Kemensos Verifikasi Data Mantan PSK – Timor Express

Timor Express

KUPANG METRO

Kemensos Verifikasi Data Mantan PSK

Juli Sudah Dipulangkan 

KUPANG, TIMEX – Erna Lesmana selaku Kasie Tuna Susila TS dan Kelompok Minoritas, Kementerian Sosial RI, datang ke Kota Kupang untuk melakukan verifikasi ulang nama-nama mantan pekerja seks komersial (PSK) di lokalisasi Karang Dempel (KD) Alak yang akan segera dipulangkan.

Kedatangan Erni juga sebagai salah satu langkah untuk mempercepat pemulangan mantan pekerja seks yang ada di Kota Kupang.

Dia bersama Kepala Dinas Sosial Kota Kupang drg. Retnowati juga bertemu dengan Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore untuk memantapkan langkah pemulangan mantan PSK di KD Alak.

“Jadi tujuan saya ke sini untuk memverifikasi ulang yang sebelumnya telah diverifikasi oleh pemerintah Kota Kupang. Kami juga akan melihat keterampilan apa yang dimiliki, yang nanti akan menjadi pekerjaan kemandirian mereka saat kembali ke daerah asal masing-masing,” terangnya.

Menurut Erna, nanti ketika dipulangkan, para mantan pekerja seks ini akan dilatih untuk memiliki suatu keterampilan, agar dapat menjadi pekerjaaannya untuk mendapatkan penghasilan, tentunya akan dibimbing oleh pemerintah daerah setempat.

“Diharapkan agar pemerintah daerah yang menerima para mantan pekerja seks ini agar menindaklanjuti dan mendampingi mereka sampai mandiri nantinya. Memang mandiri atau tidak tidak bisa diukur, tetapi harus didampingi agar tidak kembali lagi ke pekerjaan awal mereka,” katanya.

Untuk dana dari Kementerian Sosial, lanjut nErna, sudah dalam proses dan akan dicairkan saat para mantan pekerja seks ini dipulangkan.

Dana dari Kementerian Sosial terdiri dari dana Usaha Ekonomi Produktif sebesar Rp 5 juta per orang, jaminan hidup selama satu bulan sebesar Rp 750 ribu, dan transport lokal Rp 250 ribu,  sehingga totalnya Rp 6 juta.

“Jadi nantinya semua dana ini akan ditranfer ke Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) yang telah ditunjuk oleh Kementerian Sosial, dan untuk Kota Kupang telah ditunjuk LKS Perjuangan. Mereka yang akan mendampingi para mantan pekerja seks ini sampai di tempat tujuan, mulai dari Kota Kupang,” ujarnya.

Dia mengaku sudah bertemu dengan Wali Kota Kupang, dan merencanakan agar pemulangan digelar pada awal bulan Juli.  Karena dalam proses pemulangan ini, harus menunggu kesiapan daerah asal masing-masing, tidak hanya Kota Kupang yang siap lalu daerah tujuan tidak siap.

“Jadi kami juga memastikan daerah tujuan mereka sudah siap untuk menerima, agar bisa sinkron dan program ini bisa berjalan secara baik. Sama-sama bekerja sama untuk gerakan ini, jadi ketika semua sudah siap, maka akan dilaunching pemulangannya, dan akan dilaunching oleh Kementerian Sosial,” ujarnya.

Dia berharap, saat launching Kota Kupang bebas tempat lokalisasi ini, bukan hanya pemerintah, atau Dinas Sosial saja, tetapi juga tokoh agama, tokoh masyarakat dan semua pihak terkait lainnya, harus berkomitmen bersama dan mendukung gerakan ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Kupang drg. Retnowati mengatakan, untuk Pemerintah Kota Kupang, hanya menanggung biaya transport pesawat dari Kota Kupang sampai provinsi tujuan, dengan besaran per orangnya Rp 2,5 juta.

“Sementara untuk dana Usaha Ekonomi Produktif, jaminan hidup dan transport lokal akan ditanggung oleh Kementerian. LKS Perjuangan yang ditunjuk Kementerian juga akan mendampingi sampai masing-masing daerah tujuan,” pungkas dia. (mg25/joo)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!