Masyarakat Sulit Urus Izin Tambang Rakyat – Timor Express

Timor Express

RAKYAT TIMOR

Masyarakat Sulit Urus Izin Tambang Rakyat

KEFAMENANU, TIMEX – Masyarakat Kabupaten TTU keluhkan sulitnya mengurus izin tambang rakyat galian C berupa batu dan pasir yang berlokasi di kali Noemuti, Naiola dan Oenak dengan luas areal tambang mencapai 10 hektare.

Padahal, kelompok masyarakat yang berdomisili di Desa Naiola telah mengajukan permohonan kepada Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi NTT sebanyak dua kali. Bahkan, tim dari dinas telah melakukan uji lapangan, namun hingga kini masyarakat belum mendapat izin tambang rakyat.

Ketua kelompok, Anton Tnomel kepada Timor Express, Kamis (20/6) menegaskan, pihaknya dipersulit Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi NTT saat hendak mengurus surat izin tambang rakyat yang akan dikelola masyarakat Desa Naiola dengan jumlah anggota sebanyak 20 orang.

Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi katanya, lebih mengutamanakan izin tambang bahan galian C dari salah satu pengusaha ketimbang izin tambang rakyat yang akan dikelola masyarakat.

“Kami sangat dipersulit untuk urus izin tambang rakyat. Kalau pengusaha yang urus mereka lebih prioritaskan. Padahal, permohonan dari kami sudah masukan terdahulu dan semua persyaratan untuk izin tambang rakyat pun kami penuhi,” katanya.

Anton menambahkan, pihaknya sudah berulang kali mendatangi kantor Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi NTT untuk mengecek proses perizinan tambang rakyat yang diketahui oleh dirinya, namun belum mendapat jawaban yang pasti.

Bahkan, Kepala Bidang Perizinan Dinas Pertambangan Provinsi NTT, Yudit Palantek yang ditemuinya di ruang kerja pun hanya memberikan jawaban nanti. Padahal, tim dari Dinas Pertambangan dan Energi sudah melakukan uji lapangan.

“Saya sudah ketemu ibu Kabid Yudit Palentek berulang kali, namun jawabannya nanti. Padahal, tim dari Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi NTT yang dipimpin Wili Biru sudah lakukan uji lapangan,” jelasnya.

Menurut Anton, lokasi yang akan dijadikan sebagai tambang rakyat sangat pantas dan layak. Pasalnya, di hamparan kali Noemuti, Naiola dan Oenak terdapat areal persawahan milik masyarakat. Apabila lokasi tersebut dikelola oleh perusahaan, akan merusak areal persawahan. Namun apabila dikelola rakyat, tentu tidak akan berdampak kepada areal persawahan masyarakat.

Anton berharap, Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi NTT dapat mendengarkan keluhannya. Pasalnya, izin tambang rakyat tersebut untuk membantu pendapatan ekonomi masyarakat setempat. Selain itu, izin tambang rakyat yang diperjuangkan agar areal persawahan masyarakat tidak rusak akibat tambang pasir.

“Sudah tiga tahun kami urus izin tambang rakyat, namun belum ada hasil. Padahal, ini untuk kepentingan masyarakat, bukan untuk kepentingan saya secara individu,” pungkasnya. (mg26/ays)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!