16 Desa Nikmati Air Bersih – Timor Express

Timor Express

RAKYAT TIMOR

16 Desa Nikmati Air Bersih

Program Pamsimas

ATAMBUA, TIMEX – Masalah kesulitan air bersih masyarakat Kabupaten Belu terus menjadi prioritas perhatian Bupati dan Wakil Bupati Belu. Buktinya, dalam dua tahun terakhir Pemerintah Kabupaten Belu sudah membangun jaringan air bersih di 16 desa.

“Pak bupati dan wakil bupati ingin janji mereka untuk meminimalisir masalah kesulitan air bersih masyarakat Belu selama ini lambat laun teratasi sesuai janji dan visi misi mereka. Makanya  dalam dua tahun terakhir ini melalui program Pamsimas, pemerintah sudah selesai bangun jaringan air bersih di enam desa yang punya sumber mata air,” ungkap Kadis PUPR Belu, Vincent Laka di ruang kerjanya usai penyerahan sarana dan prasaran air bersih kepada masyarakat Desa Leosama Kecamatan Kakuluk Mesak, Kamis (13/6).

Dijelaskan, sarana dan prasaran air bersih program Pamsimas yang diserahkan kepada masyarakat Desa Leosama, merupakan bagian dari 16 sarana prasarana air bersih yang sudah dibangun di 15 desa lainnya. 16 desa yang sudah memiliki sarana prasarana air bersih yaitu Desa Tukuneno, Leosama, Ekin, Dualasi, Tialai, Lakanmau, Kewar, Leontolu,  Asumanu, Duarato, Dubesi, Fohoeka, Loonuna, Nanaenoe, Nualain dan Rinbesihat.

“Enam belas desa yang sudah punya sarana air bersih dibangun menggunakan dana APBD dan APBN. Delapan desa seperti Desa Tukuneno, Leosama, Ekin, Dualasi, Tialai, Lakanmau, Kewar dan Leontolu menggunakan dana APBD Kabupaten Belu. Sedangkan sisanya menggunakan dana sharing APBN,” jelas Vincent.

Menurutnya, 16 sarana dan prasarana air bersih sudah dilakukan penyerahan kepada masyarakat desa penerima manfaat.

Ia meminta pemerintah desa dan masyarakat sasaran agar merawat dan mengelola secara baik sarana dan prasarana air bersih yang sudah dibangun pemerintah demi peningkatan kesejahteraan masyarakat ke depan.

“Pemerintah sudah bangun sarana dan prasarana air bersih, silakan kepala desa dan masyarakat kelola baik-baik untuk memenuhi kebutuhan air bersih di desa. Silakan manfaatkan dana desa dan iuran air bersih yang dipungut setiap bulan dari pelanggan di desa masing-masing untuk merawat dan memperbaiki kerusakan yang akan ada. Jangan sampai dalam perjalanan ada kerusakan lalu datang minta lagi uang di pemerintah untuk perbaiki kerusakan yang ada. Itu tidak boleh terjadi,” tegasnya.

Masalah kesulitan air bersih yang selama ini dihadapi masyarakat  Kabupaten Belu, kata Vincent akan terus menjadi perhatian serius pemerintah. Karena itu, Vincent meminta kepada masyarakat desa lainnya yang memiliki sumber mata air agar bersabar menunggu giliran.

“Pemerintah ingin semua masyarakat Belu keluar dari masalah air bersih. Jadi kami minta masyarakat desa yang punya sumber mata air untuk bersabar menunggu gilirannya karena pemerintah pasti datang dan tarik air dari sumber mata air menuju permukiman,” kata Vincent. (ogi/ays)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!