Sipir Lapas Diduga Aniaya Warga Binaan – Timor Express

Timor Express

HUKUM

Sipir Lapas Diduga Aniaya Warga Binaan

Polisi Minta Bantuan LPSK 

KUPANG, TIMEX – Dugaan penganiayaan anak di bawah umur yang juga adalah warga binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas 1 Kupang oleh sipir tengah dalam penyidikan oleh Satreskrim Polres Kupang Kota.

Kasat Reskrim Polres Kupang Kota Iptu Bobby Jacob Mooynafi, SH.,MH., saat dikonfirmasi Timor Express di Hotel Aston Kupang, Rabu (12/6), mengatakan, pihaknya telah menerima laporan dugaan penganiayaan tersebut dari ibu kandung korban Yane Mole, Selasa (11/6).

Terlapor dalam laporan polisi: LP/B/572/VI/2019 di SPKT Polres Kupang Kota tersebut, adalah salah satu staf pengawas di LPKA atas nama Deminggus Teru, dan saat ini tengah ditindak lanjuti oleh pihaknya dengan memeriksa pelapor, yakni ibu kandung korban.

Dijelaskan, korban bernisial AB (17) merupakan warga binaan yang juga warga Kelurahan Fatululi, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang sehingga untuk memenuhi panggilan pemeriksaan dalam kasus tersebut, akan disurati Kepala (LPKA) Kelas 1 Kupang untuk mengambil keterangan dari korban AB, dan melakukan visum.

“Selain kami akan bersurat tentunya proses pemeriksaan ini kami akan berkoordinasi untuk melakukan pemeriksaan di Mapolres Kupang Kota,” kata mantan Kasat Reskrim Polres Sikka itu.

Selain korban, dalam surat tersebut dijelaskan, pihaknya akan meminta untuk dilakukan pemeriksaan kepada ketiga warga binaan yang ditahan bersama korban.

“Kami juga akan berkoordinasi dengan pihak Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban. Kehadiran LPSK dibutuhkan agar memberikan perlindungan terhadap korban yang juga anak di bawah umur,” tambah Iptu Bobby.

Bobby mengurai bahwa menurut keterangan pelapor, dirinya mengetaui kejadian tersebut setelah anaknya AB menelpon dirinya mengunakan handpone milik petugas.

Terhadap laporan itu, ibu kandung AB langsung menuju ke Lapas Anak untuk melihat kondisi korban dan memastikan kebenaran informasi yang diperolehnya.

“Dari pengakuannya korban benar dipukul menggunakan kayu di kedua paha hingga memar dan bengkak. Tapi tentunya kita akan melakukan visum dulu untuk pastikan,” jelas Kasat Reskrim. (mg29/joo)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!