Keluarga Besar Hipmi Bersinergi Bangun Ekonomi NTT – Timor Express

Timor Express

EKONOMI

Keluarga Besar Hipmi Bersinergi Bangun Ekonomi NTT

BERSAMA. Ketua Umum BPD Himpi NTT, Arthur Lay bersama pengurus dan panitia halal bihalal keluarga besar Hipmi NTT pose bersama usai menggelar jumpa pers di Celebes Resto & Cafe, Selasa (18/6).

TOMMY AQUINODA/TIMEX

Besok, Hipmi NTT Gelar Halal Bihalal

KUPANG, TIMEX – Keluarga besar Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) se-Provinsi Nusa Tenggara Timur akan menggelar halal bihalal Idul Fitri 1 Syawal 1440 Hijriah, Kamis (20/6) besok di Celebes Resto & Cafe. Acara halal bihalal kali ini mengangkat tema ‘Sinergisitas Untuk kebangkitan, Kesejahteraan dan Kemandirian Daerah’.

Ketua Umum BPD Himpi NTT, Reynold Arthur Ivan Lay dalam jumpa pers, Selasa (18/6), mengatakan, Hipmi NTT selalu berbagi kasih dengan sesama yang berkekurangan di setiap Ramadhan, Idul Fitri atau Natal. Pada Ramadhan dan Idul Fitril kali ini, aksi Hipmi Peduli dibalut dalam acara halal bihalal. Sehingga kesempatan itu juga menjadi momentum bagi keluarga besar Hipmi NTT mulai dari BPD sampai dengan BPC di 22 kabupaten/kota.

“Selain Hipmi Peduli, acara halal bihalal kali ini juga bertujuan untuk merekatkan kembali hubungan antara BPD dan BPC,” sebut Arthur didampingi Sekretaris Umum BPD Hipmi NTT, Yohanes Agustino Masteriano, Bendahara Umum, Muhammad Iksan Darwis, Ketua Bidang I, Restu Herdani Baptista Dupe, Ketua Panitia Halal Bihalal, dr. Cristian Widodo, Sekretaris Panitia, Piter Manuk, Bendahara Panitia, Wilson Liyanto, Ketua BPC Hipmi Ngada, Herman Pinga, Ketua BPC Hipmi Sikka, Yanes Mekeng dan Agustinus Bedi Roma dari Hipmi Lembata.

Seiring dengan kontestasi pemilihan Ketua Umum BPP Hipmi, Arthur mengatakan, acara halal bihalal keluarga besar Hipmi NTT juga akan dihadiri dua Calon Ketua Umum (Caketum) BPP Hipmi, yakni Akbar Himawan Buchari dan Bagas Adhadirgha.

“Mereka ingin berkenalan lebih dalam dengan kita, baik itu BPD NTT maupun teman-teman BPC. Sebaliknya, ini menjadi ajang bagi kita untuk mengenal dan mendengar visi misi caketum dalam memimpin Hipmi ke depan,” kata Arthur.

Selain silaturahmi, lanjut Arthur, acara halal bihalal juga akan diisi dengan diskusi cerdas untuk membangun komunikasi, kesepahaman dan pemikiran dalam rangka membangun ekonomi NTT ke depan.

“Lewat diskusi cerdas, orang-orang muda yang tergabung di dalam Hipmi bisa menyamakan ‘frekuensi’ dan mengambil peran serta siap berpartisipasi aktif untuk membangun ekonomi NTT ke depan,” katanya.

“Pak Gubernur akan hadir dalam acara halal bihalal. Kalau tidak, ya Pak Wagub akan hadir. Dan yang pasti salah satu dari antara mereka akan hadir bersama-sama dengan kita,” sambung Arthur.

Sementara Ketua Panitia, dr. Christian Widodo, mengatakan, halal bihalal hanya ada di Indonesia. Tradisi ini merupakan ajang silaturahmi antara satu dengan yang lain untuk saling bermaaf-maafan. Berangkat dari pikiran tersebut, keluarga besar Hipmi NTT menggelar acara halal bihalal untuk menguatkan tali silaturahmi diantara sesama pengurus Hipmi yang mungkin sempat renggan pasca kontestasi politik. Baik itu Pilpres maupun Pileg.

Selain menguatkan hubungan di internal, Hipmi juga merasa perlu untuk terus membangun kepedulian dengan dengan masyarakat di sekitar, terlebih mereka yang berkekurangan sehingga Hipmi NTT tidak terkesan eksklusif.

“Acara halal bihalal akan digelar di Celebes Resto & Cafe tanggal 20 Juni 2019 mulai pukul 15.00 Wita. Kita akan menghadirkan anak-anak dari dua panti asuhan dan keluarga-keluarga yang kurang mampu yang tersebar di Kota Kupang,” sebut dr. Christian.

Ambil Peran Bangun Daerah

Disinggung soal kontribusi Hipmi bagi daerah, Ketua Umum BPD Himpi NTT, Arthur Lay, menyebutkan, anggota Himpi adalah pelaku-pelaku UMKM, orang-orang muda yang baru lulus kuliah dan mau menjadi pengusaha. Hipmi telah menjadi bagian dari stakeholder yang punya misi bersama membangun ekonomi NTT.

“Saat ini Hipmi masih berjuang dengan kekuatan kelembagaannya sendiri. Belum ada keterikatan dengan pemerintah. Jadi ke depan kita ingin menjadi satu bagian dalam tali untuk membangun ekonomi NTT,” katanya.

Menurut Arthur, laju pertumbuhan ekonomi dan investasi di NTT masih baik. Bahkan laju pertumbuhan ekonomi NTT di atas rata-rata pertumbuhan nasional. Sayangnya, NTT selalu dikatakan sebagai daerah tertinggal dan terbelakang. Dan faktanya, meski laju ekonomi dan investasi bertumbuh dengan baik, namun angka gini rasio NTT masih cukup besar. Artinya gap antara orang yang kaya dengan orang yang berkekurangan itu besar sekali.

“Untuk memperkuat ekonomi NTT ke depan, pelaku UMKM perlu didorong dan diberdayakan. Dari mikro menjadi kecil, dari kecil meniadi menengah dan dari menengah menjadi besar. Dengan demikian, makin banyak UMKM yang bertumbuh dan angka gini rasio makin kecil. Inilah pertumbuhan ekonomi NTT yang ingin kita capai,” ungkapnya. (tom)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!