. Kendaraan tersebut merupakan milik dari para siswa, sedangkan siswa tersebut belum cukup umur mengendarai kendaraan dan belum memiliki SIM.

“Banyak sekolah yang terparkir motor dan 90 persen tidak memiliki SIM, sehingga ini perlu dilakukan sosialisasi dan penindakan tegas,” tegas Johni.

Untuk menindak tegas para pelanggar aturan tersebut, pihaknya akan menyembangi sekolah-sekolah untuk mensosialisasikan kepada sekolah dan masyarakat pada umumnya.

Pihak sekolah juga akan ikut bertanggung jawab atas keselamatan anak-anak yang adalah agen-agen masa depan bangsa ini.

“Jika ada siswa yang celaka maka tidak hanya orangtuanya namun kepala sekolah turut dipanggil untuk dimintai keterangannya,” katanya.

Jenderal bintang satu ini menegaskan bahwa hukum yang ada harus dipatuhi dan juga membangun karakter anak dengan berlalu lintas.

“Saya akan memimpin razia di sekokah-sekolah, kalau orangtua nya komplain, mari kita diskusi,” ujarnya.

Sementara, Dirlantas Polda NTT, Kombes Pol. Pringadhi Supardjan menambahkan, kegiatan operasi tersebut akan dilakukan setelah masuk sekolah.

“Ini masih masa libur, jadi libur masuk baru kami akan lakukan sosialisasi dan operasi,” katanya.

Lanjut Kombes Pringadhi bahwa saat ini pengendara di bawah umur sangat banyak sehingga dengan mental yang belum stabil bisa menyebabkan kecelakaan.

Kecelakaan di jalan tentunya bisa menyebabkan kerugian materil bahkan korban jiwa.

“Orangtua harus pahami itu maka kami mengimbau kepada orangtua dan masyarakat pada umumnya untuk tidak mengizinkan anak mengendarai kendaraan baik roda satu maupun roda empat,” paparnya.

Ditambahkan selain anak di bawah umur, para pengendara yang lain juga harus memberikan contoh dan teladan yang baik kepada sesama, dengan mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan melengkapi  kelengkapan berkendara agar terhindar dari semua gangguan yang terjadi di dalam perjalannan. (mg29/joo)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!