Dua Mantan Karyawan Terlibat – Timor Express

Timor Express

FLORES RAYA

Dua Mantan Karyawan Terlibat

PELAKU. Inilah pelaku pencurian pipa gas yang diamankan di Polres Sikka.

KAREL PANDU/TIMEX

Pencurian Pipa Gas

MAUMERE, TIMEX – Kapolres Sikka, AKBP Rickson Situmorang menggelar konfrensi Pers terkait pencurian pipa gas line 40 MW di Polsek Waigete, Minggu (9/6). Dalam aksi pencurian itu sebanyak delapan pelaku. Tiga diantaranya masih berada di bawah umur.

Ke delapan pelaku hingga saat ini masih berada dalam tahanan Polres Sikka.

Kapolres Sikka, AKBP Rickson Situmorang kepada wartawan, Rabu (12/6) menjelaskan, kasus pencurian pipa gas yang dilaporkan, Minggu (9/6) oleh seorang laki-laki berinisial MAN kepada Polsek Wagete, saat ini telah ditangani Polres Sikka. Selain  tersangka, sejumlah barang bukti diangkut ke Polres Sikka untuk dijadikan barang bukti dalam proses hukum.

“Saat ini kasus pencurian pipa gas line sudah ditangani oleh Polres Sikka. Selain tersangka, barang bukti juga diangkut ke Polres,” ujar Rickson.

Menurutnya, peristiwa pencurian itu berawal dari adanya penemuan sejumlah kontainer yang sudah terbuka akibat gemboknya dirusak para pelaku. Aksi pencurian itu sudah dilakukan para pelaku berkali–kali. Barang curian itu kemudian dijual kepada seorang penadah yang siap membeli hasil curian tersebut. Dari hasil penyelidikan, lanjut Rickson,  ternyata dua orang dari delapan pelaku adalah mantan karyawan pada PLTMG 40 MW Wairita. Kedua mantan karyawan itu adalah AR, 38 dan MNS, 20 asal Desa Hoder Kecamatan Waigete.

“Dari delapan pelaku yang ditangkap, dua orang diantaranya adalah mantan karyawan pada PLTMG 40 MW Wairita. Pelaku sudah melakukan aksinya berkali kali dan hasil curian tersebut dijualnya kepada salah seorang penadah,” jelas Rickson.

Selain sejumlah barang bukti yang disita dari para pelaku, ternyata sejumlah barang bukti lainnya juga diperoleh di rumah penadah yang berinisial SJ. Atas penemuan barang bukti tersebut, maka SJ juga diperiksa sebagai salah seorang tersangka. Hasil curian itu dijual dengan harga Rp 2.500 per kg.

Sebelum hasil curian tersebut dijual kepada penadah, kata Rickson, para pelaku menyembuyikannya di belakang PLTMG 40 MW yang berjarak kurang lebih 200 meter.

“Sebelum barang curian dijual kepada penadah,  terlebih dahulu disembunyikan dibelakang PLTNG 40 MW  yang berjarak kurang lebih 200 meter dari lokasi. Setelah semua terkumpul baru dijual kepada penadah,” ungkapnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim, AKP Heffri Dwi Irawan membeberkan lokasi penadah, yang berada di Geliting Kecamatan Kewapante tepatnya di Kloanglagot. Penadah berasal dari Jawa yang sudah lama bergelut dalam berbisnis besi tua. Baik pelaku maupun penadah bersepakat menentukan harga senilai Rp 2.500 per kg. hasil penyelidikan juga membenarkan bahwa pipa gas line tersebut dicuri sejak tanggal 31 Mei dan baru dijual pada tanggal 7 Juni.

“Pipa gas line itu dicuri sejak tanggal 31 Mei dan baru dijual kepada penadah tanggal 7 Juni. Barang bukti yang disita dari penadah selain pipa gas line, juga sebuah alat timbangan yang digunakan penadah untuk menimbang hasil curian dari para pelaku,” jelas Heffri.

Akibat pencurian itu lanjut Heffri, PLTMG 40 MW mengalami kerugian mencapai Rp 200 juta. Karenanya, para pelaku dijerat dengan Pasal 362 KUHP jo Pasal 55 KUHP. Sedangkan pembeli dijerat dengan Pasal 480 KUHP dengan ancaman hukuman diatas lima tahun penjara.

Barang bukti yang berhasil disita diantaranya, enam unit sambungan pipa gas line dan satu unit novel pelumas.

“Korban mengalami kerugian mencapai Rp 200 juta dan kepada pelaku diancam dengan hukuman diatas lima tahun penjara,” ujar Heffri. (kr5/ays)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!