Rumput Laut Sumba Timur Diekspor ke Cina – Timor Express

Timor Express

FLORES RAYA

Rumput Laut Sumba Timur Diekspor ke Cina

WAINGAPU, TIMEX – Kabupaten Sumba Timur melalui Perusahan Daerah PT Algae Sumba Timur Lestari (Astil) telah mengekspor perdana rumput laut dalam bentuk algae treated cottioni chips (ATCC) sebanyak 75 ton ke perusahan Cina Jiang Top Hydrocolloids Co.Ltd, 27 Desember 2018 lalu.

“Sebelumnya masih memasarkan produknya dalam negeri dan pada tanggal 27 Desember 2018, PT Astil berhasil melakukan ekspor ke Cina melalui pelabuhan Surabaya bahkan produk rumput laut dari PT Astil sudah banyak permintaan dari sejumlah negara antara lain Rusia, Malaysia, Singapura dan Philipina,” kata Bupati Sumba Timur, Gidion Mbilijora saat menggelar konferensi pers di ruang kerjanya, Sabtu (1/6) lalu.

Gidion didampingi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), Markus K Windi, Sekretaris DKP, Yohanis Njurumana dan Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Kecil Pembudidayaan Ikan DKP, Kandubu Lowang menjelaskan, PT Astil telah melakukan produksi sejak tahun 2010.

Dikatakan, saat ini Kabupaten Sumba Timur masih membutuhkan suplai RAW material (rumput laut mentah) dari kabupaten tetangga seperti Sumba Barat Daya, Sumba Barat, Sumba Tengah, Sabu Raijua, Rote Ndao dan Kabupaten Alor untuk memenuhi kebutuhan dengan kapasitas terpasang produksi RAW material sebanyak 10 ton perhari.

“Lokasi PT Astil dibangun di Desa Tanamanang Kecamatan Pahunga Lodu karena area itu merupakan sentra produksi rumput laut dan di Sumba Timur peluang berusaha untuk budidaya rumput laut masih sangat terbuka karena pemanfaatan lahan baru mencapai 3,16 persen atau 476,46 hektare dari potensi lahan 15.069 hektare,” tambah Gidion.

Sedangkan masyarakat yang melakukan usaha rumput laut berjumlah 4.389 rumah tangga perikanan dengan jumlah tenaga kerja 8.778 jiwa yang tergabung dalam 214 kelompok pembudidaya dengan produksi berjumlah 30.054,49 ton pada tahun 2018.

Untuk pengembangan PT Astil lebih lanjut, kata Gidion, ke depan Pemkab Sumba Timur telah menyediakan lahan 10 hektare untuk pembangunan pabrik dengan produk semi refine carageenan (SRC) yang berlokasi di Desa Lambakara Kecamatan Pahunga Lodu.

Kata Gidion, di lokasi tersebut telah terbangun pagar keliling, gudang dan lantai jemur melalui program sentra kelautan dan perikanan terpadu (SKPT) tahun 2017.

Sementara, Kepala DKP Sumba Timur, Markus K Windi menambahkan, rumput laut merupakan komoditas unggulan Kabupaten Sumba Timur. Sehingga pemerintah baik pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Kabupaten Sumba Timur memberi perhatian penuh terhadap usaha budidaya rumput laut. (mg31/ays)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!