68 Kasus Kebakaran, Kerugian Rp 1 Miliar – Timor Express

Timor Express

KUPANG METRO

68 Kasus Kebakaran, Kerugian Rp 1 Miliar

KUPANG, TIMEX – Kasus kebakaran yang terjadi di Kota Kupang selama tahun 2019 sampai dengan bulan Juni ini mencapai 68 kasus, dengan total perkiraan kerugian mencapai Rp 1 miliar lebih.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Kupang, Mesakh Baillaen,  mengatakan, dari total kasus kebakaran di Kota Kupang sebanyak 68 kasus, diantaranya kebakaran lahan rumput 55 kasus, sisanya kebakaran rumah, sampah, tumpukan kabel, meteran listrik dan gardu.

“Jadi memang kasus terbanyak ini ada di kebaran lahan kosong. Kami sudah mengimbau kepada masyarakat sekitar, agar meminta kepada pemilik lahan membersihkan lahannya. Jangan sampai juga dibersihkan dengan cara dibakar, karena sangat berbahaya,” kata Mesakh saat diwawancarai di kantor DPRD Kota Kupang, belum lama ini.

Dia juga meminta masyarakat Kota Kupang agar mewaspadai bahaya kebakaran di musim kemarau disertai angin, seperti sekarang ini.

“Saya meminta masyarakat selalu waspada. Jangan sepelekan masalah kecil seperti membakar sampah. Sebaiknya sampah dikumpul dan akan diangkut oleh petugas kebersihan, dan pemilik lahan kosong guna dapat membersihkannya. Karena jika lahan tersebut terbakar dapat merambat hingga pemukiman warga,” kata Mesakh Bailaen.

Selain itu juga, lanjutnya, hal lain yang perlu jadi perhatian agar tidak menimbulkan kebakaran khusus pemukiman yakni bagi rumah tangga agar selalu memperhatikan instalasi linstrik.

Masyarakat diimbau memastikan semuanya dalam keadaan aman sebelum meninggalkan rumah dalam keadaan kosong.

“Banyak terjadi kasus, dimana masyarakat menggunakan satu colokan listrik untuk berbagai keperluan. Akhirnya jebol dan menyebabkan korsleting listrik. Potensi terjadi kebakaran akan terjadi, karena kebakaran bisa terjadi karena kelalaian manusia. Untuk itu tingkat kewaspadaan sangat diperlukan,” katanya.

Dikatakan, secara data kejadian kebakaran yang tercatat di Damkar ada 68 kejadian kebakaran, dimana untuk lahan rumput sebanyak 55 kejadian kebakar dan kejadian kebakaran pada rumah sebanyak tiga rumah, serta sisanya kebakaran sampah, tumpukan kabel dan kebakaran akibat  meteran listrik serta gardu.

Semua kebakaran yang terjadi merupakan kelalaian manusia,  ditunjang dengan cuaca yang panas disertai angin, maka kebakaran akan sangat mudah terjadi.

“Dari kejadian kebakaran tersebut, kerugian yang dialami sesuai perkiraan kami mencapai Rp 1 miliar lebih. Dengan ini masyarakat harus waspada, karena kebakaran dapat menyebabkan kerugian besar, menghanguskan semua yang ada, maka tentu kerugiannya akan besar,” jelas Mesakh Baillaen.

Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran, Halen Riwoe, menambahkan, kasus kebakaran yang terjadi kebanyakan karena kebakaran lahan kering, kebakaran karena korsleting listrik, dan kebakaran karena peralatan masak atau kompor yang tidak dimatikan secara baik.

“Belum lama ini juga ada orang yang bakar lahan di Oesapa Selatan dekat tempat karaoke X2, dan asapnya sampai menutupi jalan dan dikhawatirkan menghalangi pengguna kendaraan, terutama kendaraan bermotor,” katanya.

Dia melanjutkan, dikhawatirkan juga ada SPBU di area tersebut yang akan berdampak. Maksudnya, jika bunga api yang terbang masuk ke SPBU,  maka akan menyambar tangki pengisian bahan bakar.

“Karena itu, saya meminta kepada masyarakat agar lebih waspada,  terutama di musim angin ini. Jangan sampai terjadi hal-hal yang akan merugikan, masyarakat juga perlu menjaga agar jangan sampai timbul kerugian yang merugikan diri sendiri,” terangnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Kupang, Hermanus Man,  mengatakan, di musim angin ini masyarakat diminta waspada, agar jangan sampai terjadi kebakaran yang dapat merugikan masyarakat.

“Ini kan sekarang sementara musim kemarau panjang, yang akan berlangsung beberapa bulan. Salah satunya adalah kebakaran jadi masyarakat harus waspada terhadap kebakaran,” ujarnya.

Dia mengungkapkan bahwa Kota Kupang sudah mengusulkan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) agar dapat memberikan bantuan satu unit mobil pemadam kebakaran yang dapat menjangkau gedung-gedung bertingkat dan tinggi.

“Karena kita tahu bersama bahwa Kota Kupang masih sangat terbatas dengan kendaraan pemadam. Masih menggunakan kapasitas kecil, karena itu dalam waktu dekat ini, Kemendagri akan membantu Kota Kupang dengan satu unit dengan kapasitas yang baik buatan Jepang,” ujarnya.

Hermanus mengaku, salah satu kebiasaan masyarakat adalah meninggalkan rumah dengan keadaan listrik menyala dan tidak dimatikan.

Selain itu, masyarakat juga sering menggunakan kabel listrik yang disambung ke mana-mana, akhirnya akan memicu korslet listrik dan kebakaran.

“Jadi jangan sampai masyarakat meninggalkan rumah dengan keadaan listrik hidup. Misalnya, setrika dibiarkan menyala, TV, dan lainnya. Jika dibiarkan lama maka akan panas dan memicu kebakaran,” ujarnya.

Selain itu, masyarakat juga diimbau agar jangan membiarkan kompor dalam keadaan menyala saat meninggalkan rumah, karena sering terjadi kasus ini.

“Yang paling penting adalah masyarakat waspada, jangan sampai terjadi kebakaran dan timbul kerugian yang dapat merugikan diri sendiri,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Kupang Yeskiel Loudoe,  mengatakan, masyarakat harus waspada karena sekarang masuk musim kemarau, dimana banyak rumput-rumput kering yang sangat rentan terbakar.

“Karena sekarang ini biasanya masyarakat yang menggunakan kendaraan, baik mobil dan motor, suka membuang puntung rokok di lahan kering. Akibatnya, akan mudah menyambar lahan kering dam memicu kebakaran,” terangnya.

Yeskiel Loudoe melanjutkan, DPRD Kota Kupang hanya bisa membantu dengan mendorong dan mendukung pemerimtah untuk bergerak cepat dengan Dinas Kebakaran Kota Kupang.

Untuk itu, jika terjadi kebakaran diharapkan Dinas Pemadam Kebakaran bisa bergerak cepat.

“Tentunya kami mendukung agar dalam pelaksanaan tugas, Dinas pemadam dapat bekerja secara maksimal, terkait sarana dan prasarana, tentunya DPRD akan menyetujui usulan pemerintah untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat,” ungkapnya. (mg25/joo)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!