Penggelembungan Suara karena Ada Hubungan Keluarga – Timor Express

Timor Express

HUKUM

Penggelembungan Suara karena Ada Hubungan Keluarga

SIDANG. Ketua Bawaslu Kota Kupang Julianus Nomleni, menjalani sidang sebagai saksi di ruang sidang Tirta Pengadilan Negeri Kelas 1A Kupang, Kamis (20/6).

INTHO HERISON TIHU/TIMEX

KUPANG, TIMEX – Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Kelas 1A Kupang menggelar sidang lanjutan perkara dugaan penggelembungan suara pada Pemilu 2019 dengan terdakwa Frangky S. Sula.

Sidang dengan agenda pemeriksaan saksi tersebut dipimpin Hakim Ketua Y. Teddy Windiartono, S.H.,M.Hum., didampingi Reza Tyrama, S.H., dan Prasetio Utomo, S.H sebagai Hakim Anggota.

Sidang pemeriksaan saksi dengan menghadirkan Ketua Bawaslu Kota Kupang, Julianus Nomleni, berlangsung di ruang sidang Tirta Pengadilan Negeri Kelas 1A Kupang, Kamis (20/6).

Terdakwa Frangky didampingi penasihat hukumnya, Bildad Torino Tonak, SH., dan Novan Erwin Manafe, SH. Hadir Jaksa Penuntut Umum (JPU), Januarius Bolitobi.

Ketua Bawaslu Kota Kupang Julianus Nomleni saat menempati kursi yang disediakan di depan majelis hakim, dicecar dengan sejumlah pertanyaan yang berkaitan dengan perkara pengelembungan suara tersebut.

Dalam keterangan kepada majelis hakim, Julianus menjelaskan pengelembungan suara tersebut diduga dilakukan terdakwa secara sengaja.

Terdakwa nekat melakukan hal tersebut karena memiliki hubungan keluarga dengan caleg yang diuntungkan tersebut.

Dikatakan, aksi nekat terdakwa baru diketahui setelah dilakukan pleno tingkat kecamatan, dan ternyata terdapat perselisihan jumlah antara suara sah dan tidak sah.

“Karena tidak ada penyesuaian sehingga direkomendasikan untuk membuka kotak suara TPS 07 untuk melihat C1 Plano. Namun juga berbeda maka dilakukan penghitungan ulang surat suara yang ada dan menemukan banyak sekali suara caleg lain yang kurang,” jelasnya kepada majelis hakim.

Lanjutnya, setelah menemukan persoalan tersebut lalu dilakukan penelusuran lanjutan dengan memeriksa beberapa saksi dugaan tersebut mengarah kepada terdakwa dan memenuhi syarat.

“Kami mengumpulkan data kemudian dibahas bersama di Gakkumdu Kota Kupang, ternyata memenuhi unsur pidana lalu direkomendasikan untuk dilaporkan ke Polres Kupang Kota,” katanya.

Disebutkan caleg yang diuntungkan dalam pengelembungan suara tersebut yakni pada caleg partai PKPI atas nama Anselmus Djogo dari 74 suara naik signifikan menjadi 106 suara.

“Penambahan ini mengakibatkan sejumlah perolehan suara sah caleg lain berkurang,” ujarnya.

Menurutnya, proses perhitungan yang dilakukan sampai pada proses pengelembungan tersebut berlangsung sekitar pukul 10.00 sampai 24.00.

Dugaan penggelembungan suara pada pemilihan serentak pada tanggal 27 April 2019 lalu oleh anggota KPPS di TPS 07 Kelurahan Oetete, Kecamatan Oebobo Kota Kupang. (mg29/joo)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!