Telusuri Gagalnya Pembangunan Patung Kristus Raja – Timor Express

Timor Express

RAKYAT TIMOR

Telusuri Gagalnya Pembangunan Patung Kristus Raja

KEFAMENANU, TIMEX – DPRD Kabupaten TTU meminta kepada aparat penegak hukum terutama Kejaksaan Negeri TTU untuk menelusuri gagalnya pembangunan patung Kristus Raja dan taman doa di bukit Neonbat Kelurahan Maubeli Kecamatan Kota Kefamenanu.

Pasalnya, sebagian anggaran yang telah dialokasikan DPRD atas permintaan pemerintah daerah telah digunakan. Bahkan, penggunaan anggaran tersebut merupakan penyebab utama gagalnya pembangunan salah satu program unggulan Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes dan Wakil Bupati, Aloysius Kobes periode 2016-2021.

Yasintus Lape Naif, anggota DPRD TTU dari Partai Hanura kepada Timor Express, Selasa (18/6) menegaskan, pihaknya meminta aparat penegak hukum terutama Kejaksaan Negeri TTU untuk melakukan penelusuran terhadap gagalnya pembangunan patung Kristus Raja dan taman doa di bukit Neonbat Kelurahan Maubeli.

Dikatakan, gagalnya pembangunan patung Kristus Raja dan taman doa sangat merugikan masyarakat Kabupaten TTU. Anggaran yang telah dialokasikan DPRD sesuai usulan pemerintah mubazir. Apalagi sebagian anggaran telah digunakan dan mengakibatkan gagalnya pembangunan mega proyek multi years yang menelan anggaran sebesar Rp 98,2 miliar.

“Saya meminta kepada aparat penegak hukum terutama kejaksaan untuk mengusut tuntas terkait penggunaan anggaran perencanaan yang mengakibatkan gagalnya pembangunan patung Kristus Raja dan taman doa di bukit Neonbat,” tegasnya.

Menurut Yasintus, pihaknya sangat kecewa atas gagalnya pembangunan patung Kristus Raja dan taman doa. Padahal, DPRD dan pemerintah daerah telah membuat MoU untuk pelaksanaan proyek selama tiga tahun anggaran.

Selama ini banyak isu beredar bahwa gagalnya pembangunan patung Kristus Raja dan taman doa lantaran DPRD TTU tidak memberikan dukungan anggaran, ternyata berbalik. Pemerintah daerah melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dianggap tidak mampu mengelola proyek tersebut. Buktinya, DPRD TTU memberikan dukungan anggaran yang diminta pemerintah daerah mulai dari anggaran untuk perencanaan sampai pada tahap pelaksanaan.

“Selama ini banyak isu yang beredar bahwa DPRD TTU tidak mendukung program pemerintah. Padahal, pemerintah yang tidak mampu jalankan program yang sudah disetujui DPRD. Seharusnya, pemerintah daerah memberikan sanksi kepada instansi terkait karena gagal laksanakan program unggulan pemerintah daerah,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) TTU, Bambang Sunardi ketika dikonfirmasi Timor Express, Selasa (18/6) berjanji akan memanggil konsultan perencana PT Sabana yang melakukan perencanaan proses pembangunan patung Kristus Raja dan taman doa di bukit Neonbat Kelurahan Maubeli.

Pemanggilan terhadap konsultan perencana guna dimintai klarifikasi terkait proses perencanaan yang dilakukan perusahaan tersebut yang mengakibatkan gagalnya pembangunan patung Kristus Raja dan taman doa di bukit Neonbat. Pasalnya, PT Sabana telah menghabiskan anggaran sebesar Rp 320 juta lebih yang bersumber dari APBD II Kabupaten TTU.

“Nanti coba saya lakukan pendekatan dengan perencananya seperti apa proses perencanaanya, sejauhmana kamu melakukan perencanaan, sehingga kemudian kamu mengeluarkan uang sudah berapa banyak,” janji Bambang.

Menurutnya, jika anggaran perencanaan sudah terpakai semua, maka proses perencanaan pembangunan patung Kristus Raja dan taman doa yang dilakukan konsultan perencana harus masuk akal.

Bambang mengatakan, klarifikasi perlu dilakukan untuk mengetahui seberapa besar anggaran yang telah dikeluarkan untuk melakukan perencanaan. Jika anggaran yang digunakan masih sisa, maka harus dikembalikan.

“Kalau seandainya ada yang belum dilakukan dan anggarannya sisa, maka harus dikembalikan kepada pemerintah daerah,” ungkapnya.

Bambang mengatakan, jika perencanaan yang sudah dilakukan, maka tidak usah dikembalikan. Hal itu karena perusahaan tersebut telah melakukan pekerjaannya.

Bambang mengungkapkan, pihaknya melalui seksi Intel Kejaksaan Negeri TTU berencana memanggil konsultan perencana melakukan klarifikasi terkait penggunaan dengan anggaran perencanaan pembangunan taman doa tersebut pada pekan depan.

“Rencana saya, kalau bisa nanti minggu depan lah. Setelah minggu depan, saya koordinasi dengan Kasi Intel biar Kasi Intel yang hadapi nanti, supaya kita minta klarifikasi dari dia,” tegasnya.

Sebelumnya, Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Kabupaten TTU atas gagalnya pembangunan patung Kristus Raja dan taman doa di bukit Neonbat.

Gagalnya pembangunan patung Kristus Raja dan taman doa disebabkan karena perencanaan yang dilakukan konsultan perencana PT Sabana tidak terperinci dan asal jadi, sehingga pemerintah daerah memutuskan menggagalkan salah satu program utama Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes dan Wakil Bupati, Aloysius Kobes. (mg26/ays)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!