Juli, Pemasangan 3.500 LPJU Rampung – Timor Express

Timor Express

KUPANG METRO

Juli, Pemasangan 3.500 LPJU Rampung

PASANG LAMPU. Petugas pemasangan lampu jalan Bagian Umum Setda Kota Kupang melakukan pemasangan lampu jalan di salah satu wilayah di Kota Kupang, beberapa waktu lalu.

FENTI ANIN/TIMEX

KUPANG, TIMEX – Sebanyak 3.500 Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) ditargetkan sudah selesai terpasang pada Juli mendatang.

Saat ini, sudah 800 LPJU yang telah terpasang di 14 kelurahan di Kota Kupang.

Di antaranya, Kelurahan Oesapa Selatan, Mantasi, Fontein,  Bakunase II, Naikolan, Sikumana, Bonipoi, Kayu Putih, Oesapa Barat, Merdeka, Kelapa Lima, Oebobo dan Kelurahan Pasir Panjang.

Kepala Bagian Umum Setda Kota Kupang, Jhoni Bire, didampingi Koordinator Pemasangan Lampu Jalan, Eddy Meok, mengatakan,  setiap harinya tiga unit mobil pemasangan lampu jalan yang ada di Bagian Umum, masuk sekaligus di satu kelurahan.

“Karena sekarang kami sudah merubah sistem pemasangan lampu jalan, yang dulunya kami masuk sesuai dengan usulan dan permintaam lurah atau warga, sekarang kami turun per kelurahan. Satu kelurahan selesai barulah akan ke kelurahan lain. LPJU yang dipasang juga sesuai dengan usulan semua lurah yang sudah memasukan daftar kebutuhan lampu yang diperlu di suatu kelurahan,” kata Jhoni Bire saat diwawancarai di ruang kerjanya,  Selasa (18/6).

Jhoni Bire mengaku, di tahun anggaran murni lalu, Pemerintah Kota Kupang sudah mengusulkan untuk menambah mobil pemasangan lampu jalan, dan sementara dalam proses.

Satu unit mobil pemasangan lampu jalan seharga Rp 300 sampai 400 juta.

“Usulan pengadaan satu unit mobil lampu jalan ini sudah disetujui dan sementara dalam proses pelelangan. Kami harapkan segera berproses agar dapat membantu pemasangan lampu di Kota Kupang ini,” ujarnya.

Dia mengaku, selain 3.500 LPJU, tahun 2019 ini Bagian Umun juga akan memasang 1.000 titik lampu baru, beserta jaringan dan ornamennya.

Rencananya akan dipasang di jalan-jalan protokol dan di kawasan Jalur 40.

“Sekarang masih dalam proses tender, rencananya akan mulai kami kerjakan pada Juli mendatang, setelah semua kelurahan sudah selesai dipasang lampu jalan, agar tiga unit mobil pemasangan lampu jalan yang ada ini bisa semuanya dikerahkan,” ujarnya.

Jhoni melanjutkan, selain lampu jalan, Bagian Umum juga akan memasang lima lampu hias baru, seperti yang ada di Kelapa Lima dan di depan Bank Mandiri Halte. Kelima lampu ini juga sementara diproses.

“Lima lampu hias ini kami masih berdiskusi dengan Wali Kota,  mau ditempatkan di mana. Yang pasti semuanya masih diproses dan akan selesai tepat waktu. Tentunya kelima lampu hias ini dengan motif yang berbeda dari sebelumnya,” ungkapnya.

Dia juga meminta peran serta lurah dan masyarakat, karena ada beberapa kasus, lurah yang mengusulkan untuk pemasangan lampu jalan beserta titik atau lokasinya, namun saat petugas sampai ke lokasi, lurah juga tidak mengetahui secara pasti lokasi mana saja yang harus dipasang lampu penerangan jalan.

“Kami berharap lurah agar teliti saat memasukan usulan. Kenali wilayahnya, karena kami hanya melakukan pemasangan sesuai dengan usulan lurah. Kami berharap lurah mampu menunjukan lokasinya secara tepat,” terangnya.

Dia berharap masyarakat juga berperan aktif dalam menjaga lampu jalan yang sudah dipasang. Jangan dirusak, karena merupakan fasilitas publik, yang disediakan pemerintah bagi masyarakat.

Terpisah, anggota DPRD Kota Kupang Nitanel Pandie, mengatakan, lampu penerangan jalan merupakan infrastruktur penunjang kehidupan di wilayah perkotaan.

“Oleh sebab itu, lampu penerangan jalan umum selalu dan senantiasa mendapatkan perawatan dan penambahan di setiap sudut kota yang membutuhkan,” kata Nitanel.

Dia menambahkan, sejalan dengan hal di atas, pada tahun anggaran 2018 pemerintah dan DPRD mengalokasikan lebih dari Rp 36 miliar untuk perbaikan dan pengadaan LPJU.

Selanjutnya, pada pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA)  Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD 2019, pemerintah mengalokasikan lebih dari Rp 70 miliar untuk LPJU, namun belum ada kesepakatam bersama, dan RAPBD tahun 2019 pemerintah mengalokasikan lagi sebesar Rp 59,6 miliar lebih.

Selain itu kata dia, salah satu prinsip pembangunan kota adalah diawali dengan kebersihan menuju kerapian yang bermuara pada keindahan.

“Fakta lapangan menunjukan pamasangan lampu hias tidak didahului dengan penataan dan kebersihan, sehingga terkesan ibarat gadis yang bersolek tapi belum mandi dan rapi,” pungkasnya. (mg25/joo)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!