Pembangunan Patung Kristus Raja dan Taman Doa Gagal – Timor Express

Timor Express

RAKYAT TIMOR

Pembangunan Patung Kristus Raja dan Taman Doa Gagal

KEFAMENANU, TIMEX – Pembangunan patung Kristus Raja dan taman doa di bukit Neonbat Kelurahan Maubeli Kecamatan Kota Kefamenanu oleh Pemerintah Kabupaten TTU, gagal. Impian besar pemerintah daerah untuk menjadikan Kabupaten TTU sebagai kota religi dengan ikon patung Kristus Raja setinggi 58 meter yang akan dilengkapi taman doa, tidak tercapai.

Padahal, pemerintah dan DPRD TTU telah menyepakati anggaran pembangunan patung tertinggi itu senilai Rp 98,2 miliar yang direalisasikan bertahap selama tiga tahun.

Informasi yang berhasil dirampung Timor Express dari berbagai sumber mengatakan, gagalnya pembangunan patung Kristus Raja dan taman doa di bukit Neonbat Kelurahan Maubeli, disebabkan oleh perencanaan yang tidak baik dan benar. Konsultan perencana tidak melakukan perhitungan secara terperinci terkait bahan dan material yang akan digunakan dalam pembangunan patung Kristus Raja dan taman doa.

Ketua tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kabupaten TTU, Bambang Sunardi kepada Timor Express, Selasa (11/6) menuturkan, pihaknya telah memberikan rekomendasi kepada pemerintah daerah untuk membatalkan pembangunan patung Kristus Raja sekaligus taman doa di bukit Noenbat.

Rekomendasi yang disampaikan TP4D lantaran dalam perencanaan. Konsultan perencana tidak melakukan perhitungan secara terperinci terkait penggunaan bahan dan material serta jenis bahan dan material yang akan digunakan dalam pembangunan patung tertinggi di dunia itu.

“TP4D merekomendasikan kepada pemerintah daerah untuk memperbaiki perencanaan pembangunan patung Kristus Raja dan taman doa, namun tidak ditindaklanjuti sehingga proyek itu dipastikan gagal,” tutur Bambang.

Dikatakan, TP4D juga telah menyampaikan permasalahan perencanaan pembangunan patung Kristus Raja dan taman doa kepada Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes. Menurutnya, proyek tersebut akan dibatalkan dan anggaran yang telah dialokasikan akan dialihkan untuk program bedah rumah tidak layak huni (Berarti).

Terkait dengan anggaran untuk perencanaan, pemerintah daerah akan meminta pertanggungjawaban dari konsultan perencana. Kerugian negara yang disebabkan oleh konsultan perencana akan diganti dan dikembalikan kepada kas negara.

“Kami sudah sampaikan ke bupati, namun jawaban bupati pembangunan patung Kristus Raja dan taman doa akan dibatalkan,” jelasnya.

Sebelumnya, Pemkab TTU bersama DPRD telah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan patung Kristus Raja dan taman doa yang dibebankan melalui APBD Kabupaten TTU. Proyek tersebut rencananya akan dibangun selama tiga tahun anggaran terhitung sejak tahun 2018 senilai Rp 11,9 miliar, tahun 2019 akan dianggarkan senilai Rp 27,8 miliar dan tahun 2020 dianggarkan sebesar Rp 58,5 miliar sehingga totalnya mencapai Rp 98,2 miliar. (mg26/ays)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!