Bandara Tambolaka – Timor Express

Timor Express

NASIONAL

Bandara Tambolaka

Komisi V Minta Tambah Apron

JAKARTA, TIMEX-Kecenderungan naiknya harga tiket maskapai saat ini membuat masyarakat enggan memanfaatkan moda transportasi udara. Namun, tidak demikian untuk beberapa wilayah di Indonesia. Salah satunya yakni Sumba Barat Daya.

Ketika jumlah penumpang maskapai di daerah lain cenderung mengalami penurunan, di bandara Tambolaka justru mengalami kenaikan. Sebabnya, karena potensi pariwisata di Sumba Barat Daya yang sangat besar.

Oleh karena itu, Komisi V DPR RI meminta Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperhatikan Bandara Tambolaka yang terletak di Kabupaten Sumba Barat Daya.

Salah satu anggota Komisi V DPR RI, Bambang Haryo Soekartono meminta Kemenhub segera menambahan apron (tempat parkir pesawat) Bandara Tambolaka. Pasalnya, saat ini di bandara tersebut hanya bisa menampung lima pesawat saja.

Sementara dalam sehari di bandara Tambolaka sesuai jadwal adalah 10 pesawat.

“Kita minta Kemenhub agar memperhatikan bandara Tambolaka karena saat ini jumlah pesawat yang menuju Tambolaka dalam sehari mencapai 10. Pertumbuhan logistik dan juga penumpang di bandara Tambolaka cukup tinggi. Untuk penumpang saja sekira 7 persen.

Sementara untuk logistiknya di atas 50 persen dalam 1 tahun jika dilihat dari tahun 2017 hingga tahun 2018 lalu,” jelas politisi Partai Gerindra ini.

Menurutnya, dari hasil kunjungan kerja ke Bandara Tambolaka belum lama ini bersama beberapa mitra kerja, Komisi V DPR RI menemukan hal itu. Karena itu maka Bambang meminta agar Kemenhub segera memperhatikan kondisi bandara tersebut sehingga masyarakat yang menggunakan jasa maskapai termasuk maskapai yang melayani masyarakat tidak kesulitan di bandara tersebut.
Karena itu dirinya menegaskan bahwa Komisi V DPR RI akan memrioritaskan bandar udara Tambolaka.

“Guna menghadapi pertumbuhan pergerakan pesawat di bandara Tambolaka maka kami jelas memrioritaskan bandar udara Tambolaka terutama untuk perluasan terminal, penambahan appron dan memperkuat Pavement Classification Number (PCN) pada runway bandara,” tegas wakil rakyat Dapil Jawa Timur I ini.

Untuk diketahui, Bandara Tambolaka merupakan bandara lama peninggalan Jepang tahun 1945. Bandara Tambolaka kemudian diperbaiki pada tahun 1982 dengan pengaspalan dan perbaikan landas pacu untuk pesawat kecil jenis DC-3, Twin Otter, dan Cassa.

Tahun 1996, landas pacunya kembali diperpanjang hingga dapat didarati pesawat berjenis Fokker 27. Kemudian pada 2005 dilakukan lagi penebalan dan perpanjangan hingga mencapai 1.600 meter sehingga dapat menampung pesawat berjenis Fokker 28.

Kemudian landasan pacu bandara tersebut diperpanjang lagi menjadi 1.800 meter sehingga dapat menampung pesawat berjenis Fokker 100.

Panjang landasan pacu (run way) bandara Tambolaka hingga tahun 2015 untuk andas pacu yakni 2.300 M dengan lebar 45 meter dengan arah threshold runway 10/28, berukuran 2300 oleh 45 meter (7546 ft × 148 ft), lebar 45.

Kapasitas apron lima pesawat dan memiliki nilai PCN 36. Sedangkan permintaan PT. Garuda Indonesia untuk menambah flight dengan pesawat Boeing 737-800 NG minimal PCN 48. Maka dari itu harus dilakukan peningkatan PCN pada runway, taxiway serta appron. (gat/sam)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!