GEMPA – Timor Express

Timor Express

NASIONAL

GEMPA

53 Gempa, Terasa hingga Kupang

Sepanjang senin (24/6) kemarin, wilayah Laut Banda diguncang beberapa gempa tektonik. Satu di antaranya ber-magnitude besar, yakni 7,4 Skala Richter (SR). Sampai saat ini belum dilaporkan ada kerusakan. Gempa juga tidak memicu peringatan dini tsunami.
Gempa terkuat, 7,4 SR terjadi sekitar pukul 09.53.40 WIB. Hasil analisis BMKG menunjukkan episenter gempabumi terletak pada koordinat 6,44 LS dan 129,17 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 289 km arah barat laut Kota Saumlaki, Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Propinsi Maluku pada kedalaman 220 km.

Dua gempa tektonik lainnya mengguncang kuat di wilayah Mamberamo Raya dengan berkekuatan M=6,1  SR. Dua gempa ini diikuti oleh serangkaian gempa susulan (aftershocks).

Gempa Mamberamo telah menimbulkan guncangan kuat di Sarmi, Jayapura dan di Wamena. Sedangkan Gempa Laut Banda berdampak terjadinya guncangan dalam spektrum wilayah yang luas hingga Denpasar, Bima, Manokwari, Wamena, bahkan hingga sampai Kota Darwin di Australia.

Gempa dilaporkan mengguncang kuat kota Darwin di Australia utara. Menyebabkan banyak gedung dievakuasi. Guncangan dirasakan selama beberapa menit. Kabid Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG Daryono mengungkapkan, getara di Australia mencapai skala IV MMI. “Ini fenomena efek vibrasi panjang, sementara di Indonesia tidak terlalu terasa karena episenternya dalam. 220 kilometer,” jelas Daryono kemarin (24/6).

Hingga malam hari pukul 20.00 WIB, hasil monitoring BMKG telah mencatat sebanyak 45 kali gempa susulan di Maberamo Raya. Sementara gempa yang berpusat di Laut Banda tercatat diikuti sebanyak 5 kali gempa susulan. Baik gempa susulan di Mamberamo Raya dan Laut Banda menunjukkan tren magnitudo yang terus mengecil.

Selain gempa kuat tersebut di atas, hari ini BMKG juga mencatat ada 3 gempa signifikan lain yang terjadi di Indonesia. Sebelum terjadinya Gempa Maberamo Raya, di Selatan Tasikmalaya terjadi gempa berkekuatan 4,3 SR pada pagi dini hari pukul 02.58 WIB. Gempa ini dirasakan di Tasikmalaya dan di Pangandaran. Selanjutnya pada pukul 07.55 WIB, wilayah Wuasa, Poso, Sulawesi Tengah juga terjadi gempa berkekuatan 4,6 SR Gempa ini dirasakan di Kota Palu dan sekitarnya.

Terakhir adalah Gempa Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara  berkekuatan 5,2 SR yang terjadi pada pukul 15.17 WIB. Gempa ini dirasakan di daerah Lolak, Bolaang Mongondow. “Beberapa warga dilaporkan sempat berlarian keluar rumah karena terkejut guncangan gempa yang berlangsung secara tiba tiba,” kata Daryono.

Dari seluruh kejadian gempa tersebut di atas, Daryono menyatakan bahwa wilayah Indonesia kemarin total Telah mengalami 53 kali gempa tektonik dalam berbagai variasi magnitudo dan kedalaman. “Patut disyukuri bahwa seluruh gempa yang terjadi dari pagi dini hari hingga malam ini belum ada laporan mengenai terjadinya kerusakan dan korban jiwa,” pungkasnya.

Gempa kemarin juga terasa hingga Alor dan Kupang. Berdasarkan hasil analisis data BMKG kekuatan gempa bumi tektonik M7,7 dengan kedalaman 220 km dari atas permukaan laut di Maluku merupakan kategori gempa tektonik. “Wilayah NTT jaraknya jauh dari pusat gempa sehingga getarannya tidak begitu terasa,” jelas Kepala BMKG Kampung Baru, Robert Owen Wahyu, ketika ditemui koran ini di ruang kerjanya, Senin (24/6).

Dijelaskan, gempa bumi tersebut tidak berpotensi tsunami. Kendati demikian, Robert mengimbau masyarakat, terutama di area pesisir pantai jika merasakan goyangan gempa bumi lebih dari 20 detik, maka segera mencari tempat yang tinggi. Hal ini merupakan bentuk upaya keselamatan diri ketika terjadi tsunami. “Masyarakat harus senantiasa waspada jika terjadi gempa bumi, terutama di area pesisir pantai,” tandasnya.

Hasil analisis BMKG menunjukkan informasi awal gempa bumi ini berkekuatan M=7,7 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi M=7,4. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 6,44 LS dan 129,17 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 289 km arah barat laut Kota Saumlaki, Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Provinsi Maluku pada kedalaman 220 km.

Lanjut dia, hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi di wilayah Laut Banda dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan geser (strike-slip fault). Guncangan gempabumi ini dilaporkan dirasakan di daerah Saumlaki V MMI, Tual III-IV MMI, Subawa dan Sorong III MMI, Dobo, Alor, Fak-Fak dan Kupang II-III MMI, Manokwari, Bima, Dompu, Banda, Waingapu, Ambon, Bula, Nabire, Merauke, Denpasar, dan Puncak Jaya II MMI. “Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi,” pungkasnya. (tau/jpg/mg22/sam)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!