SMAN 1 Fatuleu Terima 7 Rombel – Timor Express

Timor Express

PENDIDIKAN

SMAN 1 Fatuleu Terima 7 Rombel

PPDB Tahun 2019

KUPANG, TIMEX–SMA Negeri 1 Fatuleu di Kecamatan Fatuleu Kabupaten Kupang, pada tahun pelajaran 2019/2020 akan menerima tujuh rombongan belajar (rombel). Informasi ini disampaikan langsung Kepala SMA Negeri 1 Fatuleu, Ambrosius Pan kepada Timor Express, Selasa (18/6).

Menurut Ambrosius, pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMAN 1 Fatuleu akan menggunakan sistem online. Sesuai petunjuk teknis dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, PPDB online akan dibuka mulai 24-26 Juni 2019 pukul 08.00 Wita – pukul 16.00 Wita. Selanjutnya, tahapan verifikasi langsung dilaksanakan pada hari pendaftaran.

“Siswa yang diterima akan diumumkan pada 27 Juni. Sedangkan pendaftaran ulang tanggal 29 Juni sampai 1 Juli pukul 09.00-16.00 Wita. Jika kuota tidak terpenuhi, akan ada PPDB online susulan, disusul dengan pendaftaran dan verifikasi tanggal 2-3 Juli. Pengumuman tanggal 4 Juli serta pendaftaran ulang tanggal 6-8 Juli,” jelas Ambrosius.

Sesuai daya tampung siswa, Ambrosius mengatakan, SMA Negeri 1 Fatuleu pada tahun ajaran baru kali ini hanya menerima tujuh rombel. Dimana, satu rombel terdiri dari 36 siswa. Dan sesuai juknis, PPDB untuk SMA dilaksanakan melalui jalur zonasi (90 persen), jalur prestasi (5 persen) dan jalur perpindahan tugas orangtua (5 persen).

“Pendaftaran hari pertama hanya dibuka untuk calon peserta didik yang tinggal pada zona satu (kelurahan/desa yang menjadi alamat sekolah, red). Apabila sudah penuh, pendaftaran akan tertutup secara otomatis. Sedangkan untuk zona dua (kelurahan/desa sekitar alamat sekolah) akan dibuka pada hari kedua apabila kuota belum terpenuhi,” jelasnya.

Agar calon peserta didik baru dan orangtua memahami mekanisme dan tahapan PPDB, Ambrosius mengaku, sejak hari Minggu (16/6), sudah ada pemberitahuan dan sosialisasi di gereja-gereja terkait jadwal pelaksanaan PPDB. Selain itu, ada pengumuman di masjid-masjid.

“Spanduk-spanduk yang berisi informasi seputar PPDB sudah dipasang di tempat-tempat strategis. Misalnya di pasar dan tempat sentral anak-anak zona satu itu berada. Kepanitiaan PPDB di sekolah juga sudah ok,” katanya.

Ambrosius menegaskan, pihaknya tidak akan menerima siswa melebihi daya tampung sekolah. Jika animo peserta didik baru sangat tinggi dan orangtua mendesak agar anaknya diterima, sekolah tidak bisa langsung mengambil kebijakan sendiri.

“Apa yang dilakukan sekolah harus diketahui oleh dinas, karena ini berkaitan dengan sarana-prasarana dan keefektifan proses pembelajaran di hari-hari yang akan datang. Oleh karena itu, kami akan ikut juknis,” tandasnya.

Soal fenomena siswa titipan yang marak terjadi saat PPDB, Ambroisus dengan tegas mengatakan, fenomena ini tidak akan ada jika kepala sekolah dan guru-guru termasuk komite berkomitmen untuk mengelola sekolah dengan baik.

“Ada kecenderungan siswa dan orangtua memilih sekolah yang dianggap favorit, padahal semua sekolah negeri sama saja. Dan kebanyakan orangtua daftar anaknya pada sekolah di luar zona. Setelah tidak diterima karena sekolah lain juga pakai sistem zona, mereka mau daftar anaknya kembali ke kita. Jelas tidak bisa kalau tahapan pendaftaran sudah selesai,” terang Ambrosius.

Di akhir wawancara dengannya, Ambrosius berharap, orangtua dan calon peserta didik baru harus mengisi formulir pendaftaran dengan jujur. Sebaliknya, jangan mengada-ada sebab semuanya akan diverifikasi kembali oleh panitia PPDB.(tom/cel)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!