RAMAI-RAMAI TERSANGKA – Timor Express

Timor Express

NASIONAL

RAMAI-RAMAI TERSANGKA

Dugaan Korupsi Proyek NTT Fair

KUPANG, TIMEX – Tim penyidik Kejati NTT menahan enam orang tersangka kasus dugaan korupsi proyek NTT Fair. Keenam tersangka, masing-masing tiga orang perempuan dan tiga laki-laki itu ditahan, Kamis (13/6), di tiga tempat berbeda.

Tersangka Linda Liudianto (Kuasa Direktur PT Cipta Eka Puri) dan Yuli Afra (mantan Kadis PRKP/Kuasa Pengguna Anggaran) ditahan di Lapas Wanita Kelas III Kupang. Sementara, tersangka Dona Toh (Pejabat Pembuat Komitmen) ditahan di tahanan Mapolres Kupang Kota. Tiga tersangka pria, Barter Yusuf (Direktur PT Desakon/Konsultan Pengawas), Ferry Jonson Pandie (Pelaksana Lapangan PT Desakon) dan Hadmen Puri (Direktur PT Cipta Eka Puri) ditahan di Rutan Kelas IIB Kupang.

Terpantau, sekira pukul 16.30, keenam tersangka digiring keluar dari ruang pemeriksaan Bidang Pidsus, menuju dua mobil tahanan yang sudah terparkir di depan gedung kantor Kejati NTT. Para tersangka berusaha menutupi wajahnya dengan masker dan map saat digiring menuju mobil tahanan.

Asisten Bidang Pidsus Kejati NTT Sugianta,SH.,MH., dalam keterangannya kepada wartawan, mengatakan para tersangka ditahan selama 20 hari ke depan. “Untuk mempercepat proses penyidikan, para tersangka selanjutnya akan menjalani pemeriksaan tambahan dan kami pun sekaligus melakukan pemberkasan. Kami berkomitmen untuk secepat mungkin menuntaskan kasus ini,” kata Sugianta.
Dia menjelaskan, sesuai hasil penghitungan kerugian negara terkait proyek NTT Fair, ditemukan kerugian keuangan negara senilai Rp 6.783.831.281. Masih menurut Sugianto, Linda Liudianto terlebih dahulu ditetapkan sebagai tersangka dalam ekspos perkara yang dipimpin Kejati NTT Dr. Febrie Adriansyah didampingi Wakajati Johny Manurung pada Senin (10/6) lalu. Sementara lima tersangka lainnya ditetapkan sebagai tersangka pada Kamis (13/6) kemarin, setelah menjalani pemeriksaan sebagai saksi.

Asisten Pidsus melanjutkan, ada anggaran senilai Rp 7 miliar yang merupakan uang jaminan proyek NTT Fair yang dikembalikan ke kas negara. Anggaran ini sebelumnya disimpan di Bank NTT. Tim penyidik juga menyita barang bukti berupa uang proyek NTT Fair sebesar Rp 1.238.940.000. Uang ini disita dari Konsultan Pengawas dan Direktur PT Cipta Eka Puri. Mengenai progres proyek NTT Fair sesuai hasil pemeriksaan tim ahli di lapangan diketahui baru mencapai 54 persen, namun progres pencairan anggarannya sudah 100 persen. Para tersangka dijerat dengan Pasal 2, Pasal 3, Pasal 18 UU No. 31 tahun 1999 sebagaimana dirubah dengan UU No. 20 tahun 2001 jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Ditambahkan, terhadap tersangka Linda Liudianto, dilakukan penangkapan oleh tim penyidik Kejati NTT di wilayah Jakarta Timur pada Kamis (13/6) sekira pukul 00.15 WIB. “Sebelumnya semua tersangka juga sudah kita cekal, karena ada indikasi mau menghindari proses hukum,” kata Sugianta.

Tersangka Linda Liudianto disebutkan telah dua kali mangkir dari panggilan tim penyidik. Terhadap sikap mangkir tersebut, tim penyidik kemudian melakukan pencarian di alamat Linda di Surabaya dan Jakarta. “Kami kemudian mengetahui posisi Linda di Jakarta Timur, wilayah Cakung. Setelah kami cari ke sana pada Rabu (13/6), tim ketemu sama suaminya. Sempat tunggu kuasa hukumnya baru kami tahan yang bersangkutan, disaksikan Ketua RT dan Satpam perumahan dan pengacaranya,” urai Sugianta.
Ditambahkan, tim penyidik beranggotakan Arif Suhartono dan Benfrid Foeh, kemudian membawa Linda Liudianto ke Bandara Soekarto Hatta dan dibawa ke Kupang dengan pesawat Batik Air pukul 09.00 WIB dan tiba di Bandara El Tari Kupang pukul 12.30. Tersangka Linda kemudian dibawa ke kantor Kejati dan menjalani pemeriksaan sebagai tersangka oleh Kasi Penyidikan, Wijaya. Terkait perkara dugaan korupsi proyek NTT Fair, tim penyidik Kejati NTT yang ditunjuk telah memeriksa 25 saksi.

Para saksi adalah mantan Gubernur NTT Frans Lebu Raya, Sekda NTT Ben Polo Maing, kontraktor pelaksana Linda Liudianto selaku kuasa direktur, konsultan pengawas, PPK Dona Toh, peneliti kontrak, saksi ahli dan mantan Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi NTT Yuli Arfa beserta sejumlah stafnya. Turut diperiksa saksi Aryanto Rondak selaku ajudan mantan Gubernur NTT Frans Lebu Raya.

Tim penyidik juga melakukan pemeriksaan fisik proyek tersebut melibatkan tim ahli, PPK, konsultan manajemen konstruksi dan project manager. Pemeriksaan lapangan ini untuk mencocokkan keterangan saksi dengan kondisi riil fisik proyek, baik kualitas maupun volume. Hasil pemeriksaan lapangan tersebut kemudian dihitung oleh tim ahli.

Sebelumnya, tim penyidik Kejati NTT juga melakukan penyitaan uang senilai Rp 686.140.900 sebagai barang bukti dalam perkara dugaan korupsi proyek pembangunan gedung pusat pameran NTT Fair. Uang tunai ratusan juta tersebut disita dari pihak konsultan pengawas proyek dimaksud. Proyek yang berlokasi di wilayah Bimoku, Kelurahan Lasiana, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang tersebut, dianggarkan melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi NTT Tahun Anggaran (TA) 2018 senilai Rp 29.919.130.500 dan dikerjakan oleh PT. Cipta Eka Puri.

Pada tanggal 31 Desember 2018 telah dilakukan kelebihan pembayaran 100 persen kepada rekanan walau faktanya progres pekerjaan belum rampung. Pembayaran secara penuh kepada rekanan pelaksana dilakukan PPK pada 14 Desember 2018. (joo/sam)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!