Jaksa Diminta Lidik Proyek Peningkatan Jalan – Timor Express

Timor Express

RAKYAT TIMOR

Jaksa Diminta Lidik Proyek Peningkatan Jalan

RUSAK. Ruas jalan lingkungan dalam Kota Kefamenanu yang dikerjakan PT GGJ tahun 2018 sudah rusak dan membentuk kubangan air. Foto diambil, Selasa (11/6).

PETRUS USBOKO/TIMEX

KEFAMENANU, TIMEX – DPRD Kabupaten TTU meminta kepada aparat penegak hukum baik itu kejaksaan maupun kepolisian untuk melakukan penyelidikan awal terhadap kerusakan ruas jalan lingkungan di dalam Kota Kefamenanu yang dikerjakan PT Gabriel Gabriela Jaya (GGJ) tahun 2018.

Sebanyak 11 titik ruas jalan lingkungan di dalam Kota Kefamenanu yang dikerjakan PT GGJ hampir sebagian besar mengalami kerusakan. Bahkan, terdapat beberapa titik yang kerusakannya semakin memperparah karena menciptakan kubangan kecil pada badan jalan. Padahal, usia pekerjaan baru berumur setengah tahun.

Anggota DPRD TTU, Agustinus Siki kepada Timor Express, Rabu (12/6) menuturkan, kerusakan ruas jalan lingkungan yang terdapat di dalam Kota Kefamenanu merupakan tanggung jawab pelaksana proyek yakni PT Gabriel Gabriela Jaya. Pasalnya, proyek tersebut baru selesai dikerjakan dan masa pemeliharaan baru akan berakhir bulan Juni 2019.

Dikatakan, sebagai pelaksana proyek, kerusakan pada ruas jalan lingkungan di dalam Kota Kefamenanu harus segera diperbaiki sebelum masa pemeliharaan selesai tanpa harus diminta oleh masyarakat atau dinas teknis.

“Semestinya harus segera melakukan perbaikan bilamana ada beberapa titik kerusakan tanpa harus diberitahu oleh dinas teknis terkait atau masyarakat,” tuturnya.

Menurut Agustinus, perbaikan beberapa titik kerusakan ruas jalan dalam Kota Kefamenanu menjadi suatu kewajiban yang harus dilaksanakan oleh pelaksana, karena saat ini masih dalam masa pemeliharaan.

Ia meminta ketegasan dari pemerintah daerah dalam hal ini dinas teknis supaya tidak melakukan FHO apabila PT Gabriel Gabriela Jaya sebagai perusahaan pelaksana tidak melakukan perbaikan terhadap beberapa titik kerusakan.

“Sudah diberikan pekerjaan tidak bekerja sesuai dengan prosedur, tetapi kerja asal jadi. Usia pekerjaan belum setahun saja sudah rusak. Padahal, ruas jalan itu juga jarang dilewati kendaraan bertonase besar,” tegasnya.

Pihaknya meminta kepada aparat penegak hukum baik itu kejaksaan maupun kepolisian untuk melakukan penyelidikan awal terhadap kerusakan ruas jalan lingkungan yang terdapat di dalam Kota Kefamenanu.

Menurutnya, kerusakan pada ruas jalan lingkungan di dalam Kota Kefamenanu diduga kuat dikerjakan asal jadi dan tidak sesuai dengan bestek. Bahkan, material yang digunakan dipastikan tidak lolos uji laboratorium.

“Ini pekerjaan kan dikerjaan asal jadi tanpa melalui uji laboratorium. Kita minta kepada jaksa dan polisi untuk bisa melidik kerugian negara yang timbul akibat pekerjaan ini,” pungkasnya.

Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (PRKPP) Kabupaten TTU, Anton Kapitan kepada Timor Express di ruang kerjanya, Selasa (11/6) mengakui adanya kerusakan pada ruas jalan lingkungan dalam Kota Kefamenanu yang dikerjakan PT Gabriel Gabriela Jaya tahun 2018 dengan total anggaran sebesar Rp 10 miliar.

Dikatakan, kerusakan pada ruas jalan dalam kota merupakan hasil temuan BPK Perwakilan Provinsi NTT yang melakukan audit tahun 2018. Dari hasil temuan itu, BPKP Provinsi NTT merekomendasikan untuk diperbaiki kerusakan yang ada. (mg26/ays)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!